Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Tokoh » Polemik Dapur Sekolah Rakyat: Bupati Buteng Klaim Sudah Konsultasi dengan BPKP

Polemik Dapur Sekolah Rakyat: Bupati Buteng Klaim Sudah Konsultasi dengan BPKP

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 10 Jan 2026
  • visibility 255
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Buton Tengah, 11 Januari 2026| Polemik pembangunan dapur untuk program Sekolah Rakyat di Kabupaten Buton Tengah (Buteng), Sulawesi Tenggara, memicu sorotan publik setelah Bupati Buteng secara terbuka mengakui bahwa proyek tersebut telah dikerjakan sebelum adanya pengusulan resmi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025.

Dalam pernyataannya, sang Bupati, Dr. H. Azhari, berdalih bahwa sebagai kepala daerah, ia memiliki hak diskresi untuk mengambil keputusan yang dianggap perlu, termasuk membangun dapur sekolah rakyat tanpa menunggu proses penganggaran formal.

Berita terkait di sini: https://lapan6online.com/dapur-sekolah-rakyat-rampung-100-persen-penganggarannya-baru-muncul-di-apbd-p-2025-buteng/

Pernyataan tersebut disampaikan di Kantor Bupati Buteng, saat menerima aksi unjuk rasa dari sejumlah masyarakat terkait Kepala Lingkungan yang mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran daerah. Dalam kesempatan itu, Bupati Azhari juga menyebut bahwa pembangunan dapur sekolah rakyat telah dikonsultasikan dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulawesi Tenggara.

Namun, pengakuan ini justru memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Pasalnya, proyek dapur sekolah rakyat yang telah selesai dikerjakan oleh pihak pelaksana belum bisa dibayarkan karena belum tercantum dalam APBD 2025. Hal ini menimbulkan kebingungan administratif dan potensi pelanggaran terhadap tata kelola keuangan daerah.

Azhari berdalih bahwa pembangunan tersebut merupakan bagian dari program prioritas nasional, yakni Sekolah Rakyat yang disebutnya sebagai program utama Presiden Prabowo. Dengan alasan tersebut, ia merasa memiliki legitimasi untuk melaksanakan proyek tersebut meskipun belum ada dasar hukum anggaran yang jelas.

Namun, pernyataan ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Salah satunya datang dari alumni Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) ke-48 Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI tahun 2012, Wilson Lalengke. Ia menyatakan keprihatinannya atas tindakan yang dinilainya sebagai bentuk kesewenang- wenangan dalam menggunakan uang rakyat.

“Uang rakyat bukan untuk digunakan semau-gue, bahkan oleh presiden sekalipun,” tegas Wilson Lalengke dalam pernyataannya, Sabtu,10 Januari 2025. Ia menilai bahwa tindakan Bupati Buteng mencerminkan pola pikir otoriter yang tidak menghormati prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Salah satu aspek paling kontroversial dalam kasus ini adalah dugaan bahwa dana yang digunakan untuk membangun dapur sekolah rakyat berasal dari Dana Belanja Tak Terduga (BTT). Dana BTT sejatinya diperuntukkan bagi kondisi darurat seperti bencana alam, wabah penyakit, atau keadaan luar biasa lainnya yang tidak dapat diprediksi sebelumnya.

Penggunaan dana BTT untuk proyek yang tidak bersifat darurat menyalahi prinsip dasar pengelolaan keuangan negara. Jika benar dana tersebut digunakan untuk proyek dapur sekolah rakyat, maka hal ini berpotensi menjadi pelanggaran hukum dan etika pemerintahan.

Wilson Lalengke menegaskan bahwa anggaran negara harus disusun berdasarkan kebutuhan rakyat, bukan untuk kepentingan politik atau pencitraan pribadi kepala daerah. Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari DPRD Buton Tengah yang seharusnya menjalankan fungsi kontrol terhadap kebijakan eksekutif.

Dalam pernyataannya, Wilson Lalengke, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), mendesak agar DPRD Buteng segera memanggil Bupati untuk dimintai pertanggungjawaban atas kebijakan yang diambil. Ia juga meminta BPKP Sulawesi Tenggara untuk menjelaskan secara terbuka apakah benar telah memberikan persetujuan atau konsultasi terkait proyek tersebut.

“Jika benar BPKP telah dikonsultasikan, maka mereka juga harus bertanggung jawab atas kekeliruan fatal ini,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara tidak boleh dilakukan secara longgar, apalagi jika menyangkut dana publik yang seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat luas.

Lebih lanjut, Wilson Lalengke juga mendesak Gubernur Sulawesi Tenggara dan Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan pembinaan kepada Bupati Buteng. Menurutnya, pemimpin daerah harus memahami dan mematuhi aturan main dalam pengelolaan keuangan negara.

“Kalau perlu, sekolahkan ulang bupati ini agar paham bagaimana menjalankan amanah rakyat,” sindir tokoh HAM Internasional itu.

Kasus ini menjadi cerminan dari pentingnya integritas dan transparansi dalam pengelolaan pemerintahan daerah. Diskresi kepala daerah memang diatur dalam peraturan perundang- undangan, namun penggunaannya harus tetap dalam koridor hukum dan etika publik. Diskresi bukanlah tiket bebas untuk bertindak semaunya, apalagi jika menyangkut penggunaan dana publik yang belum dianggarkan secara resmi.

Pembangunan dapur sekolah rakyat, meskipun mungkin memiliki niat baik, tetap harus melalui prosedur yang benar. Tanpa perencanaan dan penganggaran yang matang, proyek semacam ini justru bisa menimbulkan masalah hukum dan keuangan di kemudian hari.

Masyarakat Buton Tengah berhak mendapatkan penjelasan yang transparan dan akuntabel dari pemerintah daerah. Mereka juga berhak menuntut agar setiap kebijakan yang diambil benar-benar mencerminkan kebutuhan dan aspirasi rakyat, bukan sekadar ambisi politik atau pencitraan pribadi.

Polemik dapur sekolah rakyat di Buton Tengah menjadi pelajaran penting bagi seluruh pemangku kebijakan di Indonesia. Tata kelola pemerintahan yang baik menuntut integritas, transparansi, dan akuntabilitas. Setiap rupiah dari uang rakyat harus digunakan dengan penuh tanggung jawab dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Sudah saatnya semua pihak, baik eksekutif, legislatif, maupun lembaga pengawas, menjalankan perannya masing-masing dengan sungguh-sungguh. Hanya dengan cara itulah kepercayaan publik terhadap pemerintah dapat dipertahankan dan diperkuat.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bhabinkamtibmas Desa Lumpang Polsek Parungpanjang Polres Bogor Polda Jawa Barat Melaksanakan sambang warga

    • calendar_month Sab, 14 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 82
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Bhabinkamtibmas Desa Lumpang Polsek Parungpanjang Polres Bogor Aipda Sandri Heri. N melaksanakan kegiatan sambang warga kp. Kancilmas RT 002/002 Desa Lumpang Kecamatan Parungpanjang Kab. Bogor Wilayah Hukum Polsek Parungpanjang Polres Bogor. Jumat, 13/06/2025 sekira jam 09.00 WIB. Kapolres Bogor AKBP RIO WAHYU ANGGORO, S.H., S.I.K., M.H melalui Kapolsek Parungpanjang Polres Bogor Kompol Dr. Suharto, […]

  • Polisi Gagalkan Peredaran Narkoba Senilai Puluhan Juta di Jalan TMP Taruna

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 384
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Tangerang, 14 Agustus 2025| Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota berhasil mengamankan seorang pria berinisial N W (35) yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu dan ekstasi dalam jumlah besar. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 11.30 WIB, (7/8) di pinggir Jalan TMP Taruna, Kelurahan Suka Asih, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Dr. Raden […]

  • Bhabinkamtibmas Wilayah Hukum Polsek Dramaga Sambang Instansi Kantor Desa Sukadamai, Sampaikan Himbauan Kamtibmas Ajak Sinergitas Jaga Kondusifitas Wilayah

    • calendar_month Sel, 6 Mei 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 130
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Polres Bogor| Bhabinkamtibmas Polsek Dramaga Polres Bogor Polda Jabar Aipda Jenda MK  menyambangi Instansi Kantor Desa Sukadamai Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor. Kegiatan sambang ini akan menjadi rutinitas untuk mendekatkan diri dengan para staf instansi agar para staf Desa  lebih melayani masyrakat  dalam mengurus administrasi warga dan keperluan lainnya. deteksi dini dalam rangka pemeliharaan kamtibmas di […]

  • Duka Menyelimuti Partisan Pejuang Siliwangi “Kehilangan Sosok Legendaris, Sugih Taufik”

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 74
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 29 November 2025| DPP Partisan Pejuang Siliwangi berduka atas meninggalnya tokoh legendaris yang berasal dari Kota Bogor “Sugih Taufik” (29/11). Beliau sosok seorang pejuang sosial meninggal di Rs.RSUD Kota Bogor pada pukul 04.00 WIB (Pagi), meninggalkan satu istri, 1 putra dan dua putri yang beralamat di Gunung Batu Gang Sarijan, Kota Bogor. Beliau […]

  • Bergerak Bersama Lintas Instansi, Wujud Nyata Negara Hadir Ditengah Masyarakat Terdampak Bencana

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 69
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Aceh Tamiang, 5 Januari 2026| Forkopimda Kabupaten Aceh Tamiang menyerahkan bantuan berupa speed boat karet milik BNPB serta paket sembako kepada warga Desa Lubuk Sidup yang terisolir akibat bencana alam di wilayah tersebut. Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menyampaikan bahwa penyerahan bantuan tersebut dilakukan pada Sabtu, 3 Januari 2026. “Forkopimda Kabupaten […]

  • Dukung Patroli Mojang Lodaya Kapolda Jabar, Polwan Polres Bogor Sapa Warga Saat Uji Coba Car Free Day di Jalan Tegar Beriman

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 126
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bogor, 26 Oktober 2025| Personel Mojang Lodaya Polwan Polres Bogor melakukan patroli sekaligus menyapa warga dalam uji coba Car Free Day (CFD) yang berlangsung di Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, pada Minggu (26/10/2025). Diketahui, Patroli Mojang Lodaya Polwan Polres Bogor memiliki moto “Nyaah, Nyakola, Nyunda” Kapolsek Dramaga, Iptu Desi Triana,S.H.,M.H yang memimpin langsung giat […]

expand_less