Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Bupati Bekasi Tegaskan Terkait Perbaikan RSUD Cabangbungin, Warga Lokal Menolak Vendor dan Pekerja Luar Daerah

Bupati Bekasi Tegaskan Terkait Perbaikan RSUD Cabangbungin, Warga Lokal Menolak Vendor dan Pekerja Luar Daerah

  • account_circle HUSEN
  • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
  • visibility 276
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 02 September 2025– Bupati Bekasi, Ade Koswara Kunang, SH, menegaskan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pembenahan di RSUD Cabangbungin setelah situasi pemerintahan di tingkat pusat dan daerah kembali stabil. Menurutnya, Kabupaten Bekasi memiliki banyak agenda besar yang harus dijaga kondusifitas nya, sehingga tidak boleh terpengaruh oleh kegaduhan di tingkat nasional.

 

“Artinya di Kabupaten Bekasi ini banyak agenda besar, jangan ditambah kekisruhan di pusat berimbas ke daerah. Bilamana kekisruhan terjadi sampai sarana dan prasarana rusak, kita akan gunakan anggaran fiskal sendiri, terutama pada kesehatan, pendidikan, dan sarana umum lain,” ujar Bupati, Senin (1/9/2025).

 

Pernyataan Bupati ini muncul setelah konflik memanas di RSUD Cabangbungin. Persoalan berawal dari diskresi Dirut RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani, yang memutuskan sepihak kontrak para pekerja dan outsourcing lokal yang seharus nya masih berkontrak sampai desember 2025, dan langsung menggandeng vendor outsourcing luar daerah dan mempekerjakan tenaga kerja dari luar Kabupaten Bekasi. Keputusan tersebut menimbulkan penolakan keras dari warga setempat, karena dianggap menyingkirkan UMKM lokal dan pekerja yang masih memiliki kontrak resmi hingga Desember 2025, dan telah melakukan upaya hukum dalam membela hak-hak nya.

 

Ketegangan mencapai puncaknya pada Sabtu (30/8/2025), ketika vendor luar daerah bersama rombongan pekerja dari luar memaksa masuk ke area rumah sakit. Ratusan warga Cabangbungin yang sudah berkumpul langsung menolak kehadiran mereka. Situasi sempat memanas dan nyaris terjadi bentrokan fisik antara warga dengan pekerja luar daerah tersebut.

 

Kapolsek Cabangbungin, AKP Alex Chandra, SH, yang berada di lokasi langsung turun tangan menenangkan massa agar situasi tidak berujung anarkis.

“Kami menghimbau agar tetap kondusif, jangan sampai anarkis. Persoalan ini sedang dalam proses hukum, jadi semua pihak diminta menahan diri,” ujarnya di tengah kerumunan.

 

Kapolsek menegaskan bahwa pihak vendor luar daerah yang memaksa masuk sudah diingatkan agar tidak melakukan aktivitas di RSUD Cabangbungin. Pasalnya, kontrak pekerja lokal masih berlaku hingga akhir tahun 2025. Dan Sengketa ini sendiri sudah di lakukan upaya hukum dan tengah berproses di lembaga pemutus sengketa (LKPP) dan kondisi objek saat ini otomatis berstatus quo, sehingga tidak boleh ada perubahan, pengurangan maupun penambahan terhadap objek yang di sengketakan dan masih kembali seperti semula sebelum ada keputusan resmi.

 

Meski tensi di lapangan sempat memanas dan tinggi, warga Cabangbungin memilih bersikap tertib. Mereka hanya mengusir pekerja luar dari area rumah sakit tanpa melakukan tindakan anarkis. “Kami hanya mempertahankan hak kerja kami yang sah, sampai kontrak selesai,” ungkap salah seorang perwakilan warga.

 

Sementara itu, Direktur RSUD Cabangbungin, dr. Erni Herdiani, yang dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab atas kontroversi ini, enggan memberikan keterangan. Upaya wartawan menghubungi yang bersangkutan pun tidak membuahkan hasil. “Bu Direktur tidak masuk hari ini,” kata salah seorang staf singkat.

 

Diketahui, sejak 26 Agustus 2025, perwakilan pekerja lokal telah melayangkan surat resmi ke Polsek Cabangbungin untuk meminta perlindungan hukum. Agar mencegah terjadi nya tindakan tindakan dari pihak manapun di luar kepentingan terhadap objek yang saat ini quo ,Mereka mendesak agar perjanjian kerja tetap dijalankan kembali seperti semula sesuai kontrak awal dan tetap melakukan tugas dan tanggung jawab nya secara profesional, hingga ada putusan final dari lembaga resmi.

