Dugaan Skandal Sapi Kurban Gubernur, Aktivis Soroti Dugaan Jual Beli Jabatan di Diknas Sumsel
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 9 hour ago
- visibility 6
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id, Sumatera Selatan, 11 Mei 2026 |Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, muncul isu yang menjadi sorotan publik terkait dugaan skandal sapi kurban yang disebut-sebut berkaitan dengan praktik dugaan jual beli jabatan di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan.
Aktivis Pemantau Kebijakan Publik mengungkap adanya dugaan praktik tidak wajar yang melibatkan oknum ASN dalam pengumpulan dana dengan dalih hewan kurban. Dugaan tersebut disebut berkaitan dengan upaya mempertahankan maupun memperoleh posisi jabatan kepala sekolah di lingkungan SMA negeri.
Tim investigasi yang dipimpin M. Rahman menyebut pihaknya telah lama memantau dugaan tersebut dan bahkan telah melakukan aksi pengaduan di Kantor Dinas Pendidikan Sumsel.
“Sepertinya laporan aksi kami diabaikan. Kami sudah memantau sejak dua tahun terakhir dan selalu muncul dugaan terkait sapi kurban,” ujarnya, Minggu (10/5).
Ketua investigasi, Syawaludin, mengatakan terdapat indikasi dugaan setoran dari oknum ASN dengan alasan uang kurban yang diduga berkaitan dengan proses mutasi maupun penempatan jabatan kepala sekolah.
“Masyarakat berhak mempertanyakan dari mana sumber anggaran sapi kurban yang mengatasnamakan bantuan gubernur,” tegas Syawal.
Ia juga menyoroti dugaan adanya keterlibatan sejumlah oknum pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Sumsel yang disebut dalam aksi massa sebelumnya.
“Dalam aksi kami sebelumnya sudah disebut adanya dugaan keterlibatan oknum pejabat tertentu yang diduga menjadi aktor dalam praktik jual beli jabatan kepala sekolah,” katanya.
Aktivis meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan membuka secara transparan sumber pendanaan hewan kurban yang dibagikan kepada masyarakat guna menghindari dugaan gratifikasi maupun penyalahgunaan jabatan.
Selain itu, mereka mengaku akan membawa persoalan tersebut ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) melalui aksi unjuk rasa dalam waktu dekat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan maupun Dinas Pendidikan Sumsel terkait dugaan yang disampaikan para aktivis tersebut.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment