Breaking News
light_mode
Home » Opini » Membongkar Praktik Komitmen Fee yang Membuat Kepala Daerah Bergelimang Harta

Membongkar Praktik Komitmen Fee yang Membuat Kepala Daerah Bergelimang Harta

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 13 Des 2025
  • visibility 324
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Desember 2025| Kalian pasti sering mendengar istilah komitmen fee, atau bahasa warkopnya, jatah preman. Di kehidupan nyata istilah itu bukan fiksi, nyata adanya. Komitmen fee inilah yang membuat kepala daerah di mana pun bergelimang harta benda, posisi politiknya kuat. Mari kita bongkar praktik yang sudah mendarah daging ini sambil seruput Koptagul, wak!

Begitu musim pembahasan APBD tiba, negeri ini berubah seperti laboratorium raksasa tempat para pejabat sedang bereksperimen menciptakan rumus korupsi paling ilmiah sepanjang sejarah peradaban Nusantara. Draft APBD baru saja jatuh ke meja dewan, gedebuk! aroma uang langsung naik seperti uap kopi tubruk, dan kalkulator-kalkulator tak kasat mata dalam kepala para pejabat hidup seperti kuntilanak yang baru dipanggil.

Misalnya proyek Rp22 miliar. Secara teori akademik, anggaran ini harus berubah menjadi aspal tebal, jembatan kokoh, dan drainase yang mengalirkan air, bukan mengalirkan aib. Tapi begitu proyek diketok, ritual kuno bernama “komitmen fee” mulai menari dengan lincah. Pertama, dipotong 10% di depan sebagai mahar hubungan harmonis antara kepala daerah dan kontraktor. Dari Rp22 miliar, hilang Rp2,2 miliar secepat kedipan mata. Sisa Rp19,8 miliar. Lalu ketika SPK turun, dipotong lagi 5% untuk memperkuat tali silaturahmi yang lebih mahal dari harga pernikahan seleb. Sisa tinggal Rp18,81 miliar. Setelah itu baru ilmu teknik terapan bekerja, volume material dikurangi 20%. Dari Rp18,81 miliar, nilai real di lapangan jatuh ke Rp15,048 miliar. Maka resmi sudah, dari proyek Rp22 miliar, yang benar-benar berubah menjadi bangunan hanya sekitar Rp15 miliar lebih sedikit. Sisanya sebesar Rp7 miliar bukan hilang, dia hanya berpindah tempat, dari kas daerah ke “kantong-kantong berlapis moralitas”.

Kenapa uang itu lenyap begitu cepat? Karena biaya politik di negeri ini lebih mahal dari biaya membangun tiga ballroom hotel. Kepala daerah untuk menang pilkada bukan hanya butuh visi, tapi visi dengan stempel, tanda tangan, perahu parpol, saksi yang doyan makan, tim sukses yang doyan kuota, baliho yang harus berdiri tegap meski diterpa angin gosip, dan money politic yang mengalir lebih deras dari debit Sungai Kapuas di musim hujan. Modal kampanye bisa tembus belasan miliar. Maka begitu berkuasa, proyek berubah menjadi jalan tol untuk balik modal. Fee 10%, fee 5%, jatah koordinasi, jatah meja, jatah bangku tengah, semuanya adalah “strategi pengembalian investasi demokrasi”.

Di lapangan, kontraktor yang sudah terpotong sana-sini harus tetap kreatif. Aspal dibuat lebih tipis dari martabak telur hemat, semen dicampur lebih encer dari air mata mantan, batu pecah diganti batu lokal yang setengah pecah setengah pasrah, drainase dipasang sepenuh hati tapi tidak sepenuh anggaran. Karena yang terpenting bukan kualitas bangunan, melainkan kualitas dokumentasi. Auditor nanti tidak menginjak aspal, dia menginjak berkas. Kalau foto serah terima ada, laporan progres warna-warni ada, tanda tangan basah ada, selesai, proyek “memenuhi syarat”. Jalan boleh patah dua, tapi dokumen pantang retak.

Di tengah semua kekacauan ilmiah ini, kepala daerah tahu betul bagaimana memperbaiki citra. Ia tiba-tiba berubah menjadi malaikat berkaki dua, membagikan sembako, memberikan sumbangan ke Ormas, media-media lokal dijatah iklan atau kontrak kerja sama,  menyalurkan bantuan untuk musala, masjid, gereja, menyisihkan sumbangan bencana, semua dilakukan dengan cinta kasih… dan lima kamera wartawan dari tiga sudut berbeda. Lengkap dengan video sinematik, slow motion, dan suara musik sedih yang bikin orang lupa, jalan menuju lokasi acara itu baru dibangun dua bulan tapi sudah berlubang. Sumbangan itu bukan sedekah, tapi bagian dari manajemen persepsi, agar publik melihat sisi malaikatnya, sementara sisi setannya sedang mengurus proyek Rp22 miliar yang tinggal Rp15 miliar karena dikuliti dari atas sampai bawah.

