Breaking News
light_mode
Home » Info Korupsi » Adu Kuat KPK VS BoNas Dalam Perkara Korupsi Topan Ginting, Jusuf Rizal: Wibawa Prabowo Jadi Taruhan

Adu Kuat KPK VS BoNas Dalam Perkara Korupsi Topan Ginting, Jusuf Rizal: Wibawa Prabowo Jadi Taruhan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Ming, 6 Jul 2025
  • visibility 145
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta| Korupsi Topan Ginting Kepala Dinas PUPRR di proyek jalan Mandailing Natal, Sumut, diduga melibatkan Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ditantang publik, untuk segera memeriksa Bobby Nasution, bahkan kalau perlu langsung saja tangkap sang menantu Jokowi itu jika bukti keterlibatanya sudah terpenuhi.

Kasus korupsi pembangunan jalan di Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut), bermula dari laporan masyarakat hingga akhirnya KPK berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Dalam operasi pada tanggal 26 Juni 2025 itu, ada lima orang yang terjaring dan diangkut ke KPK, termasuk Kadis PUPR Propinsi Sumut, Topan Ginting.

Sebagaimana dikutip dari laman beberapa pemberitaan, dari proyek Rp231,8 milIar tersebut, Topan Ginting menerima suap Rp46 milIar. KPK pun akhirnya menggeledah kediaman Topan Ginting yang megah, dan menyita uang Rp2,8 MilIar serta dua pucuk senjata dari rumah mewahnya.

Sejumlah penggiat anti korupsi dan masyarakat, ikut menyoroti, salah satunya adalah LSM LIRA (Lumbung Informasi Rakyat), yang meminta KPK agar memeriksa aliran dana serta keterlibatan Bobby Nasution beserta kroni-kroninya.

LSM LIRA menengarai kasus suap dan bagi-bagi proyek PU ini, sudah berjalan semasa Bobby Nasution menjabat sebagai Wali Kota Medan.

Namun KPK belum merespon, apakah akan memanggil dan memeriksa Bobby Nasution. Justru malah gayung bersambut dari Bobby Nasution yang balik menantang panggilan KPK.

Kini nyali, eksistensi, dan citra KPK dipertaruhkan. Apakah KPK punya nyali dan berani, memanggil mantu jokowi sang Presiden ke-7 itu?

Presiden LSM LIRA, HM.Jusuf Rizal, bahkan menegaskan kalau yang dipertaruhkan dalam kasus ini bukan hanya nama baik KPK, tapi juga nama baik dan wibawa Presiden RI Prabowo Subianto yang dalam pidatonya kerap kali menyatakan perang terhadap korupsi. Bahkan Prabowo dikatakan siap mati, untuk memberantas korupsi di Indonesia.

“Jadi jika KPK ciut menghadapi Bobby Nasution, itu sama dengan melempar kotoran ke muka Prabowo Subianto. Sama dengan tidak mendukung program Prabowo perang melawan korupsi,” tegas Jusuf Rizal, yang juga merupakan Ketum PWMOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) itu.

Dari berbagai informasi yang diperoleh saat ini KPK terus melakukan pengembangan kasus OTT, termasuk bekerjasama dengan PPATK guna menelusuri aliran uang korupsi tersebut. KPK juga menyatakan dalam keterangan Persnya akan menyisir aliran dana sewaktu Bobby Nasution masih menjabat Wali Kota Medan.

Upaya KPK tersebut menurut Jusuf Rizal sangat beralasan, sebab semasa Bobby menjadi Wali Kota Medan, yang menjadi Kadis PUPR Medan adalah Topan Ginting. Dari informasi praktik suap proyek itu sudah berjalan ketika di Medan. Namun karena, Bobby mantu Jokowi, masyarakat tutup mulut.

Patut diduga praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) sudah terjadi semasa Topan Ginting menjabat Kadis PUPR Medan. Topan Ginting juga diduga kuat menjadi mesin uang Bobby Nasution, serta menjadi tukang bagi-bagi proyek pembangunan dan pengadaan di PUPR, Kota Medan. Termasuk, salah satunya kasus Lampu Pocong yang bermasalah.

KPK bisa mengejar banyak rekanan yang terlibat, baik saat masih di Kota Medan maupun setelah Bobby Nasution menjadi Gubernur. Apalagi telah ada yang bicara, jika proyek-proyek dimintain jatah komisi antara 10-20% oleh oknum-oknum tertentu.

