Breaking News
light_mode
Home » Opini » Perang Tanpa Peluru di Balik OTT, Catatan Kegelisahan atas Perang Senyap Antar-Penegak Hukum

Perang Tanpa Peluru di Balik OTT, Catatan Kegelisahan atas Perang Senyap Antar-Penegak Hukum

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
  • visibility 441
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Januari 2026| Tatkala Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap oknum Kejaksaan, misalnya-hal tersebut bukanlah sekadar peristiwa yang berdiri tunggal. Namun, itu sinyal adanya benturan kepentingan antar-lembaga penegak hukum. Isu ini, tak boleh dibaca sebatas ego sektoral semata, atau efek dinamika operasional, itu sich pengecilan isu. Tetapi, ada sesuatu yang perlu diurai lebih jauh, dikaji lebih dalam terkait kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penting ditegaskan di awal tulisan ini, bahwa OTT dimaksud bukanlah rekayasa. Tindakan tersebut sah secara hukum karena berbasis alat bukti. Dalam kasus-kasus tertentu, termasuk OTT di Hulu Sungai Utara, Kal-Sel, di Banten, ataupun OTT di Bekasi, unsur tindak pidananya nyata dan terjadi. Bukan rekayasa. Maka, menggugat keabsahan OTT sama saja menutup mata terhadap fakta hukum itu sendiri.

Yang patut dipertanyakan bukan legalitas OTT-nya, melainkan konteks politik kekuasaan di seputar isu tersebut. Kenapa demikian, bahwa di negara yang sehat, dinamika penegakan hukum berjalan dalam koridor koordinasi, sinergi dan saling menghormati. Hari ini, yang terjadi justru sebaliknya. Penegak hukum saling menegasikan legitimasi satu sama lain.

Menariknya, terdapat spill over tak hanya pada dua institusi yang bertikai, namun melebar ke lembaga lain. Contohnya, KPK tampil agresif terhadap Kejaksaan di satu sisi; lalu Kejaksaan merespons dengan narasi tandingan pada sisi lain; sedang institusi lain di luar keduanya, aparat bersenjata mulai masuk melalui kerja sama yang bersifat simbolik namun kental nuansa politisnya. Nah, situasi ini mengisyaratkan bahwa relasi antar-penegak hukum beserta aparat lain, bukan lagi soal teknis prosedur dan profesional semata, melainkan telah menginjak pada relasi kuasa dan politik (praktis).

Dalam kronologis politik nasional, KPK dipersepsikan sebagai lembaga yang menguat di era Jokowi, kendati ia dilemahkan secara struktur. Sementara Kejaksaan menunjukkan akselerasi kekuasaan yang signifikan, baik sisi kewenangan, ekspansi pada kasus besar, maupun kedekatan simbolik dengan institusi non-sipil.

Pada titik ini, sulit menafikan bahwa penegakan hukum telah menjadi arena konsolidasi dan “perang pengaruh.” Maka, konflik KPK versus Kejaksaan tidak lagi cukup dijelaskan sebagai ego sektoral atau dampak operasional belaka. Ia sudah mencerminkan fragmentasi negara, keterpecahan negara,di mana lembaga-lembaga hukum bersikap layaknya aktor politik yang saling adu power dan dominasinya.

Dalam lanskap ini, wajar jika muncul tafsir bahwa yang berlangsung sekarang adalah perang senyap antar-elite, terutama antara poros kekuasaan lama versus poros kekuasaan baru. Bukan dalam arti duel personal atau institusional, melainkan “pertarungan pengaruh” bukan cuma sekadar persaingan dengan bemper instrumen negara serta melalui hukum dan penegakkannya selaku medium.

Publik, dalam hal ini, seyogianya tak lagi membahas pesimis atau optimis dalam proses penegakkan hukum, tetapi patut jeli, cermat, bahkan waspada. Ketika penegak hukum saling “menikam” atas nama hukum, yang terluka adalah kepercayaan publik (public trust) terhadap negara hukum itu sendiri. Ini tak boleh dibiarkan. Kudu segera diakhiri.

Kenapa?

Sebab, keadilan telah berubah menjadi alat tawar, dan hukum kehilangan posisi netralnya. Gilirannya, selain equality before the law hanya slogan kosong, juga ketidakpercayaan publik (public distrust) nantinya bisa bergeser menjadi public disorder (ketidaktertiban sosial) dan ujungnya kelak menjelma menjadi public disobediance (pembangkangan publik). Inilah yang dikhawatirkan bersama.

