Breaking News
light_mode
Home » Opini » Intelijen Terpecah? Ponto: Salah Besar! BIN dan BAIS Punya Fungsi Sendiri

Intelijen Terpecah? Ponto: Salah Besar! BIN dan BAIS Punya Fungsi Sendiri

  • account_circle Tim/Red
  • calendar_month Sen, 12 Mei 2025
  • visibility 198
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta| Di tengah meningkatnya kompleksitas politik Nasional, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI periode 2011–2013, Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, meluruskan anggapan yang menurutnya keliru dan menyesatkan terkait dugaan dualisme intelijen antara BIN dan BAIS.

Menurut Ponto, pemisahan kewenangan antara lembaga intelijen Negara bukanlah bentuk konflik, melainkan justru memperkuat sistem melalui pembagian fungsi yang spesifik.

 “Tidak ada satu pun norma dalam sistem Hukum Indonesia yang menyatakan bahwa intelijen harus bersifat tunggal dan tersentralisasi,” tegas Ponto dalam wawancara pada Minggu (11/5/25)

Intelijen Berbeda Lembaga tapi Satu Tujuan. Ponto menjelaskan bahwa tiap lembaga Negara memiliki tugas yang berbeda, sehingga kebutuhannya terhadap intelijen juga berbeda.

TNI memiliki BAIS untuk intelijen pertahanan, Presiden membawahi BIN untuk intelijen strategis dan keamanan Nasional, Polri memiliki Badan Intelijen Keamanan (BIK) untuk mendukung tugas penegakan Hukum, sementara Kejaksaan memiliki JAMINTEL untuk kepentingan intelijen yustisial.

“Ini bukan dualisme, ini keragaman fungsional dalam satu sistem keamanan Nasional. Militer tidak bisa bergantung pada intelijen sipil, begitu pula aparat Hukum tidak bisa menggunakan informasi strategis politik untuk operasional,” tambahnya.

Koordinasi Bukan Subordinasi

Ponto menilai bahwa yang perlu diperkuat bukan penyatuan lembaga, melainkan sistem koordinasi dan integrasi informasi.

Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2019 telah menetapkan peran BIN sebagai koordinator, bukan sebagai komando tunggal atas seluruh intelijen.

“Koordinasi bukan subordinasi. Yang diperlukan adalah kerja sama antar lembaga, bukan penyeragaman yang bisa merusak independensi fungsi masing-masing,” ujarnya.

Alasan Sistem Intelijen Terpisah Perlu Dipertahankan

Lebih lanjut, Ponto menyebutkan tiga alasan utama mengapa pemisahan fungsi intelijen tetap relevan dan harus dipertahankan:

– Mencegah Konsentrasi Kekuasaan: Menyatukan seluruh fungsi intelijen ke dalam satu lembaga akan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang.

– Efektivitas Kinerja: BAIS hanya akan optimal jika berada dalam struktur militer, sementara BIN efektif dalam konteks sipil dan pemerintahan strategis.

– Menjaga Netralitas Politik: Sistem ini menjamin bahwa intelijen tidak menjadi alat kekuasaan satu pihak.

Yang Salah Bukan Sistem, Tapi Cara Pandang.

“Saya tegaskan kembali, tidak ada dualisme antara BIN dan BAIS. Yang ada adalah diferensiasi fungsional yang sesuai dengan struktur ketatanegaraan kita,” tutup Ponto

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dinilai Janggal? PK Irfan Suryanagara “Ratusan Mahasiswa Turun Kejalan BerDemo di MA dan KY”

    • calendar_month Sel, 30 Sep 2025
    • account_circle Rls/M.Ifsudar
    • visibility 553
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta 1 Oktober 2025| Ratusan massa aksi dari organisasi Mahasiswa Pengawas Pradilan Bersih (Mapras) melakukan demonstrasi di kantor Mahkamah Agung (MA) dan Komisi Yudisial di Jakarta (30/9), terkait dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim terhadap Majelis Hakim Agung. Mereka menilai perkara Peninjauan Kembali (PK) Nomor 97 PK/Pid/2024 yang Ketuai Majelis hakim yakni Prof […]

  • Akses Peta Pertanahan Melalui Bhumi Terbuka Untuk Publik, Kementerian ATR/BPN Perkuat Transparansi dan Partisipasi Masyarakat

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 306
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 23 Agustus 2025| Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) membuka akses peta dasar pertanahan kepada publik melalui aplikasi berbasis web geoportal Bhumi. Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol, Harison Mocodompis, menjelaskan, bahwa; aplikasi tersebut sebagai upaya memperkuat transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pertanahan. “Masyarakat bisa ikut menjadi mata bagi kerja-kerja […]

  • Dibawah Payung PSN: Ketika Label “Strategis” Menjadi Mantra Kekebalan Hukum di Papua Selatan

    • calendar_month Sel, 30 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 356
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Merauke, 31 Desember 2025| Di tanah Papua Selatan tercium aroma tanah basah dan hujan kritik yang tak akan pernah membasahi para raksasa. Sebab, mereka berlindung di bawah payung raksasa berwarna hijau militer bertuliskan tiga huruf sakti: PSN (Proyek Strategis Nasional). Dua infografis yang beredar baru-baru ini menelanjangi sebuah skema besar yang bekerja dalam senyap. Jika […]

  • Hasil Timnas Indonesia vs Jepang di Kualifikasi Piala Dunia 2026: Pasukan Patrick Kluivert Kalah 0-6

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle Muhamad Dekra
    • visibility 689
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta| Tim Nasional (Timnas) Indonesia menelan kekalahan telak saat bertandang ke markas Jepang di matchday terakhir Grup C babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, pada Selasa (10/6/2025) malam WIB. Bermain di Stadion Suita, Osaka, Jepang, skuad Garuda tepatnya tumbang dengan skor 0-6. Selasa, (10/06/2025) Tim asuhan Patrick Kluivert itu awalnya sudah tertinggal 0-3 […]

  • Geger! Ketua Perbakin Terlibat Skandal Amunisi Pindad Ilegal,

    • calendar_month Sab, 28 Jun 2025
    • account_circle Rls/M.imron/M.Ifsudar
    • visibility 109
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta| Dunia olahraga menembak Indonesia diguncang! Seorang pejabat tinggi organisasi resmi, Ketua Perbakin Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Agung Budi Taliroso, terciduk terlibat dalam jaringan pemasok amunisi ilegal untuk industri rumahan senjata api rakitan di Bandar Lampung. Yang membuat geger, sebagian besar amunisi yang dipasok Agung adalah produk resmi PT Pindad—perusahaan BUMN yang selama ini menjadi […]

  • Polda Metro Jaya: Kebebasan Berpendapat Dijamin, Namun Perusuh di Pidana

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 258
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 15 September 2025|Kepolisian Daerah Metro Jaya menegaskan bahwa penangkapan yang dilakukan dalam peristiwa kerusuhan beberapa waktu lalu bukan menyasar para pendemo, melainkan individu-individu yang terbukti melakukan tindakan anarkis dan melanggar hukum. Penegasan ini disampaikan oleh Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi dalam sesi doorstop bersama media, Senin (15/9). Ia menekankan bahwa kebebasan menyampaikan pendapat […]

expand_less