Breaking News
light_mode
Home » Pemerintahan » E-Presensi Diduga Dicurangi, ASN di Pemalang Gunakan Jari Orang Lain untuk Absen

E-Presensi Diduga Dicurangi, ASN di Pemalang Gunakan Jari Orang Lain untuk Absen

  • account_circle Tim/Red
  • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
  • visibility 197
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Pemalang Jawa Tengah, (GMOCT) 22 Agustus 2025| Dugaan kecurangan dalam absensi elektronik (E-Presensi) kembali mencoreng dunia birokrasi. Kali ini, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial KY, yang bekerja di lingkungan Kecamatan Watu Kumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, diduga tidak melakukan E-Presensi dengan jari sendiri, melainkan menggunakan jari orang lain. Informasi ini diperoleh GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama) dari media online Kabarsbi, yang juga tergabung dalam GMOCT.

Menurut informasi yang dihimpun, dugaan pelanggaran disiplin yang dilakukan KY bukan hal baru. Sejak KY terkena Demosi, yang bersangkutan jarang masuk kerja, bahkan berhari-hari hingga sulit dihitung. Belakangan, didapati bahwa KY jarang masuk kerja, namun E-Presensinya selalu penuh. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar, apakah ada pihak-pihak yang melindungi KY sehingga tidak ada sanksi tegas yang diberikan.

Awak media telah berulang kali mencoba mengkonfirmasi hal ini kepada instansi terkait. Pada Rabu, 20 Agustus 2025, seorang sumber yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan bahwa oknum ASN tersebut jarang masuk kerja. “Kami akan koordinasikan dengan Camat dan BKD,” ujarnya.

Kamis, 21 Agustus 2025, awak media mengkonfirmasi hal ini kepada Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Pemalang melalui pesan WhatsApp. “Nggeh, terima kasih infonya, segera kami tindak lanjuti, sebelum sampai ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) laporannya,” jawab Sekda.

Jika temuan ini benar, maka kuat dugaan ada manipulasi absen dengan menggunakan jari orang lain. Hal ini merupakan pelanggaran disiplin yang serius. BKD harus segera mengecek alat E-Presensi di Kecamatan Watu Kumpul, melakukan pendataan ulang, dan menindak orang yang mengabsenkan.

Publik berharap Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Pemalang bertindak tegas sesuai ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Tidak menutup kemungkinan, kasus ini akan sampai ke Sekda Provinsi Jawa Tengah, Badan Kepegawaian Negara (BKN), dan Ombudsman RI.

Tindakan ini jelas merupakan bentuk pelanggaran disiplin berat sekaligus merusak kepercayaan publik terhadap integritas ASN sebagai pelayan masyarakat. Sistem E-Presensi yang seharusnya menjadi instrumen transparansi dan akuntabilitas, justru dipermainkan oleh oknum nakal yang hanya mengejar kenyamanan pribadi.

“Kalau benar ada ASN yang melakukan hal tersebut, itu sama saja mencoreng citra birokrasi. ASN digaji rakyat, bukan untuk mencari-cari cara licik menghindari kewajiban,” tegas seorang pemerhati kebijakan publik.

Dugaan kecurangan ini harus segera ditindaklanjuti oleh Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Pemalang. Tanpa langkah tegas, perilaku manipulatif semacam ini akan menjadi contoh buruk dan membuka ruang bagi praktik serupa di lingkungan kerja lainnya.

Publik menilai, ASN yang bermain-main dengan E-Presensi sama saja telah melakukan penipuan. Disiplin ASN tidak bisa hanya sekadar jargon di atas kertas, melainkan harus dibuktikan dengan sikap nyata. Jika terbukti, sanksi tegas bahkan hingga pemecatan patut dijatuhkan.

“ASN nakal seperti itu bukan hanya merugikan institusi, tetapi juga melukai hati masyarakat. Bagaimana bisa dipercaya melayani publik, jika absen saja masih bisa dimanipulasi?” ujar salah satu warga yang geram mendengar kabar tersebut.

Kasus dugaan manipulasi E-Presensi ini menjadi tamparan keras bagi Pemkab Pemalang dan seluruh instansi pemerintahan untuk memperketat pengawasan. Jangan sampai teknologi yang dibangun dengan biaya rakyat justru dimanfaatkan untuk akal-akalan oknum ASN yang malas dan tidak berintegritas.

