Breaking News
light_mode
Home » Hukum » Pengacungan Senjata Api dan Keterlibatan Sipil dalam Operasi Pencarian Dipertanyakan AKPERSI Jabar

Pengacungan Senjata Api dan Keterlibatan Sipil dalam Operasi Pencarian Dipertanyakan AKPERSI Jabar

  • account_circle Husen
  • calendar_month 1 hour ago
  • visibility 6
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Bekasi, 1 Juni 2026– DPD Asosiasi Keluarga Pers Indonesia (AKPERSI) Jawa Barat mengecam keras dugaan tindakan intimidasi yang menyeret nama Ketua DPD APDESI Jawa Barat setelah muncul informasi mengenai pengacungan senjata api saat proses pencarian seseorang di wilayah Kabupaten Bekasi. Senin. (1/6/2026).

Ketua DPD AKPERSI Jawa Barat,Ahmad Syarifudin, C.BJ., C.EJ., menegaskan bahwa peristiwa tersebut telah memicu keresahan masyarakat sekaligus menimbulkan pertanyaan serius mengenai tujuan kedatangan rombongan, kapasitas pihak yang terlibat, serta dasar keterlibatan pihak non-aparat dalam kegiatan tersebut.

Ahmad Syarifudin menilai publik berhak mengetahui fakta yang sebenarnya. Ia meminta seluruh pihak yang terlibat membuka informasi secara terang dan tidak menyampaikan keterangan yang saling bertentangan.

Menurutnya, saat peristiwa berlangsung, pihak yang datang menyampaikan bahwa mereka sedang mencari seseorang bernama Ncek terkait persoalan pribadi. Namun setelah kejadian itu menjadi perhatian publik, muncul keterangan berbeda yang menyebut kedatangan tersebut hanya untuk mengantar petugas kepolisian karena aparat tidak mengenal orang yang dicari.

AKPERSI Jawa Barat menilai perbedaan keterangan tersebut telah memunculkan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Karena itu, organisasi pers tersebut meminta semua pihak memberikan penjelasan yang utuh, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Kami meminta seluruh pihak menjelaskan secara jujur apa yang sebenarnya terjadi. Masyarakat berhak mengetahui fakta yang sebenarnya. Jangan sampai muncul informasi yang berubah-ubah sehingga menimbulkan spekulasi baru di tengah publik,” tegas Ahmad Syarifudin.

AKPERSI Jawa Barat juga mempertanyakan alasan keterlibatan pihak non-aparat dalam proses pencarian seseorang yang menjadi target aparat penegak hukum. Organisasi tersebut meminta aparat menjelaskan secara rinci kapasitas dan peran setiap orang yang hadir saat kejadian berlangsung.

Menurut Ahmad Syarifudin, masyarakat perlu mengetahui apakah pihak yang ikut dalam kegiatan tersebut bertindak sebagai saksi, pendamping, pelapor, atau memiliki peran lain yang sah menurut hukum.

“Kami meminta penjelasan yang jelas mengenai kapasitas pihak yang ikut dalam kegiatan tersebut. Jangan sampai masyarakat menilai ada warga sipil yang menjalankan fungsi aparat penegak hukum atau ikut melakukan tindakan yang seharusnya menjadi kewenangan negara,” ujarnya.

AKPERSI Jawa Barat selanjutnya mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan pengacungan senjata api yang terjadi saat peristiwa berlangsung. Organisasi tersebut meminta penyidik memeriksa seluruh saksi, mengumpulkan alat bukti, serta menelusuri legalitas kepemilikan dan penggunaan senjata api yang diduga dibawa ke lokasi.

Menurut Ahmad Syarifudin, siapa pun yang membawa senjata api harus mematuhi aturan hukum yang berlaku. Ia menegaskan bahwa tidak seorang pun boleh menggunakan senjata api untuk menunjukkan kekuasaan, menekan pihak lain, atau menciptakan rasa takut di tengah masyarakat.

“Jika benar ada tindakan mengacungkan senjata api di hadapan warga, maka aparat harus bertindak tegas. Jangan ada perlakuan istimewa terhadap siapa pun. Hukum harus berdiri sama tinggi terhadap seluruh warga negara,” katanya.

AKPERSI Jawa Barat juga meminta aparat melakukan pemeriksaan internal terhadap seluruh anggota kepolisian yang hadir saat kejadian. Organisasi tersebut mendorong institusi kepolisian membuka hasil pemeriksaan kepada publik guna menjaga kepercayaan masyarakat.

Ahmad Syarifudin menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan transparansi. Menurutnya, keterbukaan informasi akan mencegah munculnya berbagai asumsi dan tuduhan yang dapat merugikan institusi negara.

“Kami mendukung penegakan hukum yang profesional. Justru karena kami menghormati institusi kepolisian, kami meminta agar setiap dugaan pelanggaran diperiksa secara terbuka dan objektif,” ujarnya.

Sebagai organisasi pers, AKPERSI Jawa Barat menegaskan komitmennya untuk mengawal persoalan tersebut hingga tuntas. Organisasi itu menyatakan tidak akan membiarkan praktik intimidasi, tekanan, maupun tindakan yang berpotensi membungkam fungsi kontrol sosial pers.

AKPERSI mengingatkan bahwa Undang-Undang Pers menjamin kemerdekaan pers sebagai bagian dari demokrasi. Karena itu, setiap tindakan yang menimbulkan rasa takut terhadap jurnalis maupun organisasi pers harus mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum.

