Breaking News
light_mode
Beranda » Info Daerah » Disebut Jadi Biang Kerok PHK Masal, Warga Puncak Minta Menteri Hanif Faisol Dipecat

Disebut Jadi Biang Kerok PHK Masal, Warga Puncak Minta Menteri Hanif Faisol Dipecat

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
  • visibility 86
  • comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Bogor, 24 Agustus 2025| Langkah Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq menyegel sejumlah hotel berikut objek wisata di Kawasan Puncak Bogor yang berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan, memicu konflik ekonomi bagi warga lokal lantaran harus kehilangan mata pencaharian. Mantan Dirjen planologi kehutanan dan tata lingkungan KLHK itu, dianggap menghiraukan janji Prabowo-Gibran dalam menciptakan lapangan pekerjaan saat berkampanye.

  1. “Presiden Prabowo harus pecat Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq yang telah menghilangkan mata pencaharian ratusan warga lokal di Puncak. Ini bentuk arogansi birokrasi karena dilakukan tanpa melihat dampak ekonomi secara langsung bagi pekerja hotel dan tempat wisata,” ujar Azet Basumi Sekjen Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) dalam orasinya di seputar lampu merah Gadog Ciawi, Jum’at 22 Agustus 2025.

Untuk diketahui, ratusan massa dari pekerja hotel dan wisata di kawasan Puncak, Masyarakat Adat Puncak (MAP) dan Aliansi Masyarakat Bogor Selatan (AMBS) menggelar aksi demo sebagai bentuk protes terhadap langkah Kementerian Lingkungan Hidup melalui Gakkum LH yang menyegel sejumlah hotel hingga lokasi wisata yang berpotensi melakukan pencemaran lingkungan. Tindakan itu, berimbas terjadinya PHK masal terhadap pekerja hotel dan wisata.

“Rusaknya kawasan puncak yang mengakibatkan terjadi bencana, itu imbas dari alih fungsi kawasan hutan akibat program KLHK, KSO secara bar-bar PTPN Gunung Mas dan vila liar milik para pejabat. Tempat usaha seperti hotel dan lokasi wisata, kalau terdapat potensi pencemaran lingkungan harusnya dicarikan solusi bukan di segel, karena ratusan warga lokal yang bekerja jadi korban PHK,” imbuhnya.

Azet juga menyebutkan, terdapat 600 hektar lahan hutan yang diserahkan kepada 75 penerima dalam jangka waktu 35 dengan dalih solusi pelestarian lingkungan. Faktanya, kata dia lagi, saat ini terjadi kerusakan lahan sehingga merusak fungsi kawasan hutan. Saat itu, Hanif Faisol Nurofiq menjabat Dirjen planologi kehutanan KLHK jadi memiliki peran atas rusak lahan hutan di kawasan Puncak.

” Menteri Hanif harus bertanggungjawab atas hilangnya pekerjaan ratusan warga lokal, penyegelan itu menyengsarakan rakyat. Pemerintah harus melindungi kelestarian alam dan juga ekonomi rakyat,” tegasnya.

Senada dilontarkan Ketua AMBS Muchsin, ia mengatakan, bahwa kebijakan penyegelan sejumlah hotel hingga lokasi wisata seharusnya didasari kajian mendalam terutama kaitan perekenomian masyarakat lokal. Dampak pencemaran lingkungan, kata dia lagi, harus ditangani sejak dini agar tidak merusak lingkungan tetapi mengedepankan solusi dalam penanganannya bukan dengan menyegel aktivitas usaha.

” Menghilangkan tikus tidak harus membakar lumbungnya karena dalam lumbung itu ada hal lain bukan hanya tikus. Kalau berpotensi adanya pencemaran lingkungan, bisa diarahkan agar potensi itu bisa diminimalisir bukan hotel atau lokasi wisatanya di segel? Ini jelas tidak bisa dibiarkan, ada ratusan pekerja yang mengalami PHK karena arogansi Menteri Hanif Faisol,” ujar Muchsin.

