Selasa, Juli 7, 2026
tegarnews.co.id
Advertisement
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Opini

Diplomasi “Dompet Kosong” Ala Prabowo di Selat Hormuz

Chairul Husen by Chairul Husen
1 April 2026
in Opini
0
Diplomasi “Dompet Kosong” Ala Prabowo di Selat Hormuz
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id – Jakarta, 1 April 2026 | Berita Internasional ramai membicarakan soal “ogahnya” Indonesia “menolak” atau setidaknya menunda membayar iuran keanggotaan di Board of Peace (BOP) bentukan Donald Trump. Mungkin ada sisi baiknya, setidaknya di mata Iran.

Bagi Iran, penolakan iuran berarti perlawanan bagi Paman Donald dan itu tiket dua tanker Pertamina melewati Selat Hormuz. Tapi bagi Paman Donald, penolakan iuran Indonesia di BOP berarti sikap “mencla-mencle” Presiden Prabowo Subianto.

You might also like

BUMN Bukan Tempat Bagi-Bagi Jabatan!

Indonesia Darurat Korupsi! “Tuntutan Transparansi Anggaran Negara”

Harta Bahlil Rp337 Miliar Naik Terus, Sementara RKAB Pengusaha Kaltim & Daerah Lain ‘Dikerjain’

Atau karena ada jaminan kapal tanker Iran yang ditahan Bakamla karena isu pencemaran lingkungan bakal dilepas, tidak jadi dilelang dan dikembalikan kepada Iran?

Justru alasan terakhir inilah yang mungkin lebih kuat diperbolehkannya dua tanker Pertamina melalui Selat Hormuz daripada soal “mencla-mencle”-nya Indonésia tidak membayar iuran BOP.

Memang ada pameo tua sih, “jika Anda ingin selamat dari kepungan serigala, janganlah terlihat seperti singa yang menantang, tapi jadilah kancil yang terlihat sedang sakit”. Sepertinya, itulah yang sedang dimainkan Indonesia di Selat Hormuz hari ini.

Kabar dari Teheran menyebutkan dua kapal tanker kita akhirnya dilepas oleh Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Di saat kapal-kapal Barat gemetar menunggu nasib, tanker berbendera Merah Putih itu justru melenggang.

Pemerintah kita segera meniupkan trompet keberhasilan “diplomasi intensif” dan “netralitas aktif”. Sebuah narasi yang manis didengar telinga publik yang rindu akan kejayaan non-aligned movement.

Namun, di balik jabat tangan diplomatik yang hangat itu, mari kita tengok sejenak ke belakang, ke dalam rumah kita sendiri yang sedang riuh.

Itu tadi, beberapa waktu lalu, publik kita sempat dihebohkan oleh berita “pembangkangan” kecil yang dilakukan Indonesia terhadap tatanan hukum maritimnya sendiri, yakni ketidakmampuan atau ketidakmauan membayar iuran BOP sebesar Rp17 triliun. Angka yang demikian fantastis, yang bagi banyak pengamat adalah potret manajemen yang sedang terengah-engah.

Apakah mungkin Iran, sang dedengkot perlawanan global terhadap hegemoni Barat, melihat Indonesia bukan sebagai mitra strategis yang gagah, melainkan sebagai “kawan senasib dalam pembangkangan”?

Iran bertahan puluhan tahun dari sanksi Amerika karena mereka menolak membayar “upeti” kepatuhan pada sistem global. Sementara kita, barangkali tanpa sengaja, menunjukkan gestur serupa: jangankan membayar iuran keamanan laut dunia, bayar iuran pelabuhan sendiri pun kita kadang “khilaf”.

Ada semacam solidaritas bawah sadar antara negara yang sedang dipersekusi (Iran) dan negara yang sedang mengurus dompet yang bolong (Indonesia).

Bagi Teheran, mungkin mereka berpikir, “Buat apa menahan kapal bangsa yang iuran BOP saja belum lunas atau dilunasi? Mereka ini bukan antek kapitalis, mereka ini cuma sedang bingung mengatur pengeluaran dan mencari teman buat perlindungan.”

Tentu, pejabat kita akan membantah keras analisis satir ini. Mereka akan bilang ini murni karena “hubungan baik Jakarta-Teheran”. Tapi tengah kecamuk perang Israel-AS vs Iran, kadang kala kejujuran tentang kemiskinan atau ketidakmampuan justru menjadi perisai yang paling ampuh hahaha…

Sebut saja “blessing in disguise”. Kita selamat di Selat Hormuz bukan karena kita kuat, tapi karena kita tampak “tidak berdaya” dengan cara yang sangat manusiawi. Keberhasilan yang dipanen dari ketidakmampuan memenuhi kewajiban finansial membayar iuran BOP.

Dua tanker kita pulang dengan selamat, membawa minyak untuk mesin-mesin kita yang haus. Sementara di meja kerja Prabowo, angka Rp17 triliun itu masih membeku, menanti jawaban yang mungkin tak akan pernah datang secepat izin melintas dari IRGC.