Maka rakyat bertanya polos, “Kenapa jalan cepat rusak?” Jawaban dinas tetap fenomenal, “Cuacanya ekstrem.” Padahal yang ekstrem itu bukan cuaca, tapi potongan komitmen yang bertingkat-tingkat seperti tangga surga versi birokrat.

Sementara itu, kepala daerah bisa liburan ke Bali, punya villa di Puncak, apartemen di Jakarta, dan rumah singgah di kota-kota yang AC-nya dingin sampai menusuk iman. Semua dari “komitmen” yang katanya dilakukan demi pembangunan.

Namun setiap tahun, ritual ini lahir kembali. APBD baru, proyek baru, komitmen fee baru, pengurangan volume baru, sedekah berjamaah berkamerakan HD terbaru, dan pembangunan absurd yang tetap sama. Korupsi di negeri ini tidak pernah mati, dia hanya ganti parfum, ganti pencahayaan, dan kadang ganti slogan.

Kita, rakyat setia penonton drama anggaran, hanya bisa mengelus dada sambil tersenyum getir, berharap suatu hari APBD benar-benar kembali ke makna aslinya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, bukan Anggaran Pendapatan Buat Diri Anda.[]

Oleh: Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

#camanewak

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump Luncurkan “Project Vault”: Cadangan Strategis Mineral Kritis untuk Lindungi Industri AS

    • calendar_month Sel, 3 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 49
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Februari 2026| Presiden Donald Trump mengumumkan peluncuran inisiatif baru bernama “Project Vault” dalam pidatonya di Ruang Oval, Gedung Putih. Langkah ini diambil untuk mengamankan pasokan mineral kritis bagi industri Amerika Serikat di tengah ancaman gangguan pasar global. Dalam pernyataannya, Trump menyoroti kerentanan bisnis Amerika terhadap kelangkaan bahan baku mineral yang vital. Ia menegaskan […]

  • Senator Maya Rumantir Menghadiri WCH ROYAL SUMMIT Ke-7 Di Las Vegas

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 229
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Las Vegas| NV Anggota kehormatan Maya Olivia Rumantir, senator untuk Sulawesi Utara dari Perwakilan Daerah Indonesia, menghadiri acara WCH Royal Summit ke-7 yang diadakan di Gold Coast Hotel and Casino di Las Vegas pada tanggal 27 dan 28 Mei 2025. KTT luar biasa ini menjanjikan dua hari diskusi yang berdampak, penghargaan bergengsi, dan pertukaran budaya […]

  • Jelang MUSDA, KNPI Serahkan Mandat Karateker Kepada Bupati Madina, Sekaligus Silaturahmi

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 74
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Mandailing Natal, 4 Nopember 2025| Tim karateker KNPI Madina ber audiensi dengan Bupati Mandailing Natal, Saipullah bersama Sekda dan Kadispora menerima audiensi dari jajaran tim karateker Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Mandailing Natal, (04/11). Pertemuan berlangsung di ruang kerja Bupati Mandailing Natal dan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Audiensi tersebut sekaligus […]

  • Sinergitas TNI-Polri, Bhabinkamtibmas Dan Babinsa Sambangi Warga Desa Putat Nutug Beri Imbauan Kamtibmas

    • calendar_month Sab, 12 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 80
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Wujud nyata sinergitas antara TNI dan Polri kembali terlihat di wilayah hukum Polsek Parung, (11/07). Bhabinkamtibmas Polsek Parung Aiptu N. Tri Handoko bersama Babinsa Koramil 0621/22 Peltu Ari Arinto melaksanakan kegiatan sambang kepada warga di Desa Putat Nutug, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Dalam kegiatan tersebut, keduanya menyampaikan imbauan Kamtibmas serta mengajak masyarakat untuk lebih […]

  • Kapolres Bogor Hadiri Pelantikan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemkab Bogor

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 112
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. menghadiri kegiatan Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor. Acara digelar di Pendopo Soekarno Hatta, Komplek Pemda Cibinong, mulai pukul 19.30 WIB dan dihadiri oleh unsur Forkopimda, pejabat struktural, dan tamu undangan lainnya. (04/06/2025) Turut hadir dalam kegiatan […]

  • Wakapolres Metro Bekasi Tinjau Kinerja Polsek Pebayuran, Tekankan Integritas dan Pelayanan Publik

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 44
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id- Kabupaten Bekasi, 3 Desember 2025– Wakapolres Metro Bekasi AKBP Afri Fajar Hermanto, S.I.K. melaksanakan kunjungan kerja ke Polsek Pebayuran, Jumat pagi (03/12/2025). Dalam kegiatan tersebut, beliau didampingi langsung oleh Kapolsek Pebayuran AKP Iing Suhaeri, S.H., M.H. sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai.   Setibanya di Mapolsek Pebayuran, rombongan disambut oleh jajaran perwira dan anggota. […]

expand_less