Breaking News
light_mode
Home » Uncategorized » Mancanegara » Internasional » PKN: Diplomasi Prabowo ke AS Bukan Tradisi, Tapi Cara Bertahan Hidup

PKN: Diplomasi Prabowo ke AS Bukan Tradisi, Tapi Cara Bertahan Hidup

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Kam, 5 Mar 2026
  • visibility 72
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 5 Maret 2026| Arsitektur sistem internasional yang terjadi hari ini, di mana tidak ada otoritas supra-nasional yang menjamin keamanan suatu negara, memaksa setiap bangsa untuk menjadikan kelangsungan hidup (survival) sebagai motif paling rasional.

Tantangan ini kian nyata bagi kekuatan menengah (middle power) seperti Indonesia, yang kini dihadapkan pada ketidakpastian global akibat kebijakan luar negeri Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump yang cenderung transaksional dan proteksionis.

​Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Denny Charter, menilai bahwa dalam kondisi tatanan global yang semakin tidak terprediksi, retorika politik luar negeri “Bebas Aktif” Indonesia kini mengalami pergeseran makna secara pragmatis. Menurutnya, langkah diplomasi yang diambil Presiden Prabowo Subianto terhadap Washington merupakan sebuah kalkulasi kerentanan yang matang.

​“Langkah diplomasi Prabowo terhadap Washington bukanlah sekadar kelanjutan tradisi diplomatik lama. Ini adalah upaya kelangsungan hidup politik (political survival) yang dirancang khusus untuk memitigasi risiko di tengah kebijakan AS yang kian sulit ditebak,” ujar Denny dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/3/2026).

Kalkulasi Rasional dan Strategi Keamanan

Mengutip teori Neorealisme Defensif dari Kenneth Waltz, Denny menjelaskan bahwa negara saat ini tidak lagi sekadar mencari kekuasaan maksimal, melainkan keamanan maksimal. Karakteristik kebijakan Donald Trump yang berpusat pada America First, unilateralisme, dan proteksionisme ekonomi menciptakan ancaman asimetris bagi Indonesia.

​“Ketakutan terhadap arah kebijakan Trump bukan berarti kita inferior secara psikologis, melainkan sebuah pengakuan rasional atas asimetri kekuatan. Prabowo memahami bahwa menghindari konfrontasi dengan AS adalah keharusan strategis demi menjaga stabilitas ekonomi domestik, yang merupakan legitimasi utama kekuasaannya,” tambah Denny.

​Pilihan ‘Bandwagoning’ Parsial
Lebih lanjut, Denny memaparkan bahwa sebagai negara kekuatan menengah, Indonesia tidak memiliki kapasitas material untuk melakukan perimbangan kekuatan (balancing) secara langsung terhadap AS. Oleh karena itu, strategi yang paling masuk akal adalah melakukan bandwagoning secara parsial atau merapat secara terbatas ke sumber ancaman.

​Hal ini tercermin dalam upaya Indonesia mengomodasi kepentingan strategis atau ekonomi tertentu dari AS, seperti kesepakatan dagang atau pembelian alutsista. Strategi ini, menurut Denny, bertujuan murni sebagai mekanisme pertahanan diri (defensive mechanism) agar Indonesia tidak masuk dalam radar target sanksi ekonomi atau tarif balasan dari Washington.

​Mutasi Narasi Bebas Aktif
Denny Charter menyimpulkan bahwa di bawah tekanan polarisasi global, narasi “Bebas Aktif” kini telah bermutasi menjadi Hedging Defensif. Manuver Prabowo yang mendekat ke Washington adalah langkah antisipatif agar ekonomi nasional tidak tergerus oleh kebijakan proteksionis AS.

​“Ini adalah bentuk ketundukan pragmatis. Realitas pahit di panggung internasional adalah negara menengah sering kali harus mengorbankan sebagian otonomi strategisnya demi mengamankan survival rezim dan negaranya dari amukan negara adidaya,” pungkasnya.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hujan dan Angin Kencang Sebabkan Rumah Lansia di Serang Ambruk

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 293
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Serang, 18 Desember 2025| Hujan deras berdurasi panjang disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Serang mengakibatkan sebuah rumah di Desa Cemplang, Kecamatan Jawilan, mengalami kerusakan bagian atap ambruk pada Kamis (18/12). Kondisi bangunan yang telah termakan usia membuat struktur rumah tidak mampu menahan beban air, dan ranting pohon hingga sebagian besar atap ambruk ke […]

  • Banjir Bandang dan Longsor Terjang Lampung Barat, Polisi Evakuasi Warga Hingga Tengah Malam

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red/Naryoto
    • visibility 138
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Lampung Barat, 11 September 2025| Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Suoh sejak Rabu sore (10/9), memicu bencana banjir bandang dan longsor. Sungai Way Haru meluap membawa lumpur dan batang kayu besar, menghantam permukiman warga di Dusun Gunung Sari, Pekon Banding Agung. Dalam hitungan jam, lima rumah hanyut terbawa arus dan 80 rumah lainnya rusak parah. […]

  • Update Kasus Korupsi Bea Cukai: KPK Periksa Sejumlah Bos Rokok dan Sita Miliaran Rupiah

    • calendar_month Sab, 4 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 24
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id -Jakarta, 4 April 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi terkait importasi barang dan pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Memasuki awal April 2026, penyidik fokus pada dugaan suap yang melibatkan pengusaha besar di sektor rokok. Pemeriksaan Saksi dan Penundaan Jadwal KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi […]

  • AS Tiba-Tiba Tarik Rem Siap Menyerang Iran! Ada Apa di Balik Gedung Putih?

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 112
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 10 Februari 2026| Washington, D.C – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran sempat membuat dunia menahan napas. Opsi serangan militer terbuka lebar, kesiapan tempur disebut berada pada level tinggi, namun pada akhirnya Washington memilih menginjak pedal rem. Keputusan ini memunculkan satu pertanyaan besar: mengapa negara dengan kekuatan militer terbesar di dunia justru […]

  • Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Gelar Sharing Session di Belawan

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 125
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Belawan, 5 November 2025 | Dalam rangka meningkatkan sinergitas antar entitas, serta mendorong peningkatan kualitas layanan dan performansi pelabuhan, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 menyelenggarakan Sharing Session bersama Direktur Operasi di Gedung Grha Pelindo Regional 1, Selasa (4/11). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Selat Malaka, Lantai 7 A Gedung Grha Pelindo Regional […]

  • Praktik Penimbunan Solar Bersubsidi di Beberapa Lokasi, Publik Soroti Lemahnya Pengawasan dan Penegakan Hukum

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 109
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Banten, 26 Januari 2026| Berdasarkan laporan, terkait adanya kegiatan yang diduga penimbunan solar bersubsidi di daerah Serang menjadi sorotan publik. Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi ini kembali mencuat khususnya di wilayah Kabupaten Serang Banten dan beberapa wilayah di Jabodetabek. Berdasarkan informasi dan hasi penelusuran, tim menemukan titik lokasi berupa sebuah […]

expand_less