Breaking News
light_mode
Home » Opini » Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

Habiburokhman, Perisai Listyo Sigit dan Senjakala Reformasi Polri

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 14 Feb 2026
  • visibility 50
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta 14, Februari 2026| ​Ada pemandangan ganjil di koridor kekuasaan kita hari ini. Di saat Presiden Prabowo Subianto secara tersirat menyatakan ketidakpuasan terhadap kinerja Polri dengan membentuk Tim Percepatan Reformasi Polri, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, justru tampil sebagai “benteng terakhir” yang menjaga status quo.

Peran Habiburokhman belakangan ini bukan lagi terlihat sebagai pengawas ( watchdog ), melainkan lebih mirip sebagai juru bicara atau bahkan personal bodyguard politik bagi Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

Setidaknya ada empat momentum yang mengonfirmasi bahwa ada “sesuatu” yang sangat kuat mengikat kepentingan antara Senayan dan Trunojoyo.

Mengunci Status “Superbody” Polri

​Poin fundamental yang diperjuangkan Habiburokhman adalah memastikan status dan kedudukan Polri tetap mutlak di bawah Presiden. Dalam rapat Komisi III, ia dengan gigih menyatakan dukungannya terhadap status ini. ​Bagi publik, ini bukan sekadar soal administrasi negara. Dengan mengunci Polri langsung di bawah Presiden, Habiburokhman secara efektif menutup pintu bagi kementerian mana pun untuk mengaudit atau mengintervensi Polri secara struktural. Ini adalah upaya mempertahankan keistimewaan mutlak institusi agar tetap menjadi “superbody” yang hanya bisa disentuh oleh Presiden-yang kita tahu memiliki agenda nasional sangat padat-dan tentu saja oleh Komisi III sebagai satu-satunya pintu kontrol parlemen.

Perpol 10 Tahun 2025: Legalisasi Dwifungsi Modern?

Sikap pasang badan Habiburokhman mencapai puncaknya saat ia membela habis-habisan Perpol Nomor 10 Tahun 2025. Peraturan ini memungkinkan anggota Polri menduduki jabatan di kementerian/lembaga dengan dalih penugasan.

Jika Polri tetap berada langsung di bawah Presiden dan personelnya menyebar ke berbagai lembaga sipil, maka yang tercipta adalah gurita kekuasaan. Habiburokhman menutup mata bahwa hal ini bertentangan dengan semangat reformasi 1998 yang ingin memisahkan fungsi keamanan dari wilayah sipil. Dengan mendukung penuh Perpol ini, Habiburokhman seolah sedang merestu pembentukan “negara dalam negara” di bawah kepemimpinan Listyo Sigit.

Narasi “Loyalitas” sebagai Tameng Kritik

​Ketika mantan Panglima TNI menuding ada aroma pembangkangan (makar) dalam pernyataan Kapolri yang bersikeras mempertahankan posisi Polri langsung di bawah Presiden “sampai titik darah penghabisan,” Habiburokhman adalah orang pertama yang pasang badan. Ia menjamin loyalitas Listyo Sigit 100 persen kepada Presiden Prabowo. ​Namun, publik yang kritis tentu bertanya: Loyalitas kepada siapa? Kepada agenda besar Presiden untuk mereformasi institusi, atau loyalitas untuk mempertahankan kursi demi mengamankan jejaring kepentingan? Dengan mengatakan Sigit sangat loyal, Habiburokhman seolah-olah mengirim pesan kepada Prabowo: “Jika Anda mengganti Listyo Sigit, Anda membuang orang paling setia.” Ini adalah taktik cerdik untuk menyandera narasi reformasi di tingkat pimpinan.

Delegitimasi Suara Kritis: Upaya Mengunci Mata Presiden

Ketika para tokoh-tokoh kritis, Abraham Samad, Said Didu, Syahganda Nainggolan dan peneliti Siti Zuhro mendesak pergantian pucuk pimpinan sebagai prasyarat mutlak perbaikan sistemik, Habiburokhman justru mereduksinya menjadi persoalan sentimen pribadi dengan mengatakan sebagai “salah kaprah”, “tendensius” “subyektif” dan bersudut pandang sempit. Bagaimana
mungkin seorang Ketua Komisi III menutup mata terhadap rentetan skandal besar yang mencoreng citra Polri di era Listyo Sigit? Menolak pergantian pimpinan di tengah kegagalan sistemik dan degradasi kepercayaan publik bukan hanya sebuah “kemunduran,” melainkan bentuk pengkhianatan terhadap mandat pengawasan parlemen.

Ada Apa dengan Habiburokhman dan Listyo Sigit?

