Breaking News
light_mode
Home » Opini » Dibawah Payung PSN: Ketika Label “Strategis” Menjadi Mantra Kekebalan Hukum di Papua Selatan

Dibawah Payung PSN: Ketika Label “Strategis” Menjadi Mantra Kekebalan Hukum di Papua Selatan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sel, 30 Des 2025
  • visibility 421
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Merauke, 31 Desember 2025| Di tanah Papua Selatan tercium aroma tanah basah dan hujan kritik yang tak akan pernah membasahi para raksasa. Sebab, mereka berlindung di bawah payung raksasa berwarna hijau militer bertuliskan tiga huruf sakti: PSN (Proyek Strategis Nasional).

Dua infografis yang beredar baru-baru ini menelanjangi sebuah skema besar yang bekerja dalam senyap. Jika poster pertama (“Rantai Logistik Oligarki”) memperlihatkan apa yang diambil dari bumi Papua, maka poster kedua (“PSN Sebagai Payung Kekebalan”) menjelaskan bagaimana cara mereka melakukannya tanpa tersentuh hukum.

Tameng Bernama “Strategis”

Poster kedua menggambarkan realitas yang mengerikan: status PSN bukan sekadar label prioritas pembangunan, melainkan sebuah kubah pelindung. Di bawah naungan payung ini, hutan dibelah dan lahan gambut dikeringkan, dikelilingi oleh garis polisi (police line) kuning bertuliskan “PROJECT STRATEGIS NASIONAL”.

Di garis depan, aparat berseragam lengkap dengan tameng bertuliskan “POLISI” berdiri tegap. Namun, moncong senjata mereka tidak menghadap ke arah ancaman luar, melainkan ke arah siapa saja yang berani “mengganggu” kelancaran arus modal. Narasi “Tahan Gangguan” dalam poster tersebut menyiratkan bahwa protes warga adat atau kritik aktivis lingkungan dianggap sebagai hama yang harus dibasmi demi stabilitas investasi.

SP3: Surat Sakti Penguasa

Pemandangan paling ironis terlihat di sudut kiri bawah poster. Sebuah dokumen tebal bertajuk “KASUS KORUPSI” tergeletak begitu saja, sudah dicap merah dengan stempel “SP3 DITERBITKAN” (Surat Perintah Penghentian Penyidikan). Palu hakim dan borgol—simbol keadilan—tampak teronggok tak berdaya di sampingnya.

Ini adalah visualisasi tajam dari dugaan impunitas. Dengan dalih percepatan pembangunan, segala potensi pelanggaran—mulai dari maladministrasi, kerusakan lingkungan, hingga dugaan korupsi perizinan—seolah mendapat “pemutihan” otomatis. Aspek “Imunitas Hukum” dan “Bebas Sanksi” menjadi fasilitas eksklusif yang dinikmati para pemegang konsesi, sebuah kemewahan yang tak mungkin dimiliki rakyat biasa.

Koneksi yang Mengerikan

Ketika kita menyandingkan kedua gambar ini, benang merahnya terlihat jelas. Logistik Jhonlin Group, First Resources, dan KPN Corp dapat mengalir lancar dari pedalaman ke Pelabuhan Merauke bukan hanya karena ada jalan raya, tetapi karena ada jaminan keamanan tingkat tinggi.

Truk-truk pengangkut hasil bumi itu melaju di atas aspal yang dilicinkan oleh regulasi. Mereka tidak perlu takut dihadang oleh hukum adat ataupun hukum negara, karena mereka berada di dalam zona eksklusif yang dipagari oleh negara itu sendiri.

Papua Selatan kini menghadapi dua mesin raksasa sekaligus: mesin pengeruk sumber daya alam dan mesin kekebalan hukum. Dan di hadapan kolaborasi dua mesin ini, suara masyarakat lokal hanyalah debu yang tersapu angin.[*]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelaku Kekerasan Wartawan Dituntut 4 Bulan, Ketum GMOCT Soroti Jaksa dan Perlindungan Pers

    • calendar_month Sen, 16 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 82
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Pati, 16 Maret 2026 | Tuntutan empat bulan penjara terhadap pelaku dugaan kekerasan terhadap seorang wartawan di Kabupaten Pati menuai sorotan dari berbagai kalangan. Tuntutan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Danang dalam sidang di Pengadilan Negeri Pati, Sabtu (14/3/2026), dinilai terlalu ringan dan memicu kritik dari komunitas jurnalis. Dalam persidangan tersebut, […]

  • Dituntut 10 Bulan Korban Penganiayaan, Diduga JPU “Masuk Angin”

    • calendar_month Ming, 7 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 183
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pelalawan Riau, 7 Desember 2025| Sidang kasus penganiayaan yang dilakukan oleh Iwan Sarjono Siahaan (ISS) terhadap Beni GL pada bulan Mei 2022 lalu, telah berakhir. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Pelalawan, Riau, memutuskan hukuman 1 tahun penjara terhadap Terdakwa Iwan Sarjono Siahaan yang merupakan seorang Gembala (Pendeta) di Gereja Laskar Kristus Indonesia (GLKRI) cabang Desa Bukit […]

  • PDAM Tirta Patriot Dituding Jadi “Lubang Hitam” APBD, FORKIM, Airnya Lebih Cocok untuk Kolam Bebek

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 336
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi] 9 Agustus 2025 Direktur Utama PDAM Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, mengajukan usulan penyertaan modal sebesar Rp90 miliar yang diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada tahun 2026. Namun, usulan ini memicu kritik tajam dari berbagai pihak, salah satunya Ketua Umum Forum Komunikasi Intelektual Muda Indonesia (FORKIM), Mulyadi. […]

  • Kementerian ATR / BPN Kantor Pertanahan Kota Medan Memberikan Sertifikat Tanah (HGB) Kepada Pihak Pertamina Sumbagut

    • calendar_month Rab, 2 Jul 2025
    • account_circle ATR BPN
    • visibility 98
    • 0Comment

        Tegar news. co. id | Medan Selasa,01 Juli 2025 Bapak Reza Andrian Fachri,S.H.,M.H. selaku Plt. Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan melakukan Serah Terima Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) Tanah PT. Pertamina (Persero) dengan Bapak Daniel Hardiansyah – Area Manager Asset Operation PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut beserta jajaran yang diselenggarakan di Aula […]

  • Sawah Rusak Diduga Akibat Limbah PT CSK, Petani Tuntut Tanggung Jawab

    • calendar_month Jum, 3 Apr 2026
    • account_circle Husen
    • visibility 101
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 3 April 2026 | Aktivitas produksi PT Cemerlang Sinar Kemakmuran (CSK), perusahaan produsen batu bata ringan (hebel), menuai sorotan tajam. Perusahaan yang berlokasi di Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi ini diduga mencemari lingkungan persawahan warga akibat buruknya pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta pembuangan material sisa produksi (reject) yang […]

  • Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan Ciledug, Benahi Akses Jalan

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 102
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Tangerang, 3 Nopember 2025| Aliansi peduli masyarakat Ciledug tak henti hentinya menunjukan eksistensinya membantu masyarakat sekitar khususnya wilayah Alun-alun Lembang Ciledug dan sekitarnya. Belum lama ini, bersama Dinas PUPR Provinsi Banten UPTD PJJ Tangerang Kota turun langsung kelokasi benahi jalan akses proyek pembangunan SMKN 12 Ciledug menggunakan alat berat. (2/11). Kondisi jalan yang belum di […]

expand_less