“Guna mendukung Pemerintahan Prabowo Subianto, LSM LIRA menyatakan mendukung langkah KPK agar berani’ berantas korupsi di Sumut. Kami minta juga agar aktor intelektual yang melibatkan Bupati, Wali Kota dan DPRD juga dikejar KPK,” tandas Jusuf Rizal, yang dikenal juga sebagai Relawan Prabowo, dan penggiat anti korupsi itu.

Sekedar tahu saja, Topan Ginting adalah Kadis PUPR Sumut yang berkarier moncer di era Gubernur Bobby Nasution. Bahkan ada salah satu media yang memberikan cap kepada Topan Ginting, sebagai Golden Boys Medan atau lebih tegasnya lagi, anak emas Bobby Nasution.

Maklum, kariernya di kiprah birokrasi kan memang moncer di zaman Bobby Nasution, dari saat sang mantu mantan Presiden dari solo itu menjadi Wali Kota Medan hingga Gubernur Sumatera Utara.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Bogor Melaksanakan Penanaman Jagung Serentak Di Lahan Perhutanan Sosial Pada Kuartal III

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 79
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Dalam rangka mendukung ketahanan pangan nasional dan pemberdayaan masyarakat, Polres Bogor melaksanakan kegiatan Penanaman Jagung Serentak Kuartal III yang berlangsung di lahan Perhutanan Sosial, Rabu (9/7/2025). Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. dan dilaksanakan serentak bersama jajaran Kepolisian di seluruh Indonesia. Kegiatan penanaman ini menjadi wujud […]

  • Menteri Nusron Ajak Mahasiswa Urun Tangan dan Karya, Selesaikan Persoalan Pertanahan

    • calendar_month Rab, 15 Okt 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 86
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pekalongan, 16 Oktober 2025| Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Ekoteologi dan Pertanahan. Melalui program ini, 500 mahasiswa diajak untuk tidak hanya berdiskusi, tapi juga terlibat langsung mencari solusi persoalan pertanahan, khususnya pendaftaran tanah wakaf dan rumah ibadah. “Kami perlu mengajak Saudara-saudara sekalian untuk […]

  • Seleksi Dewan Pendidikan Disoal: KPP Desak Hapus Nama Tenaga Ahli Wali Kota

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle AG
    • visibility 420
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 2 Desember 2025| Komunitas Pemuda Peduli (KPP) Bogor Raya hari ini menggelar aksi unjuk rasa di Balai Kota Bogor menuntut transparansi dan netralitas dalam proses seleksi Dewan Pendidikan Kota Bogor. Aksi ini dilakukan sebagai respon atas munculnya dugaan konflik kepentingan terkait pencalonan Tenaga Ahli Walikota sebagai calon anggota Dewan Pendidikan. Menurut KPP Bogor […]

  • Perusahaan Outsourcing di Banten Diduga Lakukan Pungli, Kadiv Investigasi GMOCT Angkat Bicara

    • calendar_month Sab, 8 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 79
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Serang (GMOCT) 8 November 2025| Praktik pungutan liar (pungli) yang diduga melibatkan sejumlah perusahaan outsourcing di Provinsi Banten telah memicu kecaman keras dari berbagai aktivis dan Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT). Modus operandi yang sering terjadi adalah permintaan sejumlah uang, yang bisa mencapai jutaan rupiah, kepada calon pekerja dengan iming-iming mendapatkan pekerjaan atau […]

  • Catut Nama Kapolri dan Atribut Polri, KTA-AKP “Gunakan Dokumen Palsu dan Softgun Jadi Sorotan Serius” di Kuningan

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 29
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan 23 Februari 2026| Informasi yang diperoleh Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari media online Kabarsbi com, yang merupakan anggota yang tergabung. Dugaan penyalahgunaan atribut institusi Polri, pemalsuan dokumen berstempel pejabat negara, hingga temuan alat hisap narkotika jenis sabu mengguncang Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Perkara ini terjadi di wilayah hukum Polres Kuningan, Polda […]

  • KKI Temukan Galon Tahun 2012 Masih Beredar, Pakar Polimer UI: Maksimal Hanya 40 Kali Isi Ulang!

    • calendar_month Kam, 22 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 32
    • 0Comment

    Tegarnrws.co.id-Jakarta, 23 Januari 2026| Isu keamanan galon guna ulang berbahan polikarbonat (PC) kembali mencuat. Ahli polimer Universitas Indonesia, Profesor Mochamad Chalid, mengingatkan risiko peluruhan Bisphenol A (BPA) dari galon yang telah digunakan dalam jangka panjang dan berulang. Peringatan ini sejalan dengan investigasi Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) yang menemukan masih banyak galon lanjut usia (Ganula) beredar […]

expand_less