Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Pelabuhan Tanjung Mas: Bayang-Bayang Premanisme, Polisi Sebut Pelaku Sudah Beberapa Kali Dibuatkan Surat Pernyataan Namun Tidak Digubris

Pelabuhan Tanjung Mas: Bayang-Bayang Premanisme, Polisi Sebut Pelaku Sudah Beberapa Kali Dibuatkan Surat Pernyataan Namun Tidak Digubris

  • account_circle Tim/Red
  • calendar_month Ming, 11 Mei 2025
  • visibility 156
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Semarang, 8 Mei 2025|(GMOCT). Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang, yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi yang dinamis, justru dibayangi oleh aksi premanisme yang meresahkan. Seorang pria berinisial R, disebut-sebut sebagai “raja kecil” di area bongkar muat batu bara, menebar teror kepada para sopir truk. R, warga Barutikung yang berprofesi sebagai tukang buka terpal, diduga kerap melakukan pemalakan dan kekerasan fisik. Para sopir mengaku ketakutan dan merasa tidak berdaya menghadapi tindakan premanisme tersebut. “Dia sering mabuk dan main pukul. Kami takut melapor karena khawatir terjadi sesuatu,” ujar seorang sopir yang enggan disebutkan namanya.

Seorang korban, sopir berinisial M, telah melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polrestabes Semarang. Namun, laporannya tidak ditindaklanjuti dengan alasan kurangnya saksi. Kekecewaan mendalam dirasakan M, yang mengalami luka serius akibat kekerasan yang dilakukan R. “Saya babak belur, tapi laporan saya ditolak. Rasanya hukum tidak berpihak kepada kami,” ucapnya.

Kasus ini semakin mengkhawatirkan karena R tampaknya beroperasi dengan leluasa. Setelah kasus ini viral, Polsek sempat melakukan pencarian, namun gagal menemukan R. Polres kemudian menghubungi atasan korban untuk mendapatkan kontak korban dan meminta korban datang ke Polsek untuk dimintai keterangan selama beberapa jam. Yang mengejutkan, setelah memberikan keterangan, korban pulang tanpa menerima surat tanda bukti laporan. Ketidakjelasan prosedur ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai penanganan kasus tersebut.

Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran akan berlanjutnya aksi premanisme di Pelabuhan Tanjung Mas. Para sopir dan pekerja pelabuhan lainnya hidup dalam ketakutan. Mereka berharap pihak berwajib, khususnya Polda Jawa Tengah, segera mengambil tindakan tegas untuk melindungi mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang aman. Informasi ini diperoleh dari media online Jelajahperkara, anggota GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama).

Saat dikonfirmasi oleh GMOCT, baik Kanit Reskrim Polsek Pelabuhan Tanjung Mas ataupun penyidik nya tidak respon sama sekali.

Dan menurut informasi dari Ketua DPD GMOCT Provinsi Jawa Tengah M Bakara, korban baru diberikan surat tanda bukti aduan hari ini Minggu 11 Mei 2025.

#NoViralNoJustice
#PolriPresisi

Team/Red (Jelajahperkara)

GMOCT: Gabungan Media Online dan Cetak Ternama

  • Author: Tim/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: GMOCT

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidorahayu Dalam Jurang Kehancuran: Seorang Oknum Kepala Desa Sumberrejo Di Duga Dalangi Penambangan Pasir Ilegal

    • calendar_month Ming, 18 Mei 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 224
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Lampung Timur| Dibalik keindahan dan kesejukan Desa Sidorahayu Kecamatan WawayKarya Kabupaten Lampung Timur, tersirat sebuah tragedi memilukan yang mengancam Wilayah tersebut kedalam Jurang Kehancuran. Pasalnya, pada Sabtu siang (10/05/2025) saat awak Media melakukan Control Social diwilayah Desa Sidorahayu, Kecamatan WawayKarya, awak Media kembali menemukan sebuah Lokasi yang digunakan untuk melakukan Kegiatan Penambangan Pasir yang diduga […]

  • Dugaan Korupsi Dana BOS Rp 10,6 Miliar Guncang Pendidikan Banten, FMBT Desak Proses Hukum

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 327
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Tangerang, 13 Juli 2025| Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), mendapatkan informasi dari media online targetberita yang tergabung di GMOCT perihal Dugaan Skandal korupsi kembali mengguncang dunia pendidikan di Provinsi Banten. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Banten dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Banten Tahun Anggaran 2024 menemukan […]

  • Dana Desa Dipakai Bangun Jalan & Talud di Tanah Pribadi Kades, Apakah Sah Secara Hukum?

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 174
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pemalang, 6 Oktober 2025| Penggunaan Dana Desa di Desa Wangkelang, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, kembali menuai sorotan publik. Alih-alih menjadi instrumen pembangunan warga, dana yang digelontorkan hampir satu miliar rupiah per tahun justru menimbulkan tanda tanya besar. Warga mempertanyakan transparansi dan legalitas proyek yang dibiayai uang negara itu, terutama setelah muncul dugaan bahwa pembangunan sarana […]

  • Kepla BGN: Sebut Matahukum Disebut Tak Paham Juknis Program MBG

    • calendar_month Sen, 19 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 137
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 20 Januari 2026| Matahukum dituding tak paham soal Petunjuk Teknis atau Juknis Program Makan Bergizi Gratis (MBG-red) yang sudah ditetarakan selama ini. Pernyataan tersebut ditegaskan langsung oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana melalui pesan WhatsAapnya, Senin (19/1/2026). “Narasumber (Matahukum-red) tak paham soal aturan Juknis dari Program MBG yang selama ini telah berjalan […]

  • Tahun Baru Tanpa Kembang Api, Rumah Berkah Gelar Indonesia Berzikir

    • calendar_month Ming, 28 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 61
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 28 Desember 2025| Kebiasaan menyalakan kembang api pada malam pergantian tahun, hampir tak terpisahkan dari perayaan masyarakat. Jutaan orang di berbagai penjuru dunia menyambut datangnya tahun baru dengan pesta, petasan, dan kembang api. Namun menjelang pergantian tahun 2025 menuju 2026, Yayasan Rumah Berkah Nusantara menghadirkan alternatif perayaan yang berbeda. Berkolaborasi dengan Majelis Zikir Az-Zikra […]

  • Mantan Karyawan Cafe Cofenofe Galaxy Sudah 2 Bulan Gajinya Belum Dibayar “Bos Obral Janji Manis”

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Rls/M.Ifsudar
    • visibility 29
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id​ – Bekasi, 11 Maret 2026 | Dugaan penahanan hak upah karyawan kembali mencoreng citra industri kuliner di kawasan Galaxy, Bekasi Selatan. Kali ini, Cafe Cofenofe menjadi sorotan tajam setelah salah satu mantan karyawannya, RJ, angkat bicara mengenai nasib malang yang menimpanya. ​Selama dua bulan penuh, keringat RJ seolah tak dihargai. Upaya mediasi yang dilakukan […]

expand_less