Polda Banten Beberkan Kronologi Penusukan Anak Politikus PKS di Cilegon
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- visibility 40
- comment 0 comment

Foto: Konferensi pers Polda Banten kasus pembunuhan anak politikus PKS. (Dok. Polda Banten)
Tegarnews.co.id-Cilegon, 6 Januari 2026| Seorang anak politikus PKS di Cilegon, Banten, tewas ditusuk perampok setelah berupaya melakukan perlawanan. Peristiwa tragis ini terjadi saat pelaku menyatroni rumah korban dan gagal membobol brankas. Polda Banten telah mengungkap kronologi lengkap dan motif di balik kejahatan yang menewaskan korban berusia 9 tahun tersebut.
Dirkrimum Polda Banten Kombes Dian Setiawan menjelaskan, pelaku masuk ke rumah politikus PKS tersebut dengan mencongkel jendela. Setelah berhasil masuk ke lantai satu, pelaku mencoba mengotak-atik sebuah brankas besar yang ditemukan dalam kondisi pintu terbuka. Namun, upaya pelaku untuk membukanya tidak berhasil.
“Setelah mengotak-atik brankas dan tidak berhasil, bahkan brankas sempat digeser ke kiri, yang bersangkutan naik ke lantai 2,” kata Dian dalam konferensi pers di Polda Banten, Senin (5/1/2026).
Di lantai dua, pelaku mendatangi kamar korban berinisial A. Di sana, pelaku melihat korban sedang bermain ponsel di atas kasur. Pelaku kemudian menghampiri korban dan memberikan isyarat agar diam.
“Selanjutnya korban menghampiri, pelaku mengasih kode untuk diam,” ujar Dian sambil memperagakan pelaku mengacungkan jari telunjuk ke mulut. Pelaku kemudian sempat menanyakan keberadaan ayah korban. “Selanjutnya (pelaku) sempat nanya ‘ayahmu di mana?’. Korban sempat menjawab ‘keluar’,” tambahnya.
Pelaku lalu menanyakan kunci brankas kepada korban A. Korban menjawab tidak tahu, sambil mengatakan ‘mungkin kakak D tahu’ dan menunjuk kamar kakaknya yang berada di ujung lantai dua. “Selanjutnya korban dirangkul dibawa ke almari putih di kamar utama bapaknya. Di situ diikat,” jelas Dian.
Korban Melawan dan Ditusuk
Namun, saat hendak diikat, korban melakukan perlawanan sengit. Korban sempat menendang kemaluan pelaku sebanyak dua kali, serta lutut dan siku pelaku. “Dari situ, pelaku langsung menusuk korban,” ucap Dian.
Korban sempat berteriak dan semakin ditusuk oleh pelaku. Setelah melakukan penusukan, pelaku kembali turun ke lantai satu, ke tempat brankas. Di dekat brankas itu, ditemukan bekas darah di bagian kunci kode dan bagian atas brankas.
“Dipikirnya tidak berhasil, pelaku langsung kabur lewat jalan masuk yaitu jendela pembantu, loncat pagar dan melarikan diri,” lanjutnya.
Motif Himpitan Ekonomi dan Bukti Digital, Dirkrimum Polda Banten menjelaskan bahwa motif pelaku melakukan perampokan ini adalah himpitan ekonomi. Pelaku diketahui menderita penyakit kanker nasofaring yang memperburuk kondisi perekonomian keluarganya. “Karena himpitan ekonomi inilah mendorong yang bersangkutan melakukan tindak pidana ini,” jelas Dian.
Mureks mencatat bahwa polisi juga menemukan rekam jejak digital berupa percakapan antara pelaku dan istrinya. Chat yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 2025 pukul 09.00 WIB, sebelum kejadian di DBS, berisi rencana pelaku untuk melakukan tindak kriminal. “Bahkan yang bersangkutan sempat curhat kepada istrinya. Ditemukan chat handphone antara pelaku dan istrinya ‘apabila keadaan semakin amblas’, yang bersangkutan akan melakukan tindak kriminal dan ini dijawab oleh istrinya sendiri ‘astagfirullah yang’,” pungkas Dian.[*]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment