Ini 3 Batu Sandungan Besar Sebelum Indonesia Bisa Beli Minyak dari Moskow
- account_circle Heriyanto
- calendar_month 22 hour ago
- visibility 5
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Jakarta, 19 April 2026 | Indonesia serius melirik minyak dan gas Rusia di tengah gejolak energi global. Tapi ternyata, jalannya tidak semulus yang dibayangkan. Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Federasi Rusia untuk Republik Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov, berterus terang soal tiga hambatan nyata yang harus diselesaikan lebih dulu, sebelum transaksi energi antara kedua negara benar-benar bisa terjadi.
Tolchenov menyampaikan hal ini saat ditemui di Kantor Radio Sonora, Jakarta, pada Kamis, 16 April 2026. Ucapannya singkat, tapi padat dengan realita.
Masalah pertama: siapa yang mau mengangkut minyaknya?
Ini bukan soal ada atau tidaknya minyak. Rusia punya. Masalahnya adalah bagaimana memindahkan minyak itu dari Rusia ke Indonesia, ketika banyak perusahaan pelayaran dari negara-negara Barat menolak bekerja sama dengan Moskow akibat sanksi atas konflik di Ukraina.
“Bagaimana cara membawa minyak ke Indonesia? Karena cukup banyak perusahaan Barat, perusahaan pengapalan, juga tidak mau bekerja sama dengan Rusia,” kata Tolchenov.
Artinya, Indonesia tidak bisa begitu saja memesan minyak dan menunggu kapal tiba. Butuh skema pengiriman alternatif yang tidak bergantung pada operator pelayaran Barat.
Masalah kedua: bayar pakai apa?
Setelah urusan kapal, muncul soal yang tak kalah pelik, yaitu metode pembayaran. Rusia saat ini tidak tergabung dalam jaringan SWIFT (Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication), sistem transfer perbankan internasional yang menjadi tulang punggung transaksi keuangan antarnegara.
Tanpa SWIFT, transfer pembayaran langsung dari Indonesia ke Rusia menjadi sangat rumit. Tolchenov mengakui satu-satunya jalan yang mungkin adalah melewati pihak negara ketiga, meski rute itu lebih panjang dan tidak efisien.
Masalah ketiga: jangan harap harga spesial
Nah, ini yang mungkin paling mengejutkan banyak pihak. Tolchenov dengan tegas mematahkan harapan siapa pun yang berangan-angan mendapat “harga teman” dari Rusia.
“Dalam bisnis tidak ada kata teman,” ujarnya.
Lebih jauh lagi, ia bahkan menyebut bahwa dalam kondisi geopolitik global saat ini, harga minyak Rusia bisa jadi lebih tinggi dari harga normal. “Jadi kami mendapatkan lebih banyak uang daripada harga normal. Tapi inilah ekonomi pasar, inilah situasinya sekarang,” kata Tolchenov.
Rusia tetap buka pintu, tapi dengan syarat
Di balik tiga hambatan itu, Tolchenov memastikan Rusia tidak menutup pintu. Presiden Vladimir Putin disebut telah memberikan arahan agar perusahaan-perusahaan minyak Rusia siap melayani negara mana pun yang ingin membeli, termasuk negara-negara Eropa sekalipun.
“Jika mereka serius, jika mereka ingin memiliki kontrak jangka panjang dan membeli minyak Rusia, bahkan untuk mereka pun kami siap menyediakan. Kami adalah pemasok sumber daya yang sangat bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pesan itu jelas. Rusia tidak memilih-milih pembeli. Tapi siapa pun yang datang harus datang dengan solusi konkret untuk tiga pertanyaan besar tadi: kapal, pembayaran, dan kesiapan menerima harga pasar yang sesungguhnya.[]
“Kini bola ada di tangan Indonesia”.
- Author: Heriyanto






At the moment there is no comment