Breaking News
light_mode
Home » Opini » Skandal di Balik Angka: Membedah ‘Brankas’ Rp420 Triliun dan Bom Waktu Perbankan Kita

Skandal di Balik Angka: Membedah ‘Brankas’ Rp420 Triliun dan Bom Waktu Perbankan Kita

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 12 hour ago
  • visibility 2
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 14 April 2026 | ​Di panggung megah kebijakan fiskal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa baru saja merilis sebuah angka yang sekilas tampak seperti oase di tengah gurun: Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp420 triliun. Namun, bagi mereka yang terbiasa membedah anatomi keuangan negara, angka ini bukan sekadar tabungan. Ini adalah sebuah “sirkus akuntansi” yang menyembunyikan inefisiensi sistemik dan subsidi siluman.

​Mari kita nyalakan lampu operasi dan membedah apa yang sebenarnya terjadi di balik tirai APBN dan sistem perbankan kita.

BAGIAN I: Anatomi Halusinasi Rp420 Triliun

​Saat APBN “berdarah” dengan defisit Rp240,1 triliun di kuartal pertama, memamerkan saldo ratusan triliun adalah sebuah ironi yang tajam. Inilah empat alasan mengapa uang tersebut adalah bukti “sakitnya” manajemen keuangan kita:

​1. Jebakan Bunga Negatif (The Negative Carry Trap)

​Uang ini bukan berasal dari surplus pajak yang melimpah, melainkan dari sisa penarikan utang (SBN) masa lalu. Bayangkan, negara meminjam uang dengan bunga tinggi (6,5% – 7%) menggunakan pajak rakyat, namun karena birokrasi macet, uang itu tak terpakai. Ironisnya, uang “nganggur” ini diparkir di bank dengan bunga deposito hanya 3-4%. Negara secara literal membakar selisih bunga setiap hari demi menumpuk uang tunai.

​2. Subsidi Siluman untuk Perbankan

​Mengapa Rp300 triliun ditaruh di bank umum dan hanya Rp100 triliun di Bank Indonesia? Jawabannya: Likuiditas. Perbankan kita sedang haus uang tunai karena daya beli kelas menengah merosot. Menaruh uang negara di bank umum adalah “napas buatan” bagi neraca bank. Bahkan, seringkali uang murah milik negara ini diputar kembali oleh bank untuk membeli surat utang negara baru yang bunganya lebih mahal. Sebuah sirkuit keuntungan bagi elit finansial.

​3. Fatamorgana Bantalan Krisis

​Pemerintah menyebut ini sebagai fiscal buffer. Namun, dengan tagihan utang jatuh tempo dan janji program besar di tahun 2026, saldo ini hanyalah bensin cadangan yang akan hangus dalam hitungan bulan untuk menambal defisit yang sudah menganga.

​4. Bukti Kelumpuhan Birokrasi

​SAL yang membengkak adalah rapor merah bagi kementerian teknis. Pajak disedot secara agresif dari rakyat, namun mesin eksekusi proyek macet. Uang terkunci di rekening, sementara ekonomi akar rumput mati kehausan likuiditas.

BAGIAN II: Ruang ICU Perbankan dan Kosmetik Akuntansi

​Jika Anda melihat laporan laba bank-bank raksasa yang tampak hijau royo-royo, waspadalah. Di bawah meja forensik, angka-angka cantik itu hanyalah bedak tebal di atas wajah yang pucat.

Misteri “Penghijauan” Utang

​Ada teknik sihir bernama Evergreening. Ketika korporasi raksasa gagal bayar, alih-alih mencatatnya sebagai kredit macet (NPL), bank melakukan restrukturisasi. Tenor diperpanjang, bunga didiskon, atau diberikan utang baru hanya agar mereka bisa membayar cicilan bulan ini. Status kredit kembali “Lancar” secara ajaib, meski sebenarnya perusahaan tersebut adalah “mayat berjalan”.

Lingkaran Setan BUMN dan Bank Pelat Merah

Kasus paling akut terjadi pada BUMN Konstruksi.

Mereka dipaksa membangun proyek yang tidak layak secara bisnis dengan pinjaman dari Bank BUMN (Himbara). Ketika proyek mangkrak, bank tidak berani menyita aset karena skandal politik. Akhirnya, utang terus digulung, dan uang tabungan rakyat pun terjebak dalam pusaran proyek gagal.

Lautan Kredit Berisiko (Loan at Risk)

​Jangan tertipu oleh angka NPL 2-3%. Bedahlah data Loan at Risk (LaR)—gabungan NPL dan kredit yang direstrukturisasi. Jika relaksasi ini dihentikan, ribuan “perusahaan zombie” akan tumbang seketika, dan bank akan mengalami pendarahan modal yang hebat.

Rakyat Kecil Sebagai Tumbal

​Bagaimana bank tetap untung? Melalui Net Interest Margin (NIM) tertinggi di dunia. Bank memeras kelas menengah lewat bunga KPR dan kredit UMKM yang mencekik, hanya untuk menambal lubang kerugian dari kredit macet para konglomerat dan proyek gagal.

