Setahun Memimpin, Andra Soni Mulai Wujudkan Janji Pembangunan Banten
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Sel, 6 Jan 2026
- visibility 49
- comment 0 comment

Foto : Andra Soni dan Dimyati (Dok. Pemprov Banten)
Tegarnews.co.id-Serang, 6 Januari 2026| Kinerja Gubernur Banten Andra Soni, dan Wakilnya Achmad Dimyati Natakusumah, dalam memimpin di Provinsi Banten mulai terlihat. Hampir satu tahun menjadi kepala dan wakil kepala daerah, keduanya sudah berhasil melaksanakan beberapa kegiatan pembangunan.
Keduanya bersepakat, pembangunan di Provinsi Banten harus ada perubahan, baik dalam tahap pembahasan hingga hasil akhir dari program kerja yang dibuat. Ditahun lalu, arah pembangunan di Banten lebih kepada menggerakkan pembangunan Provinsi Banten ke arah pemerataan dan keberlanjutan.
Artinya, fokus pembangunan tidak hanya pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan kesehatan, sehingga pembangunan dirasakan merata tanpa kesenjangan antardaerah.
Dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Banten tahun 2025-2030, ada tiga program unggulan itama, yaitu infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan.
Ketiga program unggulan utama itu dimasukan dalam RPJMD dengan tema Banten Bagus, Banten Sehat, dan Banten Cerdas. Ketiganya menjadi fondasi utama dalam memperkuat infrastruktur, meningkatkan pelayanan kesehatan, serta memperluas akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.
Dibidang Infrastruktur, Pemprov Banten melincurkan program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Hingga akhir tahun 2025, Pemprov Banten berhasil membangun 62 infrastruktur desa, yang terdiri atas 61 ruas jalan dan satu jembatan.
Pembangunan tersebut tersebar di berbagai wilayah, seperti di Kabupaten Pandeglang sebanyak 29 ruas jalan dan satu jembatan, Kabupaten Lebak sebanyak 17 ruas jalan, Kabupaten Serang sebanyak 8 ruas jalan, Kabupaten Tangerang sebanyak dua ruas jalan dan Kota Serang sebanyak lima ruas jalan.
Porsi pembangunan lebih difokuskan di wilayah selatan Banten, seiring luas wilayah dan keterbatasan kapasitas fiskal daerah. Jalan-jalan desa yang dibangun diarahkan untuk menunjang aktivitas masyarakat perdesaan, seperti pertanian, pendidikan, perkebunan, perikanan, dan pariwisata.
“Program ini sejalan dengan Asta Cita keenam Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi serta pengentasan kemiskinan,” kata Gubernur Banten Andra Soni.
Kemudian di bidang kesehatan, Pemprov Banten meresmikan sejumlah fasilitas strategis, seperti Gedung Bunker Radioterapi dan Pelayanan Kemoterapi di RSUD Banten, RSUD Uwes Qorny Cilograng di Kabupaten Lebak dan RSUD Irsyad Djuwaeli Labuan di Kabupaten Pandeglang.
Selain itu, Pemprov Banten meluncurkan Mobile Clinic berbasis telemedicine untuk menjangkau masyarakat di wilayah terpencil.
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah dimanfaatkan oleh 4.147.520 warga Banten. Untuk mendukung pasien rujukan di Jakarta, Pemprov Banten juga menyediakan Rumah Singgah di Jl. Tebet Timur Raya No. 51, Jakarta, dengan kapasitas 20 orang bagi pasien dan pendamping.
Penyediaan fasilitas radioterapi dan kemoterapi menjadi langkah penting dalam meningkatkan layanan penanganan kanker di Provinsi Banten. Dua rumah sakit baru di wilayah selatan juga menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendekatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas.
“Keterjangkauan akses kesehatan menjadi indikator penting peningkatan angka harapan hidup. Kedua rumah sakit ini telah dilengkapi fasilitas memadai dan ratusan tenaga medis,” paparnya.
Program CKG melalui mobile clinic juga difokuskan pada deteksi dini tuberkulosis (TBC). Hingga Desember 2025, cakupan penemuan kasus TBC mencapai 107 persen, melampaui target provinsi (95 persen) dan nasional (90 persen).
Layanan ini juga mencakup penyuluhan kesehatan, imunisasi, pemeriksaan ibu dan anak, layanan laboratorium sederhana, hingga penanganan kegawatdaruratan.
“Banten termasuk provinsi dengan prevalensi TBC tinggi. Program ini merupakan ikhtiar menuju Banten Sehat sesuai arahan Presiden. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat tinggi dan penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” tambahnya.
Sebagai penguatan layanan, pada 18 Desember 2025 Pemprov Banten mengoperasionalkan Faskin Link, layanan telekonsultasi gratis oleh dokter Puskesmas melalui telepon genggam. Saat ini, layanan tersebut telah tersedia di 16 Puskesmas, guna menjembatani kendala geografis dan jarak.
Di sektor pertanian, Banten juga masuk 10 besar nasional sebagai daerah produsen padi, dengan luas panen 347.700 hektar dan produksi 1.804.002 ton, menjadikan Banten peringkat kedelapan sebagai lumbung padi nasional.
Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS), sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 11,73 persen, disusul sektor jasa pendidikan sebesar 8,70 persen. Peningkatan IPM terjadi pada seluruh dimensi, khususnya standar hidup layak dan pengetahuan.
“Ketika jalan sudah baik, kesehatan terjamin, dan anak-anak bersekolah dengan tenang, maka masyarakat dapat beraktivitas ekonomi dengan lebih percaya diri dan berani bermimpi lebih tinggi,” tutupnya.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengatakan, Pemprov Banten akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi masyarakat di Banten. Oleh karena itu, dia meminta dukungan dari semua pihak agar program kerja yang dituangkan dalam RPJMD tahun 2025-2030 dapat terlaksana dengan baik.
“Intinya kami akan terus memberikan yang terbaik agar perekonomian maayarakat terus meningkat, agar rakyat sejahtera, agar kemiskinan bisa ditekan, dan lainnya. Makanya, kami juga harapkan dukungan dari semua pihak agar semuanya berjalan baik,” imbuhnya.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red






At the moment there is no comment