Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Greenpeace: Deforestasi 40 Tahun Picu Banjir dan Longsor Mematikan di Sumatra

Greenpeace: Deforestasi 40 Tahun Picu Banjir dan Longsor Mematikan di Sumatra

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
  • visibility 153
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 23 Januari 2026| Kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan dan eksploitasi sumber daya alam turut berkontribusi langsung terhadap meningkatnya frekuensi dan skala bencana ekologis di Indonesia. Dilansir dari harian merdeka, Banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatra bukan semata akibat faktor alam, melainkan dari runtuhnya daya dukung lingkungan akibat deforestasi masif yang berlangsung puluhan tahun.

Direktur Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak mengatakan bahwa bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat merupakan peringatan keras atas krisis ekologis yang telah lama diabaikan. Hal tersebut menjadi bencana ekologis paling mematikan dalam sejarah Indonesia.

“Hampir dua bulan terakhir ini kita tersadarkan, diperingatkan keras oleh sebuah bencana hidrometeorologis, bencana ekologis yang paling mematikan dalam sejarah bencana-bencana ekologis Indonesia, yaitu banjir dan longsor yang masif di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujarnya dalam Konferensi Pers RUU MA: Masyarakat Adat 16 Tahun Tanpa Payung Hukum, (21/1).

Leo menekankan, hutan-hutan alam yang rusak tersebut pada dasarnya merupakan hutan yang selama ini dikelola oleh masyarakat adat. Namun, dalam empat dekade terakhir, hutan-hutan adat itu secara sistematis beralih fungsi dan dikuasai oleh berbagai industri ekstraktif dengan legitimasi negara.

“Hutan-hutan tersebut sudah secara masif selama 40 tahun atau empat dekade terakhir dirusak karena dengan restu negara dikuasai oleh berbagai jenis industri ekstraktif dari logging, industri bubur kayu, berbagai jenis tambang, dan kelapa sawit,” ujarnya.

Menurutnya, deforestasi masif yang terjadi telah menghilangkan fungsi hutan sebagai penyangga ekologis. Padahal, jika hutan-hutan tersebut tetap berada dalam pengelolaan masyarakat adat dengan praktik berkelanjutan, dampak bencana tidak akan sedemikian masif dan mematikan.

“Ini perlu menjadi refleksi, menjadi pengingat yang keras bagi pemerintah dan juga berbagai aktor industri bahwa hutan-hutan adat dan penjaganya yaitu masyarakat adat harus diberikan kewenangan untuk menjalankan praktik-praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” ucapnya.

Selain itu, Leo menyampaikan bahwa tragedi ekologis di Sumatra berpotensi terulang di wilayah lain apabila pola eksploitasi sumber daya alam terus dipertahankan. Papua dan kawasan adat lainnya disebut berada di ambang risiko yang sama jika negara terus membiarkan industri ekstraktif mengambil alih wilayah adat dan menyingkirkan masyarakat setempat.

“Bila terus dibiarkan industri-industri ekstraktif mengambil alih hutan-hutan adat dan mendepak masyarakat adat dari wilayah-wilayah adatnya. Bencana ada di depan mata, kalau ini diteruskan,” tegasnya.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Safari Jumat Kamtibmas, Kapolsek Kedung Waringin, Jalin Kedekatan dengan Masyarakat Untuk Membangun Hubungan Harmonis

    • calendar_month Jum, 19 Sep 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 283
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 19 September 2025 – Guna memperkuat hubungan antara aparat Kepolisian dengan masyarakat serta sebagai upaya membangun suasana yang harmonis, aman, dan religius di lingkungan tugas, jajaran Polsek Kedung Waringin menggelar kegiatan Safari Jumat Kamtibmas yang berlangsung di Masjid Nurul Yaqien kp Bojong RT 003/002 desa Bojongsari kecamatan Kedung Waringin kabupaten Bekasi. […]

  • Putusan Hakim PN Semarang Dinilai Janggal, Kuasa Hukum Bela Puspasari Tempuh Jalur Banding

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 142
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Semarang| Putusan Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang menjatuhkan hukuman 2,6 tahun penjara kepada Bela Puspasari atas kasus dugaan penggelapan dana di PT Terang Jaya Anugerah menuai kecaman keras dari kuasa hukumnya. Mereka menilai putusan majelis hakim yang diketuai H. Muhammad Anshar Majid, dan beranggotakan Dame Parulian Pandiangan, S.H., dan Salman Alfaris, S.H., sarat kejanggalan dan […]

  • Kementerian ATR/BPN Targetkan Penuntasan Konsolidasi Tanah 2025 di Seluruh Indonesia

    • calendar_month Rab, 10 Des 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 126
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 10 Desember 2025| Pada penghujung tahun 2025, Konsolidasi Tanah di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan (PTPP) menyisakan satu tahapan akhir. Terkait hal tersebut, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berkomitmen mempercepat penyelesaian Konsolidasi Tanah sebagai bagian dari upaya menata ruang, mengentaskan kawasan kumuh, serta meningkatkan kualitas permukiman dan nilai […]

  • Unit K-9 SAR Baharkam Polri Diterjunkan ke Polda Nangroe Aceh Darussalam

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 69
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 5 Desember 2025| Direktorat Samapta Bhayangkara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri telah menerjunkan satu unit anjing pelacak (K-9) untuk mendukung operasi pencarian dan pertolongan (SAR) di wilayah hukum Polda Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Unit elite K-9 SAR ini dikirimkan untuk memperkuat potensi pencarian dan penyelamatan yang mungkin dibutuhkan di wilayah tersebut. Tim yang […]

  • 9 Orang WNI Tewas Dalam Tragedi Kebakaran Apartemen Wang Fuk Court Hong Kong

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 549
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 November 2025| Jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban tewas dalam kebakaran Apartemen Wang Fuk Court di Hong Kong meningkat menjadi sembilan orang, berdasarkan data terbaru Hong Kong Police Force pada Minggu (30/11). Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan bahwa terdapat tambahan dua korban meninggal dan satu korban luka, sehingga total WNI yang […]

  • Dukung Penguatan Dakwah Nasional, Kantor Pertanahan Kota Medan Ucapkan Selamat atas Pelantikan KH. Akhmad Khambali

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 46
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 29 Januari 2026| Kantor Pertanahan Kota Medan menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses atas dilantiknya KH. Akhmad Khambali, S.E., M.M. sebagai Pokja Distribusi, Pembinaan Dakwah dan Dakwah Khusus Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Ucapan ini disampaikan sebagai bentuk apresiasi dan dukungan atas amanah baru yang diemban. Pelantikan tersebut menjadi momentum penting dalam penguatan […]

expand_less