Breaking News
light_mode
Home » Opini » Aip Orlandio: Lima Sila Mutiara Diharap Bukan Sekedar Retorika

Aip Orlandio: Lima Sila Mutiara Diharap Bukan Sekedar Retorika

  • account_circle Syarif Hidayatullah
  • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
  • visibility 204
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id–Jakarta| 1 Juni 1945. Di dalam bumi Indonesia, merasuk dalam tradisi kita, terdapat lima sila mutiara. Pancasila.

Kala itu, Pancasila disepakati sebagai landasan utama dalam penyelenggaraan suatu negara. Dan pun, menjadi satu-satunya sumber hukum di Indonesia. Pancasila dianggap sebagai identitas bangsa yang mengerti arti merdeka. Lima sila mutiara diharap bukan sekadar retorika.

Ironis ketika pancasila tidak memiliki makna bagi mereka. Mereka yang ‘katanya’ berbangsa Indonesia. Pancasila hanya sekadar retorika, pidato-tanpa-makna. Sekadar patung garuda yang terpampang di ruang mereka. Atau puisi yang wajib dihafal saat upacara.  Implementasi dari nilai-nilai Pancasila tidak nampak di bumi dipijak.

Indonesia.

Berbagai alasan menjadi jawaban dari tumbangnya nilai Pancasila. Mereka yang ‘katanya’ berbangsa Indonesia masih meraba bagaimana seharusnya Pancasila. Bagaimana seharusnya membawa dasar negara sesuai dengan amanah pendirinya. Meraba, karena tak ada penjelasan lengkap dari  Pancasila.

Butir-butir Pancasila yang tidak memiliki penjelasan rinci berambiguitas tinggi. Pengimplentasian dari nilai-nilainya tergantung siapa yang menginterpretasi. Bahkan dapat dikatakan “sesuka hati”.

Dari dulu, Bangsa Indonesia terus menunggu arti pasti dari tiap butir Pancasila. Arti yang tidak perlu dipercaya, diyakini, bahkan dianggap sakral oleh mereka, namun harus dapat diterima mereka yang Bhinneka Tunggal Ika, agar kelak diamalkan dan dilaksanakan sebagai dasar penyelenggara suatu negara.

Dengan ditulisnya ini, saya berharap adanya Hari Lahir Pancasila tidak dimaknai sebagai hari libur bersama. Diharapkan adanya diskusi antar akademisi, politisi, agamawan, negarawan, dan yang lain, guna membahas penjelasan lengkap dari Pancasila dengan melepas ego dari masing-masing perunding. Hal itu diharap dapat meminimalisir pemaknaan ganda dari Pancasila. Kemufakatan yang didapat, dianggap dapat menjadi jawaban paling tepat.

Karena sesungguhnya, meski para pendiri telah renta, demi kemakmuran negeri ini mereka terus berdoa. Meski para pendiri telah mati, jiwa mereka masih ada untuk tetap mengabdi.

Selamat memaknai Pancasila!

Jakarta, 01 Juni 2025.

  • Author: Syarif Hidayatullah
  • Editor: Syarif Hidayatullah
  • Source: Aip Orlandio

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bocah 10 Tahun Di Majalengka Terbaring Sakit, Butuh Bantuan Operasi Jantung, Pemdes Gunung Wangi Tutup Mata?, GMOCT Ajak Donasi

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 116
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Majalengka| Nasib pilu menimpa Winda Nur Oktavia (10), warga Desa Gunung Wangi, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka. Sejak lahir, Winda menderita penyakit jantung yang mengharuskannya menjalani operasi. Namun, keterbatasan ekonomi keluarga membuat harapan untuk kesembuhannya tampak jauh. Selama 10 tahun, Winda hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur. Kondisi kesehatannya yang memprihatinkan membuat orang tuanya, Didin […]

  • Wakapolri Terima Kunjungan Wakil Kepala Kepolisian Papua Nugini, Perkuat Kerja Sama Bilateral

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 1.000
    • 0Comment

    Wakapolri Terima Kunjungan Wakil Kepala Kepolisian Papua Nugini, Perkuat Kerja Sama Bilateral   Tegarnews.co.id – Jakarta– Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komjen Pol. Drs. Ahmad Dofiri, M.Si., memimpin langsung penerimaan kunjungan kerja Wakil Kepala Kepolisian Papua Nugini, Dr. Philip Mitna, MPA., Ph.D., bersama delegasi di Ruang Perjamuan, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (19/5). […]

  • Di Polsek Pahandut, Orang Mati Bisa Buat Laporan Polisi

    • calendar_month Rab, 3 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 478
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Palangka Raya,3 Deseber 2025| Sebagai warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, kita percaya bahwa hukum adalah pilar utama dalam menjaga keadilan dan ketertiban. Penegakan hukum oleh Kepolisian Republik Indonesia seharusnya menjadi benteng kepercayaan masyarakat. Namun, pengalaman saya menunjukkan betapa rapuhnya sistem ini ketika rekayasa hukum bisa terjadi, bahkan sampai pada titik absurditas: seorang […]

  • Kapolsek Ciawi Hadiri Peresmian Layanan Pelita Hati Dan Taman Ibu Soed Di RSUD Dr. K.H. Idam Chalid

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 125
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan yang lebih humanis dan ramah pasien, RSUD Dr. K.H. Idam Chalid Ciawi meluncurkan dua fasilitas baru, yakni Layanan Pelita Hati dan Taman Ibu Soed. Acara peresmian tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bogor Rudy Susmanto pada Selasa (27/5/2025). Acara berlangsung di Gedung H lantai 4 RSUD Ciawi, Desa Bendungan, Kecamatan […]

  • Banten Student Championship, Nuryanto BMI : Mencari Bibit Baru di Dunia Pencak Silat

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 1.114
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Tangerang, Banten| Student Championship, kejuaraan pencak silat tingkat nasional pelajar SD, SMP, SMA/Sederajat telah sukses digelar selama empat hari mulai Jumat 9 Mei 2025 sampai Senin 12 Mei 2025 di GOR Gondrong, Kota Tangerang. Kejuaran pencak silat ini dibagi menjadi 2 (dua) kategori pertandingan, diantaranya Kategori Pemasalaan dan Prestasi. Menurut Nuryanto selaku ketua pelaksana dari […]

  • Qodari Ungkap Ambisi Presiden Prabowo Bangun 500 Sekolah Rakyat “untuk Anak Miskin”

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 51
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 27 Januari 2026| Kepala Staf Presiden (KSP) M Qodari mengungkapkan ambisi besar Presiden Prabowo Subianto melalui program Sekolah Rakyat yang ditujukan untuk memutus mata rantai kemiskinan. Program ini menyasar anak-anak dari keluarga desil 1 dan 2 (20% terbawah). “Bapak ibunya kalau sangat miskin tidak mampu memberikan makan bergizi, tidak mampu memberikan sekolah, sehingga putus […]

expand_less