Dalam pernyataan resminya, DPD AKPERSI Jawa Barat menyatakan sikap sebagai berikut:

Mengecam keras dugaan intimidasi dan pengacungan senjata api yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Mendesak aparat penegak hukum mengusut seluruh rangkaian peristiwa secara profesional dan transparan.

Meminta penyidik memeriksa legalitas kepemilikan serta penggunaan senjata api yang diduga dibawa saat kejadian.

Mendorong pemeriksaan terhadap seluruh aparat yang hadir guna memastikan tidak terjadi pelanggaran prosedur maupun penyalahgunaan kewenangan.

Menolak segala bentuk arogansi kekuasaan yang mengatasnamakan jabatan, organisasi, maupun kedekatan dengan aparat.

Menuntut keterbukaan informasi kepada masyarakat agar tidak muncul spekulasi yang merugikan semua pihak.

Menegaskan bahwa tidak ada seorang pun yang kebal hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Menutup pernyataannya, Ahmad Syarifudin menegaskan bahwa AKPERSI Jawa Barat akan terus mengawal proses hukum hingga seluruh fakta terungkap secara jelas.

“Kami tidak sedang mencari sensasi. Kami sedang memperjuangkan prinsip keadilan. Kami meminta aparat mengungkap fakta secara utuh, menegakkan hukum tanpa pandang bulu, dan memastikan tidak ada pihak yang menggunakan jabatan untuk melakukan intimidasi. Ketika hukum bekerja secara adil, masyarakat akan kembali percaya. Sebaliknya, jika persoalan ini dibiarkan tanpa kejelasan, kepercayaan publik terhadap penegakan hukum akan terus terkikis,” tegasnya.

  • Author: Husen
  • Editor: Husen
  • Source: AKPERSI

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senin Pagi, 109 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Masih Terendam Banjir

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle M. Dekra / Syarif H
    • visibility 390
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta| Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan sebanyak 109 RT dan 3 ruas jalan terendam banjir hingga Senin, (07/07/2025). Banjir sebelumnya telah merendam berbagai daerah di Jakarta sejak Minggu (6/7). Ratusan RT yang terendam banjir itu tersebar di Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur hingga Jakarta Barat. Berikut data wilayah terendam banjir hingga […]

  • Dana Desa Cilangkap Rp989 Juta Jadi Sorotan

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 161
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Lebak, 30 Agustus 2025– Kekecewaan masyarakat Desa Cilangkap, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Lebak, terhadap dugaan penyimpangan dana desa terus menguat. Besarnya anggaran yang diterima setiap tahun tidak berbanding lurus dengan realisasi pembangunan, terutama infrastruktur jalan yang kini kondisinya sangat memprihatinkan.   Sekretaris Jenderal (Sekjen) Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Peduli Keadilan, Obay Hendra Winandar, menegaskan […]

  • Presiden Prabowo Subianto: Komitmen Pemerintah Perkuat Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 58
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 26 November 2025| Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekonomi rakyat saat memimpin langsung evaluasi percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Markas Besar TNI, pada Selasa 25 November 2025. Kehadiran Presiden menunjukkan bahwa agenda koperasi bukan sekadar program pendukung, melainkan strategi nasional untuk membangun kemandirian ekonomi dari desa. Acara tersebut […]

  • Dua Orang Ancam Operator SPBU, Mengaku Wartawan Dan Paksa Minta BBM

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 135
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Rancaekek, 11 Juni 2025| (GMOCT)- Aksi dua orang yang mengaku sebagai awak media menghebohkan SPBU Al-masoem Dangdeur, Rancaekek pada 8 Juni 2025 pukul 23.30 WIB. Kedua orang tersebut, yang mengendarai sepeda motor Aerox biru, memaksa operator SPBU untuk mengisi BBM secara gratis. Informasi ini disampaikan oleh Asep NS, Pemimpin Redaksi Penajournalis.com dan Sekretaris Umum GMOCT […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Ciampea Bersama Babinsa Koramil 2114 Melaksanakan Kontrol Petugas Ronda Malam, Sampaikan Pesan Kamtibmas

    • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 152
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Untuk mencegah adanya gangguan kamtibmas di wilayah Hukum Polsek Ciampea Polres Bogor Polda Jabar, Bhabinkamtibmas Desa Cihideung Udik, melaksanakan kontrol kepada petugas ronda malam di Pos Ronda Kp.Pabuaran RT.001/005 Desa Cihideung Udik Kec. Ciampea Kab. Bogor Seperti yang dilakukan Bhabinkamtibmas Desa Cihideung Udik Aiptu Ateng Komara bersama Babinsa Serda Nanang Fahroji, pada hari Kamis […]

  • Anggota DPRD Cimahi Ditetapkan Tersangka Kasus Pencemaran Nama Baik, Terlapor Pilih Bungkam

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 130
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Cimahi, Jawa Barat 2 Juli 2025| (GMOCT)-Perseteruan antara anggota DPRD Cimahi Fraksi Gerindra berinisial BP dan AS, Ketua DPC PPP Cimahi, memasuki babak baru. Polres Cimahi telah menetapkan BP sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik. Informasi ini didapatkan GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) dari media online Sinarsuryanews.com. Penetapan tersangka tersebut berdasarkan laporan […]

expand_less