Hingga berita ini diturunkan, Bupati Pemalang belum memberikan jawaban klarifikasi kepada awak media melalui pesan WhatsApp pada Kamis, 21 Agustus 2025.

#noviralnojustice

#gmoct

#pemalang

#pemkabpemalang

Team/Red (Kabarsbi/MF)

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama.

  • Author: Tim/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: GMOCT

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembangunan Rusun, Warga Eks Tapos Minta Tidak Ada Pembongkaran Sebelum Konstruksi Dimulai

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Rls/Arfiyan.R/M.Ifsudar
    • visibility 59
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bekasi, 3 Desember 2025| Warga eks Tapos menyatakan dukungan terhadap rencana pemerintah membangun rumah susun sebagai solusi hunian layak bagi masyarakat terdampak. Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Foktab Eks Tapos, Marulak Tampubolon, usai pertemuan dengan perwakilan pemerintah.selasa ( 2/12/25) Marulak menegaskan bahwa warga pada prinsipnya menyambut baik pembangunan rusun karena dianggap sebagai bentuk pemenuhan […]

  • Secara Musdes Taupik Hamid Terpilih Sebagai Kepala desa Antar Waktu

    • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
    • account_circle Asep
    • visibility 104
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 21 September 2025| Melalui musyawarah Desa pemilihan “Kepala Desa Antar Waktu” tahun 2025, Desa Sukajaya Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor Jawa Barat, berjalan lancar dan kondusif, pada Sabtu 20 September 2025. Bertempat di Villa Serena yang terletak di wilayah Desa Sukajaya pemilihan kepala Desa antar waktu tahun 2025 di laksanakan secara transfaran yang di saksikan […]

  • Berulangkali Mangkir dari Persidangan Jekson Sihombing, Wilson Lalengke: Ini Persekongkolan Jahat Kapolda dengan Kajati Riau

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 54
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pekanbaru, 17 Februari 2026|Dalam lanskap hukum di Wilayah Riau, kasus kriminalisasi aktivis Jekson Sihombing telah menjadi simbol dari apa yang oleh banyak kritikus disebut sebagai pengkhianatan “brutal” terhadap sistem peradilan. Petisioner HAM PBB, Wilson Lalengke, bahkan menilai kasus ini sebagai persekongkolan aparat hukum yang amat jahat terhadap warga negara yang sedang berjuang bagi negara dalam […]

  • Hangat di Tengah Lalu Lintas, 350 Takjil Dibagikan untuk Pengendara di Jembatan Merdeka

    • calendar_month Rab, 18 Mar 2026
    • account_circle Husen
    • visibility 90
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 18 Maret 2026 | Forum Pers Pebayuran Bersatu (FP2B) bersama Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kecamatan Pebayuran turun langsung ke jalan membagikan 350 paket takjil kepada para pengguna jalan di Jembatan Merdeka, perbatasan Bekasi–Karawang pada momentum bulan suci Ramadhan. Rabu. (18/03/2026) Dipimpin Ketua IPSM Kecamatan Pebayuran, Jailul Komar, para relawan bergerak […]

  • Dukungan Penuh terhadap Wartawan Terancam di Gunung Sindur, Bogor

    • calendar_month Sen, 12 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 153
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Gunung Sindur, Bogor| (GMOCT), Seorang wartawan, Iwang, diduga menjadi korban pengancaman melalui pesan WhatsApp. Menanggapi hal ini, Ketua RT 001/007 Desa Curug, Kecamatan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Heru Herdika, langsung merespon dengan mengundang Iwang ke rumahnya dan menyatakan kesiapannya untuk mendampingi Iwang melaporkan kasus ini ke kepolisian. “Pak Iwang adalah warga saya, pastinya akan saya […]

  • Cegah Perilaku Negatif Untuk Pelajar, 18 Sekolah diJakarta Timur Ikuti Pembinaan Hukum

    • calendar_month Sel, 7 Okt 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 411
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Jakarta 7 Oktober 2025| Wakil Walikota Administrasi Jakarta Timur, Kusmanto, membuka pembinaan dan sosialisasi hukum untuk pelajar tingkat SMA/SMK Jakarta Timur, di SMK Negeri 26 Jakarta, Kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Selasa (7/10/2025). Kegiatan melibatkan pelajar dari 18 SMA/SMK wilayah DKI Jakarta Timur. Wakil Walikota menjelaskan, kegiatan melibatkan banyak pihak, mulai dari pihak bagian […]

expand_less