Ulama, Diplomat, hingga Menteri: Mengenal Salim Segaf Al-Jufri, Sosok Teduh di Balik Layar PKS!
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 2 hour ago
- visibility 9
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 11 Maret 2026 | Di tengah dinamika politik nasional yang sering kali memanas, sosok Dr. H. Salim Segaf Al-Jufri, Lc., M.A., muncul sebagai penyejuk. Dikenal dengan pembawaannya yang tenang dan tutur kata yang santun, pria kelahiran Surakarta, 17 Juli 1954 ini bukan sekadar politikus biasa. Ia adalah kombinasi langka antara kedalaman ilmu agama, ketajaman diplomasi, dan pengalaman manajerial di pemerintahan.
Sebagai Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Dr. Salim adalah nakhoda ideologis yang menjaga arah perjuangan partai agar tetap berakar pada nilai-nilai keumatan dan kebangsaan.
Jejak Diplomasi di Tanah Suci
Sebelum menduduki kursi menteri, dunia mengenal Salim Segaf sebagai wajah Indonesia di Timur Tengah. Berbekal latar belakang pendidikan doktoral dari Universitas Islam Madinah, ia dipercaya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menjadi Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Oman (2005–2009).
Di sana, ia bukan hanya menjadi penghubung formal antarnegara, tetapi juga jembatan kultural. Kedekatannya dengan para petinggi di Arab Saudi memudahkan berbagai urusan krusial, mulai dari pelayanan jamaah haji hingga perlindungan tenaga kerja Indonesia. Diplomasi yang ia jalankan dikenal elegan dan sangat dihormati.
Sang Menteri yang Terjun ke Akar Rumput
Keberhasilannya di jalur diplomasi membawanya pulang ke tanah air untuk mengabdi di Kabinet Indonesia Bersatu II. Menjabat sebagai Menteri Sosial RI (2009–2014), Salim Segaf bertransformasi menjadi pelayan masyarakat yang tak segan turun langsung ke pelosok.
Selama lima tahun kepemimpinannya di Kementerian Sosial. Ia fokus pada penguatan jaring pengaman sosial. Program-program pemberdayaan masyarakat miskin, penanganan bencana, hingga perlindungan kaum disabilitas menjadi prioritas utamanya. Ia membuktikan bahwa kebijakan negara harus memiliki “hati” dan keberpihakan pada mereka yang lemah.
“Begawan” di Balik Layar PKS
Di internal PKS, posisi Dr. Salim sangatlah sentral namun tetap membumi. Sebagai Ketua Majelis Syuro, ia adalah rujukan tertinggi dalam pengambilan keputusan strategis partai. Di balik layar, ia dikenal sebagai sosok ayah bagi para kader—yang lebih banyak mendengarkan daripada memerintah.
Kepiawaiannya memimpin tidak lepas dari pengalamannya sebagai akademisi. Ia merupakan pengajar yang disegani di UIN Syarif Hidayatullah, LIPIA, dan berbagai lembaga pendidikan tinggi Islam lainnya. Baginya, politik adalah ruang untuk mempraktikkan ilmu demi kemaslahatan publik.
Dedikasi Internasional dan Integritas
Tak hanya di dalam negeri, pengaruh Dr. Salim merambah ke dunia internasional melalui perannya sebagai Direktur Perwakilan World Assembly of Muslim Youth (WAMY) untuk Kawasan Asia Timur dan Tenggara. Hal ini menunjukkan bahwa integritas dan pemikirannya diakui secara global.
Kini, di masa purnatugasnya sebagai menteri, Dr. Salim tetap aktif memberikan pencerahan bagi bangsa. Sosoknya menjadi pengingat bahwa politik bisa dijalankan dengan cara yang teduh, bermartabat, dan tetap setia pada nilai-nilai ketuhanan serta kemanusiaan.[☆]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Wikipedia



At the moment there is no comment