Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Galian Tanah di Lebak Serang Banten Jadi Sorotan Publik, Kemana APH dan Pemerintah?

Galian Tanah di Lebak Serang Banten Jadi Sorotan Publik, Kemana APH dan Pemerintah?

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
  • visibility 245
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Banten, 23 Agustus 2025| Aliansi Pegiat Banten Bersih (APBB) mendesak aparat penegak hukum dan pemerintah segera menutup, menindak, dan mengusut tuntas galian tanah ilegal yang marak di Jalur Curug Bitung (Lebak) serta Kecamatan Jawilan (Kabupaten Serang). Aktivitas galian liar ini terbukti merusak lingkungan, merugikan masyarakat, bahkan telah menelan korban jiwa.

Di Lebak, lokasi galian di sepanjang Jalur Curug Bitung sudah lama dikeluhkan warga. Jalan nasional yang menjadi akses utama kerap dipenuhi truk pengangkut tanah, menyebabkan kemacetan, kecelakaan, dan kerusakan jalan. Bahkan, longsor galian di wilayah ini telah menewaskan pekerja pada Oktober 2023.

Sementara di Serang, galian ilegal di Kecamatan Jawilan makin masif. Truk-truk pengangkut tanah lalu-lalang siang malam, menimbulkan debu, jalan berlubang, dan menurunkan kualitas hidup warga. Kondisi ini juga telah menimbulkan kecelakaan lalu lintas akibat ceceran tanah urugan di jalan raya.

Lebih jauh, hasil galian dari Lebak dan Serang ini diduga kuat mengalir ke mega-proyek di Pesisir Utara, termasuk kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK/PIK2), yang sejak awal pembangunan menuai sorotan terkait dampak lingkungan dan sosial. Arus truk tanah urugan pernah ditolak masuk Kota Tangerang, dan praktik “kuota rit” tanah dari Banten dilaporkan oleh warga dan media lapangan.

Pernyataan Presiden Republik Indonesia

Dalam Pidato Kenegaraan 15 Agustus 2025, Presiden Prabowo Subianto menegaskan:

“Kita sedang menertibkan 1.063 tambang ilegal dengan potensi kerugian negara mencapai ratusan triliun rupiah. Saya tegaskan tidak akan ada yang saya lindungi. Tidak ada toleransi, tidak ada perlindungan bagi siapa pun—termasuk dari partai saya sendiri—yang terbukti membekingi tambang ilegal. Negara harus hadir, hukum harus ditegakkan.”

Pernyataan Presiden ini menjadi sinyal kuat bahwa seluruh praktik tambang ilegal, termasuk galian tanah di Banten, harus segera diberantas.

Pernyataan Kuntadi, Koordinator Aliansi Pegiat Banten Bersih

“Curug Bitung dan Jawilan sekarang jadi ladang eksploitasi. Jalan rusak, debu beterbangan, warga jadi korban, bahkan nyawa pekerja melayang. Negara tidak boleh diam. Kami menuntut operasi terpadu Polda Banten, Kejati, Dinas ESDM, dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menutup seluruh galian ilegal, menyita alat berat, dan memproses pidana pemodal serta operator, Presiden Prabowo Sudah Menginstruksikan tegas”

“Kami juga meminta audit rantai pasok urugan ke proyek pesisir, termasuk PIK/PIK2. Jika terbukti tanah Banten mengalir ke sana tanpa izin resmi, maka pemerintah harus menghentikan pasokan, menjatuhkan denda maksimal sesuai UU Minerba, serta mewajibkan pemulihan lingkungan, cek perusahaan Armada dari PT. Tunas Cakra Mandiri Sejahtera / perusahaan Armada yang sudah berapa tahun mengambil tanah dari galian ilegal di Lebak dan Serang tersebut, Tuntutan kita akan dibawa sampai aksi unjuk rasa di jakarta ”

Tuntutan APBB

1. Tutup total galian ilegal di Jalur Curug Bitung (Lebak) dan Jawilan (Serang) dengan operasi terpadu.

2. Tangkap dan adili pemodal–operator berdasarkan Pasal 158 UU No. 3/2020 (Minerba) dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda Rp100 miliar.

3. Usut rantai pasok urugan ke proyek PIK/PIK2, moratorium pasokan dari titik ilegal.

4. Audit AMDAL/UKL-UPL seluruh kuari di Lebak–Serang sesuai UU No. 32/2009 tentang PPLH.

5. Pulihkan lingkungan pascatambang dan bebankan biaya reklamasi pada pelaku.

6. Rekayasa lalu lintas truk dan kewajiban pembersihan jalan dari tanah urugan untuk keselamatan publik.

7. Lindungi warga pelapor, agar tidak dikriminalisasi oleh pengusaha tambang nakal.

Fakta Lapangan

Longsor galian di Lebak (Oktober 2023) menewaskan 2 pekerja, 1 tersangka ditetapkan polisi.