 

Konflik di RSUD Cabangbungin diperkirakan akan terus berlanjut apabila pihak vendor luar dan pekerja dari luar Kabupaten Bekasi tetap memaksakan diri masuk ke area rumah sakit. Warga menegaskan akan terus mempertahankan hak kerja mereka sesuai kontrak yang sah.

 

Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Bupati Ade Koswara memastikan akan segera melakukan perbaikan dan penertiban di RSUD Cabangbungin agar pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan optimal tanpa terganggu konflik kepentingan.

  • Author: HUSEN
  • Editor: HUSEN
  • Source: Redaksi

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Penipuan Sertifikat Tanah Di Kuningan Lapor Polisi, GMOCT Kawal Kasus Hingga Tuntas

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 128
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, Jawa Barat| Mustopa bin Mahali, warga Desa Patalagan, Kecamatan Pancalang, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, melaporkan kasus dugaan penipuan dan penggelapan sertifikat tanah ke Kepolisian Resor Kuningan pada Jumat, 16 Mei 2025. Kasus ini bermula dari upaya pelapor untuk mendapatkan sertifikat tanah melalui program PTSL (Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap) pada tahun 2020. Namun, sertifikat tersebut […]

  • Hasil Investigasi Pasca Banjir Di Serang Baru, Ketua Kawali Pertanyakan Ijin Amdal Perumahan The Arthera Hills II

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle M.ifsudar /Julian
    • visibility 158
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi- Hujan deras yang mengguyur kawasan serang baru Kabupaten Bekasi pada Senin malam, 7 Juli 2025, sekitar pukul 22.00 WIB, menyebabkan banjir di sejumlah titik permukiman warga, termasuk kawasan Perumahan Arthera Hills II di Kecamatan Serang Baru, Cikarang Selatan. Kamis (10/07/2025) Warga yang terdampak mulai mengeluh kepada Relawan yang turun evakuasi karena kejadian […]

  • Puluhan Pohon Lebat dan Tua, Depan Apartemen Sayana Mengkhawatirkan Warga Pengguna Jalan

    • calendar_month Sen, 29 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 57
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 29 Desember 2025| Warga Cipayung Jakarta Timur berharap puluhan pohon yang sudah lebat agar di pangkas batang rantingnya. Pasal, puluhan pohon di jalan Bina Marga tepatnya berhadapan dengan Apartemen Sayana Cipayung Jakarta Timur tersebut mengganggu warga yang melintas. Lebih lebih apa bila malam hari kendaraan roda dua sering kali tidak terlihat ketika melintas, lantaran […]

  • Polres Bogor Rutin Gelar KRYD di Titik Rawan Guna Jaga Stabilitas Kamtibmas

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 163
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Polres Bogor|Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Bogor menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan menyusuri rute strategis mulai dari Flyover Cibinong hingga Tugu Pancakarsa. Kegiatan ini bertujuan untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas di malam hari. Minggu (4/5/2025) KRYD melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan, […]

  • Diduga Cut & Fill Ilegal di Tanjung Gundap, Pemkot Batam Diminta Segera Turun ke Lokasi Agar Tidak Terjadi Banjir!

    • calendar_month Ming, 7 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Batam, 7 September 2025| Pengerjaan Cut & Fill yang berlokasi di Tanjung Gundap Kel. Tembesi Kec. Sagulung Kota Batam diduga ilegal dan bisa berakibat fatal terkait lingkungan sekitar. Pantauan awak media di lokasi, tampak terlihat dua aktivitas pengerjaan Cut & Fill tanpa adanya informasi pengerjaan dan dikerjakan oleh dua perusahaan berbeda yang lokasinya berada di […]

  • Kasus Cikumpay, BCW: Kejati Banten Mandul, Kejagung Hanya Lip Service!

    • calendar_month 10 hour ago
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 2
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 14 Mei 2026 | Taji Kejaksaan Agung (Kejagung) RI dalam mengusut skandal mega korupsi di Provinsi Banten kembali dipertanyakan. Fakta terbaru mengungkapkan bahwa laporan dugaan tindak pidana korupsi pada Proyek Pembangunan Ruas Jalan Ciparai-Cikumpai senilai Rp87 Miliar ternyata telah resmi diterima sejak 29 Oktober 2025, namun hingga detik ini belum menunjukkan progres […]

expand_less