Breaking News
light_mode
Home » Opini » Baru Saja Dadan Dicopot, Jam Dua Subuh Kejagung Geledah Kantor BGN

Baru Saja Dadan Dicopot, Jam Dua Subuh Kejagung Geledah Kantor BGN

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 0 minute ago
  • visibility 1
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 4 Juni 2026 | Lanjut episode ke-4 drama BGN. Baru saja Kang Dadan dicopot Prabowo, jam dua subuhnya, Kejagung langsung menggeledah Kantor BGN. Luar biasa Prabowo, tak main-main membersihkan program kesayangannya dari segala anasir gelap. Simak narasinya lagi sambil seruput Koptagul, wak!

Jam 02.00 dini hari, Rabu 3 Juni 2026, Kejaksaan Agung mendadak menggeledah kantor BGN. Jam dua pagi, Wak! Saya masih memeluk bantal guling. Kejagung bergerak cepat. Rasanya seperti adegan film kriminal, hanya saja ini bukan Netflix, melainkan dunia nyata.

Penggeledahan itu terjadi hanya sehari setelah Prabowo resmi mencopot Dadan Hindayana bersama dua wakilnya, Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, pada 2 Juni 2026. Kecepatannya membuat netizen langsung mengangkat alis setinggi menara BTS. Banyak yang bertanya-tanya, ini kebetulan atau semesta sedang bekerja lembur?

Plh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, M. Jeffry, membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Ia mengatakan, Pidsus Kejagung akan memberikan konferensi pers lanjutan untuk menjelaskan perkara yang sedang disidik. Kalimat itu sederhana, tetapi efeknya di media sosial seperti melempar petasan ke kandang kambing. Langsung gaduh ke mana-mana.

Suasana kantor BGN setelah penggeledahan juga berubah seperti lokasi syuting film yang baru kedatangan produser marah. Aparat TNI dan Polri berjaga ketat. Seluruh karyawan tidak diperbolehkan masuk ke ruang kerja dan diminta menunggu di luar gedung atau di lobi. Nuan bayangkan datang ke kantor membawa kopi dan niat bekerja, lalu mendapati kantor dijaga aparat. Itu bukan suasana “selamat pagi”, melainkan suasana “waduh, ada apa ini?”

Sebenarnya tuntutan publik agar Dadan dan jajarannya mempertanggungjawabkan keuangan negara bukan muncul dari langit. Program MBG mengelola anggaran yang jumlahnya bisa membuat kalkulator berkeringat. Pada tahun 2025, serapan anggaran hanya sekitar Rp13 triliun dari pagu Rp71 triliun. Tahun berikutnya malah melonjak seperti roket Elon Musk yang sedang tidak mogok, mencapai Rp268 triliun.

Nah, ketika uang negara sudah setinggi gunung dan selebar lautan, rakyat otomatis ingin tahu ke mana alirannya. Apalagi berbagai dugaan mulai bermunculan. Salah satu yang ramai adalah dugaan jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG. Dugaan yang beredar menyebut lokasi dapur yang didanai negara bisa diperjualbelikan secara ilegal. Kalau benar, ini bukan lagi program gizi, melainkan pasar properti rasa birokrasi.

Belum selesai sampai di situ. ICW mengungkap dugaan korupsi dalam pengadaan jasa sertifikasi halal MBG tahun 2025 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp49,5 miliar. Dugaan muncul meliputi penggelembungan harga dan pemecahan paket proyek untuk menghindari tender terbuka. Kreativitas seperti ini biasanya dicari perusahaan startup, tetapi bukan untuk mengelola uang rakyat.

KPK juga sempat menyoroti mekanisme bantuan pemerintah yang digunakan. Begitu dana berpindah dari BGN ke rekening yayasan pelaksana, pertanggungjawaban keuangan dianggap selesai. Padahal programnya masih berjalan. Akibatnya muncul celah yang disebut membuat belasan triliun rupiah mengendap di rekening yayasan.

Belum lagi dugaan mark-up bahan baku dan berbagai kasus keracunan massal yang berulang. Akhirnya, setelah menerima masukan dari kementerian terkait, masyarakat, dan para penerima manfaat program MBG, Prabowo mengambil keputusan mengganti pimpinan BGN.