KESIMPULAN: Dompet Tebal dari Kartu Kredit

​Memamerkan SAL Rp420 triliun saat APBN tekor adalah bentuk orkestrasi humas untuk menenangkan pasar. Realitanya, kita memiliki dompet yang terlihat tebal, namun isinya adalah hasil gesek tunai kartu kredit berbunga tinggi.

​Republik ini sedang menyimpan bom waktu di bawah karpet restrukturisasi. Bank-bank kita saat ini tak ubahnya ruang jenazah yang disetel sangat dingin agar bau kebangkrutan debitur raksasa tidak tercium publik. Jika bom ini meledak, sejarah akan berulang: rakyatlah yang akan dipaksa menambal lubang lewat pajak dan bailout APBN.[]

Pena yang Menolak Patah akan terus mengawal setiap angka yang berusaha menyembunyikan fakta.

Oleh: Hagia Sofia

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergitas TNI – POLRI Laksanakan Sambang Kamtibmas Tingkatkan Keamanan Lewat Patroli Dialogis Ke Warga Binaan Ajak Jaga Kamtibmas Yang Kondusif

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 101
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Dalam upaya menciptakan rasa aman dan nyaman di lingkungan wilayah Desa binaan, Bhabinkamtibmas Polsek Dramaga Polres Bogor Aiptu Endang SM bersama Babinsa Koramil 2113 Ciomas Pelda E. Supena melaksanakan patroli sinergitas dengan pendekatan dialogis ke warga Kp. Manggis Rt.03/04 Desa Dramaga Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, Kamis (05/06/2025). Kapolres Bogor Polda Jawa Barat AKBP Rio […]

  • Diduga Dipotong Sepihak, Dana BHP–BHR Desa di Bekasi Capai Rp320 Juta

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 65
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 26 Desember 2025– Dugaan pemotongan anggaran Bagi Hasil Pajak (BHP) dan Bagi Hasil Retribusi (BHR) yang dialami sejumlah desa di Kabupaten Bekasi kian menuai sorotan. Pemotongan yang diduga terjadi di akhir Tahun Anggaran 2025 tersebut disebut dilakukan tanpa pemberitahuan resmi, tanpa sosialisasi, dan tanpa adanya perubahan regulasi yang disampaikan kepada pemerintah […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Jonggol Sinergi Dengan TNI, Binpol PP, Dan Guru SMAN 2 Jonggol Untuk Jaga Kamtibmas

    • calendar_month Rab, 4 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 109
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Bhabinkamtibmas Polsek Jonggol, Aipda Margo Tri Basuki bersama Babinsa Serka Onang dan Binpol PP Lazwardi Nur Syafaat melaksanakan kegiatan sambang dan sinergi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, (3/6). Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan mengunjungi SMAN 2 Jonggol yang beralamat di Kampung Bengkok RT 02 RW 09, […]

  • Ketum FWJ Indonesia: Pasca Pengeroyokan Anggota Al Jabar, Zaky Dirawat Di RS Ciremai Cirebon

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 111
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta| Ketua umum Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia Mustofa Hadi Karya atau yang biasa disapa Opan akhirnya angkat bicara atas insiden yang terjadi terhadap kedua anggotanya di Paniis Mandirancan Kuningan Jawa Barat. Dia mengatakan kedua anggotanya itu benar adanya sebagai ketua kordinator wilayah (korwil) dan wakil ketua korwilnya di Kuningan Provinsi Jawa Barat. Mereka mengalami […]

  • Dulu Gembala Domba, Kini Jadi Gubernur Jabar! Inilah Kisah Perjuangan Kang Dedi Mulyadi Menuju Kursi Nomor Satu di Jawa Barat

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 45
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jawa Barat, 19 Februari 2026| Politik sering kali dianggap sebagai panggung bagi mereka yang lahir dengan sendok perak di mulutnya. Namun, perjalanan hidup Dedi Mulyadi—atau yang akrab disapa Kang Dedi (KDM)—mematahkan stigma tersebut. Siapa sangka, Gubernur Jawa Barat periode 2025–2030 ini memulai langkah hidupnya dari padang rumput sebagai seorang gembala domba. Masa Kecil: Peluh dan […]

  • Setelah Mafia Kayu Rp230 Miliar Terbongkar, Aktivis Minta Borneo Kayu Indonesia Buka Sumber Log

    • calendar_month Kam, 13 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 115
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-LEBAK, 13 November 2025| Setelah Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) menggagalkan upaya penyelundupan 4.610 meter kubik kayu ilegal dengan nilai ekonomi mencapai Rp 230 miliar, sorotan publik kini tertuju pada sejumlah perusahaan pengolahan kayu di Banten. Salah satunya adalah PT. Borneo Kayu Indonesia, yang beroperasi di wilayah Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak-Banten. Dalam keterangan resmi […]

expand_less