Ribuan Sopir Angkot Kepung Balai Kota Bogor, Tolak Penghapusan 1.940 Unit yang Ancam Nafkah Rakyat Kecil
- account_circle AG
- calendar_month Kam, 22 Jan 2026
- visibility 104
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id, Bogor Raya, 22 Januari 2026| Ribuan sopir angkutan kota (angkot) dari berbagai trayek mengepung Balai Kota Bogor, pada Kamis (22/1/2026). Aksi besar- besaran ini digelar sebagai bentuk perlawanan terhadap rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor yang akan menghapus 1.940 unit angkot dengan dalih usia kendaraan, kebijakan yang dinilai mengancam mata pencaharian ribuan kepala keluarga.
Sejak pagi hari, massa sopir angkot datang secara beriringan dan memarkirkan kendaraan mereka di halaman Balai Kota hingga sepanjang bahu jalan di sekitar lokasi aksi. Spanduk, poster, dan pengeras suara menjadi alat perlawanan simbolik para sopir yang merasa kebijakan tersebut lahir tanpa keberpihakan pada angkutan rakyat. Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
Dari atas mobil komando, kritik keras diarahkan langsung kepada Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Massa menilai kebijakan penghapusan angkot justru bertolak belakang dengan narasi keberpihakan kepada rakyat kecil dan berpotensi menciptakan persoalan sosial baru di tengah masyarakat.

Foto : Ribuan Sopir Angkot Kepung Balai Kota Bogor
Koordinator aksi dari Trayek 03, Ganda, menegaskan bahwa penghapusan ribuan unit angkot sama artinya dengan memutus sumber penghidupan ribuan keluarga yang selama puluhan tahun menggantungkan hidup di sektor transportasi rakyat.
“Jika angkot dihapus, bukan hanya kendaraan yang dimatikan, tapi juga dapur ribuan keluarga. Pemerintah tidak boleh mengambil kebijakan sepihak tanpa solusi nyata,” tegas Ganda di hadapan massa.
Menurutnya, tawaran pengalihan sopir angkot ke moda transportasi massal seperti BisKita dinilai tidak realistis dan jauh dari kata solusi. Jumlah armada yang terbatas dianggap tidak sebanding dengan jumlah sopir angkot yang terdampak kebijakan tersebut.
“Armada BisKita sangat terbatas. Tidak mungkin ribuan sopir angkot bisa terserap. Ini bukan solusi, tapi pengalihan masalah,” tambahnya.

Foto : Dari atas mobil komando, kritik keras diarahkan langsung kepada Wali Kota Bogor, Dedie A.Rachim.
Dalam aksi tersebut, para sopir menyampaikan sejumlah tuntutan tegas kepada Pemkot Bogor, di antaranya perpanjangan batas usia operasional angkot hingga tahun 2030, pembukaan kembali program peremajaan angkutan sesuai Perda Nomor 3 Tahun 2023, serta keberlanjutan kebijakan reduksi dan rerouting yang lebih berpihak pada keberlangsungan angkutan rakyat.
Pantauan di lapangan menunjukkan puluhan unit angkot memenuhi halaman Balai Kota Bogor, sementara sebagian lainnya berjajar di bahu jalan kawasan sekitar. Meski massa aksi cukup besar, arus lalu lintas di sekitar lingkar Kebun Raya Bogor terpantau tetap ramai lancar.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan sopir angkot masih bertahan menunggu respons resmi dari Pemkot Bogor untuk melakukan audiensi dan mencari solusi konkret atas polemik penghapusan angkutan tua yang dinilai sarat persoalan sosial tersebut.[]
- Author: AG
- Editor: Redaksi
- Source: AG






At the moment there is no comment