Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Said Didu dan Sederet Tokoh Berintegritas Menghadap Presiden, Membawa “Mandat Moral”

Said Didu dan Sederet Tokoh Berintegritas Menghadap Presiden, Membawa “Mandat Moral”

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
  • visibility 90
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 3 Februari 2026| Presiden Prabowo Subianto membuat langkah politik mengejutkan dengan mengundang sejumlah tokoh yang selama ini dikenal vokal dan kritis ke kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, (30/1)

Dalam pertemuan maraton selama hampir empat jam tersebut, mengenai “penculikan” kedaulatan negara oleh oligarki menjadi bahasan utama yang memicu kesepakatan tak terduga antara sang Presiden dan para pengeritiknya.

Hal itu dikatakan aktivis sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, salah satu tokoh yang diundang Prabowo, melalui kanal YouTube YouTuber Pejuang, (1/2).

Said Didu mengungkapkan bahwa dirinya hadir membawa “mandat moral” untuk menyampaikan keresahan publik ke Prabowo.

Menurut Said Didu secara lugas ia memaparkan rencana pembentukan gerakan di luar pemerintahan yang bertujuan merebut kembali kedaulatan rakyat.

“Saya melaporkan langsung bahwa kami di luar akan menghimpun diri dalam gerakan merebut kembali kedaulatan rakyat. Dan saya kaget, Presiden langsung menyatakan bahwa keresahan itu juga dirasakan di dalam,” ujar Said Didu.

Menurut Didu, Presiden Prabowo sangat memahami bahwa kondisi bangsa saat ini tengah mengalami kerusakan struktural karena kedaulatan politik, ekonomi, hukum, hingga sumber daya alam telah dikuasai oleh segelintir elite.

Ia bahkan menjuluki gedung parlemen bukan lagi sebagai rumah rakyat, melainkan wadah transaksi kepentingan.

“Gedung DPR itu bukan lagi rumah rakyat. Itu mal pedagang kedaulatan. Dagangannya satu: kedaulatan bangsa,” tegasnya.

Oposisi Terhadap “Pagar” Presiden

Sikap politik yang diambil Said Didu usai pertemuan ini terbilang unik. Ia menegaskan bahwa gerakannya tidak akan memosisikan diri sebagai oposisi bagi figur Presiden Prabowo, melainkan terhadap kekuatan gelap di sekitar lingkaran kekuasaan yang mencoba menghalangi agenda reformasi.

“Kami tidak oposisi terhadap Presiden. Oposisi kami adalah terhadap orang-orang di sekitar beliau yang menghalangi agenda pengembalian kedaulatan,” kata Said Didu.

Ia secara spesifik menyentuh kelompok yang ia sebut sebagai “Geng SOP” atau Solo Oligarki Parcok sebagai pihak yang akan terdampak pertama kali oleh gerakan ini.

“Target kita jelas: oligarki. Dengan agenda ini, yang pertama tersentuh pasti geng SOP, Solo Oligarki Parcok. Itu tidak terelakkan,” ujarnya.

Karenanya Said Didu mengajak untuk menyatukan kekuatan rakyat di seluruh Indonesia demi merebut kembali kedaulatan bangsa yang, telah lama diperjualbelikan oleh elite kekuasaan.

“Kita juga enggak mau dibawah pemerintah. Enggak mau. Ya, dia jalan dengan agendanya, kita jalan dengan agenda kita,” kata Said Didu.

Keterbukaan di Meja Kertanegara

Pertemuan tersebut tidak hanya dihadiri oleh Said Didu. Sederet tokoh berintegritas seperti peneliti BRIN Siti Zuhro, eks Ketua KPK Abraham Samad, hingga mantan Kabareskrim Komjen (Pol) Purn Susno Duadji turut hadir.

Meski didampingi sekitar sepuluh staf kepercayaan, Presiden Prabowo disebut mempresentasikan sendiri kebijakan strategisnya untuk percepatan perbaikan bangsa.

Diskusi berjalan dinamis, mencakup isu-isu sensitif mulai dari reformasi Polri, pemberantasan korupsi, hingga persoalan kedaulatan wilayah dan misi perdamaian di Gaza.

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengonfirmasi bahwa pertemuan tersebut adalah inisiatif Presiden untuk mendengar masukan langsung dari mereka yang berada di barisan oposisi.

Senada dengan itu, Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari menilai langkah ini sebagai bukti nyata bahwa Presiden Prabowo sama sekali tidak anti-kritik.

