Breaking News
light_mode
Home » Opini » Intelijen Terpecah? Ponto: Salah Besar! BIN dan BAIS Punya Fungsi Sendiri

Intelijen Terpecah? Ponto: Salah Besar! BIN dan BAIS Punya Fungsi Sendiri

  • account_circle Tim/Red
  • calendar_month Sen, 12 Mei 2025
  • visibility 229
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta| Di tengah meningkatnya kompleksitas politik Nasional, mantan Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI periode 2011–2013, Laksamana Muda TNI (Purn) Soleman B. Ponto, meluruskan anggapan yang menurutnya keliru dan menyesatkan terkait dugaan dualisme intelijen antara BIN dan BAIS.

Menurut Ponto, pemisahan kewenangan antara lembaga intelijen Negara bukanlah bentuk konflik, melainkan justru memperkuat sistem melalui pembagian fungsi yang spesifik.

 “Tidak ada satu pun norma dalam sistem Hukum Indonesia yang menyatakan bahwa intelijen harus bersifat tunggal dan tersentralisasi,” tegas Ponto dalam wawancara pada Minggu (11/5/25)

Intelijen Berbeda Lembaga tapi Satu Tujuan. Ponto menjelaskan bahwa tiap lembaga Negara memiliki tugas yang berbeda, sehingga kebutuhannya terhadap intelijen juga berbeda.

TNI memiliki BAIS untuk intelijen pertahanan, Presiden membawahi BIN untuk intelijen strategis dan keamanan Nasional, Polri memiliki Badan Intelijen Keamanan (BIK) untuk mendukung tugas penegakan Hukum, sementara Kejaksaan memiliki JAMINTEL untuk kepentingan intelijen yustisial.

“Ini bukan dualisme, ini keragaman fungsional dalam satu sistem keamanan Nasional. Militer tidak bisa bergantung pada intelijen sipil, begitu pula aparat Hukum tidak bisa menggunakan informasi strategis politik untuk operasional,” tambahnya.

Koordinasi Bukan Subordinasi

Ponto menilai bahwa yang perlu diperkuat bukan penyatuan lembaga, melainkan sistem koordinasi dan integrasi informasi.

Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2019 telah menetapkan peran BIN sebagai koordinator, bukan sebagai komando tunggal atas seluruh intelijen.

“Koordinasi bukan subordinasi. Yang diperlukan adalah kerja sama antar lembaga, bukan penyeragaman yang bisa merusak independensi fungsi masing-masing,” ujarnya.

Alasan Sistem Intelijen Terpisah Perlu Dipertahankan

Lebih lanjut, Ponto menyebutkan tiga alasan utama mengapa pemisahan fungsi intelijen tetap relevan dan harus dipertahankan:

– Mencegah Konsentrasi Kekuasaan: Menyatukan seluruh fungsi intelijen ke dalam satu lembaga akan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan wewenang.

– Efektivitas Kinerja: BAIS hanya akan optimal jika berada dalam struktur militer, sementara BIN efektif dalam konteks sipil dan pemerintahan strategis.

– Menjaga Netralitas Politik: Sistem ini menjamin bahwa intelijen tidak menjadi alat kekuasaan satu pihak.

Yang Salah Bukan Sistem, Tapi Cara Pandang.

“Saya tegaskan kembali, tidak ada dualisme antara BIN dan BAIS. Yang ada adalah diferensiasi fungsional yang sesuai dengan struktur ketatanegaraan kita,” tutup Ponto

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apel Pengamanan Polres Bogor: Siap Amankan Jalur Puncak Antisipasi Lonjakan Arus Lalu Lintas

    • calendar_month Sab, 2 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 109
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 2 Agustus 2025| Guna mengantisipasi lonjakan kendaraan wisatawan yang menuju kawasan Puncak pada akhir pekan, Sat Lantas Polres Bogor menggelar Apel Pengamanan Jalur Puncak pada Sabtu pagi, 2 Agustus 2025. Apel ini dipimpin oleh Kanit Turjawali Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Bogor dan diikuti oleh Personel Lalu Lintas. Kegiatan ini merupakan bagian dari […]

  • Polri Tuntaskan 3.326 Kasus Premanisme Lewat Operasi Serentak, Irjen Sandi: Demi Jamin Keamanan dan Iklim Investasi

    • calendar_month Jum, 9 Mei 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 132
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 8 Mei 2025| Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat telah menyelesaikan 3.326 perkara selama pelaksanaan Operasi Kepolisian Kewilayahan secara serentak dimulai pada 1 Mei 2025. Operasi ini menyasar praktik premanisme yang kian marak dan dianggap meresahkan masyarakat serta mengganggu stabilitas keamanan dan iklim investasi nasional. Operasi ini dilaksanakan berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor: STR/1081/IV/OPS.1.3./2025 […]

  • Inggris Menganggap Usulan Otonomi Maroko Kredibel Layak Dan Pragmatis Menyelesaikan Sengketa

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 279
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Rabat| Inggris “menganggap usulan otonomi Maroko, yang diajukan pada tahun 2007 sebagai dasar yang paling kredibel, layak dan pragmatis untuk penyelesaian sengketa yang langgeng” atas Sahara Maroko, dan “akan terus bertindak secara bilateral, termasuk secara ekonomi, regional dan internasional sejalan dengan posisi ini untuk mendukung penyelesaian konflik”. Posisi ini diungkapkan dalam Komunike Bersama yang ditandatangani, […]

  • Perkuat Pengamanan Pariwisata, Baharkam Polri Beri Bimbingan Teknis kepada Polres Jajaran di Sumut

    • calendar_month Rab, 20 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 149
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 21 Agustus 2025|Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Korsabhara Baharkam Polri melaksanakan kunjungan kerja sekaligus memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) Program Prioritas Polri di Polrestabes Medan, Sumatera Utara, pada Selasa (19/8/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas personel dalam mengelola dan mengamankan destinasi pariwisata, terutama di wilayah yang termasuk dalam Program Prioritas Nasional. Kegiatan yang bertempat […]

  • MataHukum: Jangan Tumbalkan Staf Bawah, Dirut KAI Paling Bertanggung Jawab!

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 86
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi, 28 April 2026 | Insiden “adu banteng” antara KA Argo Bromo Anggrek dan rangkaian KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur (27/4/2026) bukan sekadar musibah teknis. Ini adalah cermin rapuhnya manajemen keselamatan di bawah komando petinggi PT KAI saat ini. Di tengah proses evakuasi yang masih menyisakan trauma bagi penumpang, desakan untuk […]

  • 3 Tahun Duitnya Mandek, KDM Janji Tuntaskan Perkara Mariam di Kecamatan Cikarang Barat

    • calendar_month Ming, 22 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 55
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bekasi, 22 Februari 2026| Udara yang masih terasa sejuk usai acara Safari Ramadhan yang penuh kehangatan tiba-tiba berubah menjadi tegang. Suasana yang baru saja dipenuhi dengan do’a dan silaturahmi antar warga serta petugas pemerintah mendadak terkoyak oleh aksi seorang wanita dengan penuh keberanian menghadang mobil rombongan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tepat setelah rangkaian […]

expand_less