Namun bagi publik, pencopotan hanyalah pembuka. Ibarat sinetron 500 episode, itu baru adegan pertama. Ketika Kejagung datang menggeledah kantor BGN hanya sehari kemudian, netizen langsung menganggap, film sebenarnya baru dimulai.

Kini rakyat menunggu konferensi pers berikutnya seperti menunggu episode final serial favorit. Bedanya, kali ini yang dipertaruhkan bukan cinta segitiga atau rebutan warisan, melainkan uang negara hingga ratusan triliun rupiah. Kalau sudah menyangkut angka sebesar Rp268 triliun, rakyat tidak lagi butuh janji manis. Rakyat butuh audit, bukti, dan jawaban yang lebih jelas dari status hubungan artis di Instagram.[]

Oleh: Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolsek Dramaga Giat Cooling Sistem, Sambang Warga Beri Himbauan Ajak Jaga Kondusifitas Cegah Gangguan Kamtibmas

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 116
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Giat sambang Kamtibmas Warga adalah tugas rutin Bhabinkamtibmas yg menjadi tugas kesehariannya, yakni dengan melaksanakan kunjungan kepada masyarakat binaannya untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat. Senin, (19/05/2025) Pada kesempatan tersebut Kapolsek Dramaga IPTU Desi Triana, S.H M.H, menyambangi Warga Sdr. Hermanto, Sekaligus  menyampaikan pesan-pesan kamtibmas utk selalu meningkatkan kewaspadaan serta untuk bersama-sama ikut serta […]

  • Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Gelar Sharing Session di Belawan

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 123
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Belawan, 5 November 2025 | Dalam rangka meningkatkan sinergitas antar entitas, serta mendorong peningkatan kualitas layanan dan performansi pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menyelenggarakan Sharing Session bersama Direktur Operasi di Gedung Grha Pelindo Regional 1, Selasa (4/11). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Selat Malaka, Lantai 7 A Gedung Grha Pelindo Regional […]

  • Luncurkan UHC Prioritas, Gubernur Bobby Nasution Minta Kepala Daerah Pastikan Tidak Ada Faskes Tolak Pasien Pasien

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 176
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Deli Serdang, 30 september 2025| Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution meluncurkan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas. Pada kesempatan tersebut, Bobby pun meminta kepala daerah se-Sumut untuk memastikan fasilitas kesehatan (Faskes) tidak ada lagi menolak pasien karena alasan kamar penuh. “Nggak ada alasan penuh, kalau kelas tiga dibilang penuh bisa naik ke kelas dua, tanpa […]

  • Kunjungan KPU Kab Bogor, Audiensi Bersama Kapolres Bahas Sinergi Hadapi Perubahan Sistem Pemilu

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 107
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Cibinong, 5 Agustus 2025| Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K.,M.Si., menerima kunjungan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor beserta jajaran dalam kegiatan audiensi yang digelar di Ruang Perjamuan Lt.2 Gedung Utama Polres Bogor. Audiensi ini menjadi wadah komunikasi dan koordinasi dalam menghadapi dinamika perubahan arsitektur pemilu ke depan, sebagaimana diamanatkan oleh putusan Mahkamah […]

  • Wilson Lalengke Kecam Keras Tanggapan Kepala BGN terhadap Keracunan Makanan Massal: “Manusia Bukan Ternak”

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 274
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Blitar, 28 September 2025| Tokoh masyarakat dan aktivis kemanusiaan, Wilson Lalengke, mengkritik tajam penanganan Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap insiden keracunan makanan massal terkait program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Kontroversi ini muncul setelah Kepala BGN, Prof. Dadan Hindayana, terkesan meremehkan keracunan 4.711 penerima manfaat. Meskipun Dadan Hindayana tidak secara langsung menyebut angka 4.711 sebagai hal […]

  • Said Didu dan Sederet Tokoh Berintegritas Menghadap Presiden, Membawa “Mandat Moral”

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 3 Februari 2026| Presiden Prabowo Subianto membuat langkah politik mengejutkan dengan mengundang sejumlah tokoh yang selama ini dikenal vokal dan kritis ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, (30/1) Dalam pertemuan maraton selama hampir empat jam tersebut, mengenai “penculikan” kedaulatan negara oleh oligarki menjadi bahasan utama yang memicu kesepakatan tak terduga antara sang Presiden dan […]

expand_less