Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Sejarah » Presiden Paling Jenius Di Negeri Republik Indonesia “Tapi Tak Dianggap Berjasa”

Presiden Paling Jenius Di Negeri Republik Indonesia “Tapi Tak Dianggap Berjasa”

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
  • visibility 53
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Januari 2026| Negeri ini tidak sekadar lelah, Ia hampir ambruk. Rupiah terkapar, harga melonjak, perut rakyat kosong, dan kepercayaan publik hancur lebih dulu daripada gedung- gedung yang terbakar.
Di jalanan, suara marah beradu dengan suara lapar. Di istana, kekuasaan yang 32 tahun berdiri akhirnya goyah.

Tanggal 21 Mei 1998, Soeharto menyatakan berhenti. Dan di titik paling genting itulah, tongkat estafet jatuh ke tangan seorang yang bahkan tak pernah bermimpi memimpin di tengah kekacauan seperti ini: Bacharuddin Jusuf Habibie.

Banyak yang mencibir.
Banyak yang nyinyir. “Boneka Orde Baru,” kata mereka. “Presiden kecelakaan,” sindir yang lain. Mulut tajam, tapi lupa satu hal: negeri ini sedang butuh dokter, bukan komentator.

Habibie tidak datang membawa janji manis. Ia datang membawa angka, rumus, dan kerja tanpa sorak.
Saat ia dilantik, rupiah nyaris tak bernyawa, pernah menyentuh kisaran Rp16.000 per dolar AS. Perbankan rapuh, utang menumpuk, dan investor lari seperti dikejar api.

Langkah pertamanya bukan pencitraan. Ia menertibkan perbankan, menutup bank bermasalah, dan membentuk BPPN untuk menyelamatkan sistem keuangan.
Ia memisahkan Bank Indonesia dari kekuasaan politik, memberi ruang agar kebijakan moneter tidak lagi ditarik-tarik kepentingan. Ia bernegosiasi keras dengan IMF, tidak menelan mentah-mentah, tapi juga tidak membakar jembatan.

Perlahan, “iya, perlahan, bukan sulap, kepercayaan mulai kembali. Rupiah menguat, inflasi ditekan, dan roda ekonomi yang macet mulai berputar. Di beberapa periode, nilai tukar bahkan sempat menyentuh kisaran Rp6.500–Rp7.000, sebuah sinyal bahwa negeri ini belum mati, hanya terluka.

Tapi Habibie tidak berhenti di urusan perut. Ia tahu, bangsa ini bukan hanya lapar nasi—tapi juga lapar keadilan dan suara.

Keran demokrasi yang lama disumbat, ia buka. Pers dibebaskan.Tahanan politik dilepaskan. Partai politik bermunculan, dan Pemilu 1999 disiapkan—pemilu paling bebas sejak 1955. Ia bahkan mengambil keputusan berat soal referendum Timor Timur, langkah yang sampai hari ini masih diperdebatkan, tapi lahir dari prinsip: Hak menentukan nasib sendiri.”

Namun politik, seperti biasa, tidak pernah pandai berterima kasih. Di Sidang Umum MPR Oktober 1999, pidato pertanggungjawabannya ditolak. Isu Bank Bali, tekanan elite, dan dendam masa lalu bercampur jadi satu.
Keringatnya tidak dihitung.
Hasil kerjanya dipotong- potong. Ia tidak lagi diinginkan.

Di titik itu, Habibie sebenarnya punya pilihan. Ia bisa melawan. Ia bisa mengerahkan dukungan. Ia bisa memanaskan jalanan. Tapi tidak. Ia memilih mundur dengan kepala tegak.

“Saya tidak mau bangsa ini terpecah hanya karena jabatan,” kurang lebih begitu sikapnya. Pedas? Iya.
Tapi kelasnya di situ.

Ia pergi dari istana bukan sebagai pecundang, melainkan sebagai negarawan yang tahu kapan harus berhenti. Ia menyerahkan Indonesia yang sudah mulai stabil kepada mereka yang bahkan belum tentu mampu menjaganya.

Hari ini, sejarah mulai jujur. Bahwa 1 tahun 5 bulan kepemimpinannya bukan sekadar masa singgah, melainkan fondasi penting agar republik ini tidak benar-benar runtuh.

Habibie mengajarkan satu hal pahit tapi benar:

“Yang bekerja diam-diam sering kalah oleh yang pandai bicara. Tapi waktu selalu berpihak pada kebenaran.”

