Tegarnews.co.id – Jakarta, 7 Juli 2026 | Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyiapkan anggaran Rp 40 miliar untuk mendanai implementasi riset Universitas Gadjah Mada (UGM) guna menekan angka impor pertanian yang masih menembus Rp 300 triliun lebih. Kolaborasi taktis ini langsung masuk ke tahap eksekusi lapangan, bukan sekadar nota kesepahaman.
Tiga fokus utama proyek pangan strategis Kementan-UGM:
Uji Coba Kedelai 2.000 Hektare: Kementan melipatgandakan target awal UGM menjadi 2.000 hektare di Jawa Tengah dengan alokasi dana Rp 20 miliar. Benih lokal hasil riset ini diklaim non-GMO, memiliki butiran lebih besar, dan kualitasnya lebih baik dari komoditas impor. Target panen perdana dibidik pada akhir tahun 2026.
Pengembangan Multi-Komoditas: Kerja sama ini mencakup 5 hingga 6 komoditas strategis. Selain kedelai, proyek ini mengintegrasikan pengembangan bawang putih, kakao, pupuk, serta peternakan sapi perah unggulan yang dinamai Sapi GAMA.
Mengejar Swasembada Penuh: Dari 11 komoditas pangan strategis nasional, Indonesia tercatat telah swasembada di 8 komoditas. Rintisan benih bersama UGM ini difokuskan untuk menuntaskan rapor merah 3 komoditas tersisa yang masih bergantung pada pasar asing, khususnya kedelai dan bawang putih.
Jika uji coba skala masif ini berhasil, pemerintah berkomitmen memperluas area tanam kedelai lokal hingga mencapai 100.000 hektare demi mencapai kemandirian pangan total.(Rls/Red)














