Aksi Massa di Disdik Sumsel, Dugaan Dana BOS Mengendap dan Praktik Suap Disorot
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 12 hour ago
- visibility 4
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Palembang, 14 April 2026 | Wibawa diuji di tengah anggaran pendidikan 20 persen era “, sekolah justru masih membebani orang tua dengan berbagai pungutan. Senin (13/4/2026), Lembaga Pemerhati Kebijakan menggelar aksi di kantor dinas, menyoroti dugaan pengendapan Dana BOS yang seharusnya meringankan biaya pendidikan.
Erik Syailendra menegaskan, Dana BOS bukan untuk disimpan. Dugaan itu menguat usai kasus di , di mana lebih dari Rp942 juta dibobol, sementara dana disebut belum digunakan hingga 2026.
Koordinator lapangan juga mengungkap dugaan praktik “bribery” dalam penunjukan kepala sekolah SMA/SMK di Sumsel.
Massa mendesak Kepala Dinas segera buka suara, transparan, dan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.
“Jangan diam. Ini bukan sekadar kelalaian, ada indikasi permainan,” tegas Rohman.
Aksi berlangsung tertib. Massa memastikan akan membawa laporan ini ke Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan dan mengawal hingga tuntas.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim Pewarta Indonesia Sumsel






At the moment there is no comment