​Pertanyaan besar ini hanya bisa dijawab dengan melihat adanya potensi simbiose mutualisme. Pembelaan mati-matian terhadap status Polri langsung di bawah Presiden mengindikasikan ketakutan kolektif: bahwa jika kursi nomor satu di Trunojoyo berganti ke tangan orang yang benar-benar independen, maka zona nyaman yang selama ini dinikmati oleh oknum di parlemen akan runtuh.

​Presiden Prabowo berada di persimpangan jalan. Jika ia membiarkan narasi Habiburokhman menang, maka Tim Percepatan Reformasi Polri hanya akan menjadi sekadar “gincu” politik tanpa taring.

Rakyat tidak butuh perisai untuk melindungi pejabat; rakyat butuh institusi yang bersih. Dan itu tidak akan pernah tercapai selama pengawas dan yang diawasi masih asyik “saling pasang badan” untuk menjaga kekuasaan tetap tak tersentuh.[]

Oleh: Nazaruddin

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo  Regional 1 Mengadakan Pertandingan Persahabatan Tenis Dengan Pelindo Grub  Wilayah Medan  Dan Sekitar nya

    • calendar_month Kam, 15 Mei 2025
    • account_circle Darmayanti
    • visibility 162
    • 0Comment

      Tegarnews.co.id – Sibayak | 15 Mei 2025  Dalam rangka mempererat tali silaturahmi serta membangun semangat kebersamaan antar pegawai, Pelindo Regional 1 mengadakan pertandingan persahabatan tenis bersama Pelindo Grup wilayah Medan dan sekitarnya. Kegiatan ini berlangsung di Sibayak Berastagi 11 Mei 2025, dan diikuti oleh para pegawai dari berbagai entitas Pelindo di kawasan tersebut. Pertandingan […]

  • Petugas Imigrasi & AMP: Awak Media Gagalkan Keberangkatan Dua Sejoli Calon Admin Judi Online

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Syarif Hidayatullah
    • visibility 298
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta, 25 Oktober 2025 | Dua sejoli yang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural atau ilegal digagalkan keberangkatannya ke Kamboja oleh petugas imigrasi dan awak media di Terminal 2, Bandara Internasional Soekarno–Hatta. Sabtu, (25/10/2025). Kecurigaan bermula saat petugas imigrasi melakukan pemeriksaan manual kepada para calon penumpang dan menemukan paspor keduanya memiliki tanda / cap blacklist […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Parung Perkuat Sinergi Dengan Masyarakat Binaan Melalui Silaturahmi

    • calendar_month Kam, 22 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 152
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam rangka meningkatkan keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polsek Parung, Bhabinkamtibmas Aiptu Sutopo melakukan kunjungan silaturahmi ke masyarakat Desa binaan pada Rabu, 21 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan upaya nyata polisi untuk mempererat komunikasi dan kepercayaan dengan warga. Kunjungan ini dilakukan dengan pendekatan langsung kepada warga di beberapa titik Desa binaan, guna menyampaikan […]

  • Food Estate vs. Hutan Adat: Antara Swasembada yang Dijanjikan dan Pengorbanan yang Tak Terhitung

    • calendar_month Sel, 19 Mei 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 71
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Papua, 19 Mei 2026 | Di atas kertas, program food estate di Merauke terdengar mulia: swasembada pangan, ketahanan energi, dan percepatan pembangunan di timur Indonesia. Pemerintah bahkan berencana mengerahkan 100 batalyon infanteri baru untuk mengamankan proyek strategis nasional ini. Targetnya menggoda: cetak sawah satu juta hektar, perkebunan tebu seluas lebih dari 600.000 hektar […]

  • Wilson Lalengke Ambil Kartu Pass Masuk Gedung PBB, Siap Berpidato di Forum Internasional

    • calendar_month Rab, 8 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 574
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-New York, 9 Oktober 2025| Aktivis HAM dan tokoh pers Indonesia, Wilson Lalengke, resmi mengambil kartu pass masuk Gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pagi ini sebagai bagian dari persiapan menjelang pidatonya di forum internasional bergengsi tersebut. Langkah ini menandai momen penting dalam keterlibatan Indonesia di panggung diplomasi global. Wilson dijadwalkan menyampaikan pidato yang akan menyoroti isu-isu […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Parungpanjang Sambangi Warga Desa Cibunar, Ajak Warga Aktif Jaga Kamtibmas

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam upaya mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas keamanan, Bhabinkamtibmas Polsek Parungpanjang Polres Bogor, Aiptu Iyus Nurlubis, melaksanakan kegiatan sambang warga di Kampung Gang Mesjid RT 01 RW 04, Desa Cibunar, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, pada Kamis (03/07/2025). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi pendekatan langsung yang dilakukan oleh jajaran Polres Bogor guna […]

expand_less