Di dunia yang penuh dengan adu otot militer, kadang-kadang menjadi “pembangkang iuran” justru memberikan kita tiket gratis melewati zona perang, bahkan dengan melepas kembali tanker Iran yang sempat ditahan Bakamla.

Sebuah ironi yang menampar, tapi setidaknya, lampu di rumah kita tetap menyala malam ini dan tidak ada antrian sepeda motor yang kehabisan bensin di pom-pom bensin.[]

Oleh: Pepih Nugraha

Tags: 2HormuzIndonesiaKapalSelatTanker
Previous Post

Undang-Undang Hukuman Mati Baru Israel Memicu Kecaman Global, Wilson Lalengke: “Hormati Hak Asasi Manusia, Hapus RUU Ini”

Next Post

JANGKAR Resmi Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Perjalanan Dinas ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

BUMN Bukan Tempat Bagi-Bagi Jabatan!
Opini

BUMN Bukan Tempat Bagi-Bagi Jabatan!

by Heriyanto Server
6 Juli 2026
Indonesia Darurat Korupsi!  “Tuntutan Transparansi Anggaran Negara”
Opini

Indonesia Darurat Korupsi! “Tuntutan Transparansi Anggaran Negara”

by Heriyanto Server
6 Juli 2026
Harta Bahlil Rp337 Miliar Naik Terus, Sementara RKAB Pengusaha Kaltim & Daerah Lain ‘Dikerjain’
Opini

Harta Bahlil Rp337 Miliar Naik Terus, Sementara RKAB Pengusaha Kaltim & Daerah Lain ‘Dikerjain’

by Heriyanto Server
2 Juli 2026
Kebijakan Bagus di Kertas, Eksekusi yang Cermat dan Empati Terhadap Downstream
Opini

Kebijakan Bagus di Kertas, Eksekusi yang Cermat dan Empati Terhadap Downstream

by Heriyanto Server
17 Juni 2026
Kelurga Gubernur Kepung Jabatan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah
Opini

Kelurga Gubernur Kepung Jabatan di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah

by Heriyanto Server
16 Juni 2026
Next Post
JANGKAR Resmi Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Perjalanan Dinas ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor

JANGKAR Resmi Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Perjalanan Dinas ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

BCW Sebut Kenaikan Dana Reses DPRD Lebak Sebagai Bentuk Arogansi Kekuasaan

BCW Sebut Kenaikan Dana Reses DPRD Lebak Sebagai Bentuk Arogansi Kekuasaan

6 Maret 2026
Skandal DPMPTSP, KPP Bogor Raya Sebut Pemkot Bogor Sedang Bermain Api dengan Integritas Birokrasi

Skandal DPMPTSP, KPP Bogor Raya Sebut Pemkot Bogor Sedang Bermain Api dengan Integritas Birokrasi

10 Desember 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Muscab Serentak PAN Kota Bekasi: Mandor Uyung Serukan Persatuan Elemen Pemuda
Politik

Muscab Serentak PAN Kota Bekasi: Mandor Uyung Serukan Persatuan Elemen Pemuda

7 Juli 2026
Reformasi Regulasi APBN: Menkeu Rombak Aturan Anggaran, Akomodir Arahan Strategis Prabowo
Pemerintahan

Reformasi Regulasi APBN: Menkeu Rombak Aturan Anggaran, Akomodir Arahan Strategis Prabowo

7 Juli 2026
Bahlil Bongkar Alasan Importir Marah, Impor Bensin Indonesia Tembus 20 Juta Kiloliter
Bisnis

Bahlil Bongkar Alasan Importir Marah, Impor Bensin Indonesia Tembus 20 Juta Kiloliter

7 Juli 2026
Menteri Pertanian Gandeng UGM Garap Proyek Benih Kedelai Lokal Raksasa, Guna menekan Angka Impor
Pemerintahan

Menteri Pertanian Gandeng UGM Garap Proyek Benih Kedelai Lokal Raksasa, Guna menekan Angka Impor

7 Juli 2026
Kasus Dugaan Penipuan: Penanganan Dinilai Lambat, Pengacara Soroti Kenaikan Pangkat Anggota Polisi yang Terbukti Langgar Etik
Hukum

Kasus Dugaan Penipuan: Penanganan Dinilai Lambat, Pengacara Soroti Kenaikan Pangkat Anggota Polisi yang Terbukti Langgar Etik

7 Juli 2026
Aktivitas PETI di Lima Puluh Kota Diduga Libatkan Oknum APH, DPC GRIB Jaya Desak Kapolri dan Panglima TNI Turun Tangan
Info Daerah

Aktivitas PETI di Lima Puluh Kota Diduga Libatkan Oknum APH, DPC GRIB Jaya Desak Kapolri dan Panglima TNI Turun Tangan

7 Juli 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi Tegarnews
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News