Presiden Prabowo Subianto Melontarkan Bahasa Lebih Baik Uang Untuk Makan Rakyat daripada di Korupsi!
- account_circle Rls/M.Ifsudar
- calendar_month 1 minute ago
- visibility 1
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta 23 Maret 2026 | Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menyatakan lebih baik anggaran yang ada untuk memberi makan rakyat daripada dikorupsi.
Prabowo Subianto, dalam sebuah wawancara, yang keterangan tertulisnya diterima Minggu, Ia juga mengatakan hal-hal tersebut dilakukan sebagai bentuk keberpihakan yang nyata negara kepada rakyat, khususnya kepada anak-anak dan kelompok rentan.
Dalam program ini tidak hanya ditujukan untuk mengatasi persoalan gizi dan gizi buruk, tetapi juga menjadi bagian-bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus penggerak untuk ekonomi rakyat.
Di tengah-tengah berbagai macam kritik dan tantangan fiskal Presiden, menegaskan program ini tetap akan terus berjalan serta menjadi prioritas karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.
“Saya akan bertahan sebisa dan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan.
Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya turun ke desa-desa, saya melihat langsung.
Saya pernah bertanya kepada seorang anak, umurmu berapa ucapnya ? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya yakin saya berada di jalan yang benar. uang kita ada,” kata Prabowo Subianto.
Selain dampak sosial, Presiden menekankan program MBG juga memiliki dampak ekonomi yang luas melalui penciptaan lapangan pekerjaan
di berbagai sektor, mulai dari dapur-dapur produksi hingga rantai pasok pangan.
(MBG) nanti di puncaknya kita
akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Disetiap dapurnya mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta pekerja,” ucap Prabowo.
Disetiap dapur menciptakan langsung vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” ujarnya.
Terkait berbagai kritikan dan temuan di lapangan, Presiden langsung mengakui masih medapati kekurangan dalam implementasi program.
namun pemerintah telah mengambil langkah-langkah tegas untuk melakukan penertiban.
ia juga mengatakan adanya seribuan, lebih seribu (dapur-dapur) yang sudah kita tutup,” terangnya.
Presiden Prabowo juga menegaskan
pembiayaan program ini jelas tidak berasal dari hutang baru, melainkan dari efisiensi dan pengurangan kebocoran anggaran negara.
“Kita ada uang ? tinggal bagaimana kita organisir,kita kurangi kebocoran-kebocoran tegas Prabowo Subianto.
Menurut Presiden Prabowo, kebijakan ini merupakan bagian dari upaya-upaya memastikan manfaat ekonomi benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya kelompok bawah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.
“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” pungkasnya.[☆]
- Author: Rls/M.Ifsudar
- Editor: Redaksi
- Source: Idham Kholid






At the moment there is no comment