Terima kasih, Eyang Habibie.
Maaf, bangsa ini sering lebih cepat mencibir daripada memahami.

Engkau boleh ditolak politik,
tapi tidak pernah ditolak sejarah.[☆]

#arsip peristiwa
#catatan sejarah nasional
#BJHabibie
#SejarahIndonesia
#Reformasi1998
#KrisisMoneter
#Negarawan
#TokohBangsa
#BelajarSejarah
#IndonesiaBangkit
#JejakSejarah

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bripka Denih MS Laksanakan Cooling System Di Desa Sadeng Kolot, Bangun Komunikasi Efektif dengan Warga

    • calendar_month Kam, 29 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 103
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Bhabinkamtibmas Polsek Leuwiliang Polres Bogor Polda Jabar, yang bertugas di Desa Sadeng Kolot, Bripka Denih MS, kembali melakukan kegiatan sambang dalam rangka program cooling system guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, Rabu (28/05/2025). Dalam kegiatan tersebut, Bripka Denih menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada warga binaan agar tetap waspada terhadap tindak kejahatan dan aktif menjaga lingkungan. […]

  • Lambatnya Kejaksaan Tinggi Lampung “Seret” Arinal Djunaidi

    • calendar_month Sel, 14 Apr 2026
    • account_circle Naryoto
    • visibility 19
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Lampung, 14 April 2026 | Ketua umum Lembaga Tegakkan Amanat Rakyat (TEGAR), Lampung yang juga ketua DPD Garda Mencegah dan Mengobati GMDM Provinsi Lampung Ir.Okta Resi Gumantara, S.H.,M.H., secara blak-blakan menyebut penyidik Pidsus Kejati Lampung “Tidak sungguh-sungguh, enggan, atau malas dalam menindaklanjuti keterlibatan Arinal Djunaidi dalam perkara yang merugikan negara Rp268 miliaran tersebut,” […]

  • TNI

    Gotong Royong Jadi Nafas TMMD ke 127 Kodim 0116 Nagan Raya di Ujong Blang

    • calendar_month Rab, 25 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 29
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya, 26 Februari 2026| Semangat gotong royong sebagai warisan luhur bangsa Indonesia kembali tumbuh subur di Desa Ujong Blang, Kecamatan Beutong, Selasa (24/02/2026). Kebersamaan tersebut menjadi landasan utama pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang digagas oleh Kodim 0116/Nagan Raya. Dansatgas TMMD Ke-127 Kodim 0116/Nagan Raya, Letkol Inf Irfan Hade Fitrianto menegaskan bahwa […]

  • Sultaf Restaurant Yogyakarta Restoran Masakan Pakistan & Yaman Terbaik di Sleman

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 7
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Sleman, 29 April 2026 | Pernahkah kamu duduk di warung makan biasa, memesan nasi goreng, tapi pikiranmu justru melayang jauh ke aroma rempah kebab yang mengepul? Atau tiba-tiba terbayang semangkuk nasi zurbiyan berbumbu khas Yaman – yang pernah kamu makan entah di mana? Kalau iya, berarti kamu butuh Sultaf Restaurant. Di tengah hiruk-pikuk […]

  • Kantor Pertanahan Kota Medan Melaksanakan Pembinaan Terkait Bidang Hak Guna Usaha (HGU) Melalui Jum Miting

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 66
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Medan ,19 November 2025 | Dalam rangka meningkatkan ketertiban administrasi pertanahan serta memperkuat pengawasan terhadap pemanfaatan ruang dan tanah, Kantor Pertanahan Kota Medan melaksanakan kegiatan pembinaan tim terkait bidang-bidang Hak Guna Usaha (HGU) secara dari g melalui zoom meet. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman tim teknis dan jajaran terkait mengenai tata kelola […]

  • 3 Pilar Ciledug Bersama Ormas dan Masyarakat Jalin Kebersamaan di Wilayah Hukum Polsek Ciledug

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 100
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Tangerang, 31 Agustus 2025| Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah Kecamatan, serta elemen masyarakat dan organisasi kemasyarakatan (ormas) semakin diperkuat,  melalui kegiatan silaturahmi dan ramah tamah yang digelar di wilayah Hukum Polsek Ciledug, Polres Metro Tangerang Kota. Acara yang berlangsung di aula lantai 3 polsek ciledug ini dihadiri oleh berbagai unsur, di antaranya Kapolsek Ciledug Kompol […]

expand_less