Mengakhiri catatan ini, bahwa OTT tetap sah. Akan tetapi, pola dan momentumnya layak diselidiki. Ini bukan membawa publik pada teori konspirasi, melainkan membaca fenomena bahwa hukum telah ditarik terlalu jauh ke dalam politik dan pusaran perebutan kekuasaan. Dan jika dibiarkan, negara ini tidak sedang menegakkan hukum, tapi publik disuguhi perang senyap antar-institusi, dengan rakyat sebagai penonton sekaligus korban. Entah sampai kapan.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: MAP 211225

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokumen Girik C No 1350 atas Nama Aliyas Bin Aing Hilang, Dua Kelurahan di Bekasi Saling Lempar Tanggung Jawab

    • calendar_month Sen, 13 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 101
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bekasi, 13 Oktober 2025| Dugaan hilangnya dokumen tanah Girik C No. 1350 atas nama Aliyas Bin Aing dilaporkan ke Ombudsman Republik Indonesia. Laporan diajukan oleh kuasa ahli waris, H.M. Sulaeman, dan didampingi pimpinan redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (SBI), Agung. Pengaduan berawal dari pencarian dokumen dasar kepemilikan tanah milik almarhum Aliyas Bin Aing. Namun, hasil penelusuran […]

  • Menuju Usia Kedewasaan, Herry Dahana Berharap Gerindra Semakin Setia Memperjuangkan Keadilan

    • calendar_month Ming, 8 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 45
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 8 Februari 2026| Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) merayakan hari ulang tahunnya yang ke-18 pada Jum’at (6/2/2026). Momentum bersejarah ini dimaknai sebagai simbol kedewasaan politik bagi partai yang kini memegang mandat kepemimpinan Nasional. Wakil Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Kristiani Indonesia Raya (Gekira), Irjen Pol (Purn) Herry Dahana, menyampaikan ucapan selamat sekaligus refleksi […]

  • PT Pelindo Regional 1 Belawan Optimalkan Infrastruktur untuk Meningkatkan Efisiensi dan Kinerja

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Darmayanti
    • visibility 162
    • 0Comment

      Tegarnews.co.id – Medan | 17 Mei 2025 PT Pelindo Regional 1 Belawan mengumumkan langkah-langkah strategis dalam optimalisasi infrastruktur guna meningkatkan efisiensi dan kinerja operasional pelabuhan. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kualitas layanan, menekan biaya operasional, serta meningkatkan kepuasan pelanggan. Berbagai inisiatif telah dijalankan, seperti peningkatan kapasitas dermaga dan fasilitas penumpukan guna memperlancar proses bongkar […]

  • Eksekusi Final! Kejari Kabupaten Bekasi Gilas Ratusan Gram Sabu dan Belasan Ribu Obat Terlarang

    • calendar_month Sab, 11 Apr 2026
    • account_circle Rls/M.Ifsudar
    • visibility 22
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Cikarang, 11 April 2026 | Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bekasi kembali menunjukkan taringnya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Tak sekadar memproses hukum para pelaku, Korps Adhyaksa ini melakukan pemusnahan massal barang bukti dari puluhan perkara yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) di halaman Kantor Kejari Kabupaten Bekasi, (10/4). ​Langkah ini merupakan bagian dari […]

  • Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

    • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 41
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta 14, Februari 2026| ​Ada pemandangan ganjil di koridor kekuasaan kita hari ini. Di saat Presiden Prabowo Subianto secara tersirat menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Polri dengan membentuk Tim Percepatan Reformasi Polri, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, justru tampil sebagai “benteng terakhir” yang menjaga status quo. Peran Habiburokhman belakangan ini bukan lagi terlihat sebagai pengawas […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Bersama Babinsa Laksanakan Kontrol Ronda Malam, Sampaikan Pesan Kamtibmas

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 112
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Ciampea, Bhabinkamtibmas Desa Cihideung Udik Aiptu Ateng Komara bersama Babinsa Koramil 2114 Ciampea Serda Nanang Fahroji melaksanakan kontrol terhadap kegiatan ronda malam di wilayah binaannya, Jumat (13/06/2025). Kegiatan kontrol ronda malam tersebut dilakukan di Pos Ronda Kp. Babakan Kemang RT 001 […]

expand_less