Pascalebaran, Antrean Donor Membludak, Kepedulian Warga Jawab Krisis Stok Darah
- account_circle AG
- calendar_month 13 minute ago
- visibility 4
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Bogor, 30 Meret 2026 | Pascaperayaan Idul Fitri, lonjakan kebutuhan darah di berbagai fasilitas kesehatan mendorong masyarakat untuk bergerak cepat. Di kantor Palang Merah Indonesia (PMI), Kota Bogor. Pemandangan antrean panjang warga yang hendak mendonorkan darah menjadi potret nyata tingginya solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Sejak pagi hari, puluhan hingga ratusan warga terlihat datang silih berganti. Mereka rela mengantre demi satu tujuan mulia membantu sesama yang sedang membutuhkan darah. Kondisi ini tak lepas dari menipisnya stok darah selama masa libur Lebaran, di mana aktivitas donor sempat menurun sementara kebutuhan di rumah sakit tetap tinggi.
Fenomena ini menjadi angin segar sekaligus harapan, bahwa kepedulian masyarakat tidak pernah padam. Justru setelah momen kebersamaan Idul Fitri, semangat berbagi kembali tumbuh dan diwujudkan melalui aksi nyata.
Di tengah ramainya antrean, sosok Abdul Rahmat Saleh menjadi perhatian. Ia bukan pendonor biasa. Dengan langkah tenang dan penuh keyakinan, ia kembali menjalani proses donor darah untuk yang ke-99 kalinya sebuah angka yang tidak hanya mencerminkan konsistensi, tetapi juga dedikasi luar biasa dalam aksi kemanusiaan.
Bagi Abdul Rahmat Saleh, donor darah bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati yang sudah melekat dalam kehidupannya.
“Saya memulai donor darah dari keinginan sederhana untuk membantu sesama. Dari situ saya merasakan bahwa setetes darah yang kita berikan bisa menjadi harapan bagi orang lain. Lama-lama ini bukan lagi kewajiban, tapi sudah menjadi bagian dari hidup saya,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa aksi donor darah tidak membutuhkan hal besar, cukup niat dan kepedulian.
“Kita mungkin tidak kenal siapa yang menerima darah kita, tapi justru di situlah letak keikhlasannya. Bisa saja yang kita bantu adalah orang tua, anak-anak, atau siapa pun yang sedang berjuang untuk hidup. Selama saya masih diberi kesehatan, saya akan terus donor. Ini adalah cara kecil saya untuk memberi arti bagi orang lain,” lanjutnya.
Menjelang capaian ke-100 kali donor, Abdul Rahmat Saleh berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak untuk ikut berpartisipasi.
“Harapan saya sederhana, semoga semakin banyak yang sadar bahwa donor darah itu penting dan sangat dibutuhkan. Jangan menunggu momen tertentu. Kalau kita mampu, lakukan. Karena satu kantong darah bisa menyelamatkan nyawa,” ujarnya.
Pihak PMI sendiri menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat pascalebaran. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa kebutuhan darah bersifat terus-menerus, sehingga diperlukan konsistensi dari para pendonor.
Antrean panjang ini bukan sekadar keramaian sesaat, melainkan simbol kuat bahwa di tengah berbagai kesibukan dan dinamika kehidupan, rasa kemanusiaan masih tumbuh subur.
Di balik setiap tetes darah yang didonorkan, tersimpan harapan, kehidupan, dan bukti nyata bahwa kepedulian masih menjadi kekuatan terbesar masyarakat.[]
- Author: AG
- Editor: Redaksi
- Source: AG






At the moment there is no comment