Angkot & Becak Ga Usah Kerja, Pemprov Jabar Janji Beri Rp200rb/hari Selama Musim Mudik Lebaran
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 36 minute ago
- visibility 3
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Bogor, 16 Maret 2026 | Menjelang musim mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengambil langkah tegas sekaligus humanis untuk mengurai kemacetan parah. Ratusan hingga ribuan angkot, becak, dan delman yang biasa beroperasi di jalur rawan macet diminta untuk ‘minggir’ sejenak alias diliburkan. Namun sebagai gantinya, pemerintah tidak lepas tangan begitu saja.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran jumbo sekitar Rp 6,5 miliar. Dana ini secara spesifik dialokasikan sebagai kompensasi bagi para sopir angkot, penarik becak, dan kusir delman yang rute operasionalnya bersinggungan langsung dengan jalur utama mudik dan kawasan wisata.
Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menjelaskan bahwa setiap pengemudi yang terdampak kebijakan pelarangan operasi ini tidak perlu khawatir dapur mereka berhenti mengepul. Mereka akan mengantongi kompensasi sebesar Rp 200.000 untuk setiap hari libur operasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
Untuk menghindari adanya oknum nakal atau pungutan liar di lapangan, pencairan dana kompensasi ini tidak dilakukan secara tunai. Pembayaran akan diberikan secara bertahap dan ditransfer langsung ke rekening bank masing masing penerima.
Kebijakan libur paksa ini dibagi menjadi dua klaster. Untuk angkutan yang beroperasi di jalur mudik, mereka diwajibkan berhenti narik pada tanggal 18, 19, 20, 23, 24, 27, dan 28 Maret 2026. Sementara itu, untuk kendaraan yang melintas di jalur wisata, tanggal libur yang ditetapkan adalah 22, 23, 24, 27, dan 28 Maret 2026.
Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini adalah bentuk strategi solusi saling menguntungkan. Di satu sisi, para pemudik dan wisatawan bisa menikmati perjalanan yang lebih lancar tanpa hambatan kendaraan lambat di titik titik kemacetan. Di sisi lain, para pengemudi angkutan lokal tetap bisa merayakan Lebaran dengan tenang karena dompet mereka tetap terisi oleh kompensasi harian dari pemerintah.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red





At the moment there is no comment