DPRD Lebak dan Banten (Agustus 2025) menyoroti banyaknya tambang ilegal di Lebak dan mendesak penindakan.

Insiden kecelakaan lalu lintas akibat ceceran tanah urugan di jalan raya (Juli 2025).

Rute truk tanah Banten menuju PIK pernah ditolak masuk Kota Tangerang, menimbulkan protes warga.

Tentang Aliansi Pegiat Banten Bersih (APBB)

Koalisi masyarakat sipil di Banten yang berkomitmen pada advokasi lingkungan, tata kelola sumber daya alam yang adil, serta perlindungan masyarakat dari dampak kerusakan ekologi.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Laksanakan Giat Baca Puisi di Ruang Terbuka, PDSB Sukses Menjadi Sorotan Pengunjung BKT

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle M Dekra / Syarif H
    • visibility 190
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta, 23 November 2025 | Organisasi Pemuda Duren Sawit Bersatu (PDSB) menyelenggarakan giat pembacaan puisi di ruang terbuka yang bertajuk “Tadarus Puisi” di pintu air Banjir Kanal Timur (BKT), Kelurahan Malaka Sari, pada Minggu (23/11/2025). Acara ini sukses menarik perhatian para pengujung BKT yang sedang melakukan aktifitas Car Free Day (CFD) di lokasi tersebut, bahkan […]

  • Tragedi 26 Mei: Anak Ibu Khusnul Jadi Korban Penyekapan dan Ancaman, Kuasa Hukum Minta Keadilan

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 207
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Trenggalek (GMOCT) 26 Agustus 2025| Malam 26 Mei 2024 menjadi malam kelabu bagi seorang anak bernama A, buah hati Ibu Khusnul. Remaja yang seharusnya menikmati indahnya masa sekolah, justru menjadi korban penyekapan dan ancaman yang merobek rasa aman serta keadilan. Informasi yang dihimpun Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) dari media online Mediasaksi.com yang […]

  • Polsek Ciampea Sigap Tindaklanjuti Laporan Tembok Longsor Akibat Hujan Deras

    • calendar_month Ming, 10 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 93
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor,10 Agustus 2025| Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciampea pada Sabtu (9/8/2025) sore mengakibatkan tembok setinggi 5 meter dan panjang 25 meter milik Kampung Wisata Cinangneng di Desa Cihideung Udik longsor. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Kampung Babakan Kemang, RT 001 RW 004, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Kapolsek […]

  • Agrimarine City 1.000 Ha Siap Dimonetisasi: Proyek Agro-Maritim Terbesar Dengan Skema Investasi Terbuka

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 93
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 16 November 2025| Proyek Agrimarine City seluas 1.000 hektare yang dikembangkan oleh PT Gunung Sangkabuana Barokah (GSB) kini memasuki fase monetisasi. Kawasan agro-maritim terpadu ini dirancang sebagai pusat produksi hijauan pakan ternak, tanaman pangan industri, rempah, dan hortikultura terbesar di Indonesia Timur. Agrimarine City mengusung konsep pengembangan berbasis cluster komoditas, membagi lahan menjadi empat […]

  • Bank Mandiri Gelar Pembukaan Rekening Massal di Sukamakmur, Dorong Inklusi Keuangan Warga Desa

    • calendar_month Kam, 16 Apr 2026
    • account_circle Husen
    • visibility 31
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 16 April 2026 – Bank Mandiri terus mendorong perluasan akses layanan keuangan dengan menggelar kegiatan pembukaan rekening massal bagi masyarakat di Kampung Pembetokan, Desa Sukamakmur, Kecamatan Sukakarya. Kamis (16/4/2026) ‎Bank Mandiri menghadirkan langsung layanan perbankan ke tengah masyarakat untuk mempermudah proses pembukaan rekening. Petugas bank melayani warga secara langsung di lokasi […]

  • Kritik Keras IndexPolitica: Diplomasi RI di BoP Mandul, Gaza Terus Dibombardir

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 115
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id- Jakarta, 2 Februari 2026| Gaza terus dibombardir. Serangan terbaru Israel yang diduga melanggar kesepakatan gencatan senjata kembali menambah daftar korban jiwa serta kehancuran infrastruktur sipil. Eskalasi kekerasan ini tidak hanya memperburuk krisis kemanusiaan, tetapi juga kembali mempertanyakan efektivitas diplomasi internasional yang selama ini diklaim sebagai penjaga perdamaian global. Lembaga kajian politik IndexPolitica menilai situasi […]

expand_less