Ditempat yang sama, Dewan penasehat Masyarakat Adat Puncak (MAP), Chaidir Rusli, ikut menyoroti rusaknya kawasan hutan akibat program KLHK bernama Kulin KK. Ia menilai, dampak program berdalih kebijakan sosial untuk memperdayakan masyarakat sekitar hutan dengan mengelola sumber daya hutan secara berkelanjutan itu membuat rusaknya kawasan hutan.

  1. ” Jelas telah terjadi alih fungsi kawasan hutan yang tidak terkendali. Ancaman yang timbul, ekosistem hutan hilang dan membuka peluang terjadi banjir dan longsor. Itu persoalan utama di kawasan Puncak, bukan soal potensi pencemaran lingkungan lalu tempat usahanya disegel yang ujungnya timbul PHK masal,” singkatnya.[]
  • Penulis: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Sumber: AR Sogiri

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proyek Irigasi di Sabajior Jadi Sorotan Publik, Diduga Asal Jadi

    • calendar_month Kam, 6 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Panyabungan Barat, 6 Nopember 2025| Proyek pembangunan saluran air di Jalan Aek Godang, Desa Sabajior, Kecamatan Panyabungan Barat, Kabupaten Mandailing Natal, menuai sorotan warga. Pasalnya, pekerjaan yang menyerap dana pemerintah itu diduga dikerjakan asal-asalan tanpa memperhatikan mutu dan kualitas bangunan. Dari pantauan di lokasi, Rabu (5/11/2025) sekitar pukul 14.53 WIB, tampak struktur bangunan tidak rapi […]

  • Kapolsek Ciomas Hadiri Tabligh Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Mekarjaya

    • calendar_month Ming, 2 Nov 2025
    • account_circle Rls/Asep
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Bogor, 2 Nopember 2025| Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, Kapolsek Ciomas Kompol Iwan Wahyudi, S.H., M.H. menghadiri kegiatan Tabligh Akbar yang digelar di Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (1/11/2025). Kegiatan Tabligh Akbar tersebut diselenggarakan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan, mempererat tali silaturahmi, dan meneladani akhlak Rasulullah SAW. Kegiatan berlangsung khidmat […]

  • MENTAN Andi Amran: Sebut Kuota Impor Daging Ruminansia 2026, Amankan Stock Nasional dan Ramadhan

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 24 Januari 2026| Pemerintah menetapkan pembagian kuota pengadaan dari luar negeri untuk menjamin ketersediaan daging ruminansia, yakni daging sapi dan kerbau, sepanjang tahun 2026. Kebijakan ini diambil untuk memenuhi kebutuhan konsumsi nasional yang diproyeksikan mencapai 794,3 ribu ton, sementara produksi dalam negeri belum sepenuhnya mencukupi sehingga impor masih diperlukan. Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) […]

  • Satlantas Polres Bogor, Gelar Pembinaan Pocil Dan Dikmas Lantas Di SD Waru 01 Parung

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Bogor| Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bogor melalui Unit Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) melaksanakan kegiatan pembinaan Polisi Cilik (Pocil) serta penyuluhan pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas) kepada siswa-siswi SD Waru 01 Parung, Kabupaten Bogor, pada Jumat (23/5/2025). Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 15.00 WIB ini dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Bogor, AKP R […]

  • Pelindo Regional 1 Mengucapkan Selamat Hari Anak Nasional

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Relis/Red
    • visibility 86
    • 0Komentar

        Tegarnews.co.id – Medan, 23 Juli 2025 | Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2025, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menyampaikan ucapan Selamat Hari Anak Nasional Kepada seluruh anak-anak Indonesia, khususnya anak-anak di wilayah operasional Pelindo Regional 1. Pelindo Regional 1 turut menunjukkan komitmennya dalam mendukung perlindungan […]

  • 1,2 Juta Ha Hutan Jabar Lenyap: Jejak Perusahaan Kayu di Bogor Raya Wajib Diusut

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 51
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Bogor Raya, 4 Desember 2025| Hilangnya 1,2 juta hektare (Ha) kawasan hutan lindung di Jawa Barat, dari total 1,6 juta Ha, kini menempatkan provinsi padat penduduk ini di ambang krisis lingkungan, Data mengejutkan yang disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, pada Rabu (3/12), menegaskan adanya degradasi masif yang hanya menyisakan 400.000 Ha hutan sebagai […]

expand_less