Melawan Hegemoni Oligarki

Said Didu menyoroti pola oligarki yang selama ini merusak tatanan negara—mulai dari memengaruhi legislasi, penguasaan konsesi tambang, hingga dominasi di sektor perbankan dan pasar modal.

Ia mengutip data bahwa sekitar 60 oligark kini menguasai kekayaan nasional di tengah meningkatnya angka kemiskinan.

“Sepuluh orang terkaya, kekayaannya naik tiga kali lipat, tapi kemiskinan juga naik tiga kali lipat. Ini perampokan,” cetusnya.

Dengan pertemuan ini, publik kini melihat peta politik baru: kolaborasi antara komitmen kekuasaan dari dalam dan tekanan moral dari luar untuk satu target yang sama, yakni menumbangkan dominasi elit kecil yang mengangkangi kepentingan nasional.[☆]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Wartakota

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kejari Kota Bekasi Resmi Menetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi Pengadaan Alat Olahraga Dispora Tahun Anggaran 2023

    • calendar_month Kam, 15 Mei 2025
    • account_circle Syarif H / M. Ifsudar
    • visibility 394
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id—Bekasi| Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi resmi menenatapkan tersangka kasus Korupsi pengadaan alat olahraga di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bekasi tahun anggaran 2023. Kamis, (15/05/2025) Sebanyak tiga orang oknum yang terlibat dalam kasus ini. Berikut daftar tersangka dan perannya masing-masing: 1. MAR – Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2. AM – Direktur Utama PT […]

  • Polsek Citeureup Polres Bogor Berikan Pembinaan Tertib Lalu Lintas dan Bahaya Narkoba kepada Siswa Baru SMK Bakti Kencana

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 100
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Dalam rangka mendukung kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Polsek Citeureup Polres Bogor Polda Jabar hadir memberikan pembinaan kepada para siswa baru di SMK Bakti Kencana, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Kegiatan ini dilaksanakan pada pukul 08.10 WIB oleh tim dari Polsek Citeureup yang dipimpin oleh Ipda Priyo Utomo bersama Ipda Febri, Aiptu […]

  • Kantor Pertanahan Kota Medan Tegaskan Penolakan Gratifikasi

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 76
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Medan ,18 Desember 2025 | Kantor Pertanahan Kota Medan Tegaskan Penolakanratifikas Gratifikasi Kantor Pertanahan Kota Medan menegaskan komitmennya dalam menolak segala bentuk gratifikasi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berintegritas. Penolakan gratifikasi ini sejalan dengan nilai-nilai reformasi birokrasi dan semangat pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di lingkungan […]

  • Wartawan GAKORPAN NEWS Tolak Damai, Tegaskan Tuntutan ke Oknum Security Dinas PERKIM Kabupaten Tangerang

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 254
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Tangerang, 13 September 2025| M. Dzaki Al, atau yang akrab disapa Bang Dzack dari Gakorpan News, resmi menindaklanjuti laporannya ke Mapolresta Tangerang terkait insiden yang menimpanya saat menjalankan tugas jurnalistik di kantor Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (PERKIM) Kabupaten Tangerang pada Kamis, 11 September 2025. Dalam proses mediasi, Bang Dzack dengan tegas menolak berdamai […]

  • Abah Elang & Agus BCW: Pengalihan Dana Rutilahu Hanya ‘Kosmetik’ Politik Istri Mendes

    • calendar_month Kam, 14 Mei 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 13
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Serang, 14 Mei 2026 | Pengesahan RAPBD Kabupaten Serang Tahun Anggaran 2026 sebesar Rp3,29 triliun bukan lagi sekadar urusan angka, melainkan bukti nyata “mati surinya” hati nurani para pengambil kebijakan. Di saat hampir setengah penduduk kabupaten ini terjerat kemiskinan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang justru lebih memilih menggemukkan kantong birokrasi ketimbang menyelamatkan perut rakyat. […]

  • Pelaku Pengancam Wartawan Dilimpahkan Ke Polresta Tangerang

    • calendar_month Sen, 18 Mei 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 13
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Tangerang, 18 Mei 2026 | Viral unggahan video diberbagai Platform sosial media berdurasi 1 menit dengan isi menantang nantang dan mengancam media mau digorok lehernya oleh seorang pria yang tidak mengenakan baju dengan ikat kepala sambil memegang besi bulat ukuran 40 cm itu terdengar sangat serius. Video yang diketahui dibuat oleh oknum […]

expand_less