Perjanjian Nuklir Rusia – AS Bubar, Dunia Hadapi Ancaman Senjata Nuklir
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar

Tegarnrws.co.id-Jakarta, 8 Februari 2026| Perjanjian pengendalian senjata nuklir terakhir antara Amerika Serikat dan Rusia, New START, resmi berakhir pada Kamis (5/2/2026).
Pemerintah Rusia menyatakan tidak lagi terikat oleh batasan jumlah hulu ledak nuklir, meski menegaskan akan bertindak secara bertanggung jawab. Namun, Moskow memberi peringatan siap mengambil tindakan balasan tegas jika keamanan nasional terancam.
Presiden Vladimir Putin sebelumnya sempat menawarkan untuk tetap mematuhi batasan selama satu tahun, tetapi tidak mendapat tanggapan formal dari Washington.
Runtuhnya New START memicu kekhawatiran internasional. Paus Leo XIV mendesak agar kedua negara tidak meninggalkan instrumen ini tanpa tindak lanjut konkret. Direktur Eksekutif ICAN, Melissa Parke, memperingatkan bahaya nyata berupa percepatan perlombaan senjata nuklir, dengan potensi peningkatan jumlah hulu ledak, sistem pengiriman, dan latihan militer. Kondisi ini dinilai bisa menekan negara nuklir lain untuk mengikuti langkah serupa, memperbesar risiko instabilitas global.[]
- Penulis: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Sumber: Asep Suherman



Saat ini belum ada komentar