SUTA Nusantara Bentuk Satuan Kerja Pendampingan, Dorong SDM Unggul dan Swasembada Pangan
- account_circle Rls/Red
- calendar_month Sel, 11 Nov 2025
- visibility 243
- comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 11 November 2024|Sejalan dengan komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) unggul, membuka lapangan kerja baru, serta mempercepat terwujudnya swasembada nasional berbasis peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, SUTA Nusantara mengambil langkah strategis dengan membentuk sejumlah satuan kerja pendampingan di berbagai daerah.
Ketua Umum SUTA Nusantara, Dadung Hari Setyo, mengatakan bahwa lembaganya sebagai komunitas masyarakat pertanian berkomitmen untuk mendukung program pemerintah melalui berbagai inisiatif nyata di sektor pertanian dan ketenagakerjaan.
“Sebagai langkah awal, SUTA Nusantara telah membentuk Satuan Kerja Pendampingan Permagangan dan Pekerja Migran Indonesia (SP3MI) di tingkat kota dan kabupaten. Saat ini, sudah terbentuk di 38 daerah, dan kami menargetkan dalam enam bulan ke depan bisa mencapai 100 daerah,” ujar Dadung Hari Setyo dalam wawancara dengan redaksi.
Menurutnya, SP3MI merupakan hasil kerja sama antara SUTA Nusantara dengan PT Kinki Group yang fokus pada program permagangan dan penempatan pekerja migran Indonesia ke Jepang. Saat ini, terdapat potensi kebutuhan tenaga kerja sekitar 1.000 orang untuk sektor tersebut.
“Insya Allah, ke depan kami juga akan membentuk SP3MI di Jepang. Selain itu, kami tengah mempersiapkan program serupa untuk penempatan tenaga kerja ke Korea, Turki, dan Australia,” tambahnya.
Dorong Swasembada Pangan Nasional
Selain bidang ketenagakerjaan, SUTA Nusantara juga fokus pada penguatan sektor pertanian. Melalui kerja sama dengan PT Mutiara Embatama Sejahtera, lembaga ini membentuk Satuan Kerja Pendampingan Manajemen Usaha Tani Terpadu (SPMUT2).

Program SPMUT2 bertujuan mengembangkan kompetensi petani melalui pendidikan dan pelatihan manajemen usaha tani terpadu, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi melalui integrasi antar sektor seperti pertanian, peternakan, perikanan, dan perkebunan.
“Kami sangat memahami bahwa kunci utama swasembada pangan terletak pada ketersediaan sarana produksi yang berkualitas, terutama pupuk dan benih unggul,” jelas Dadung.
SPMUT2 juga memberikan pendampingan teknis dalam perawatan dan perbaikan alat serta mesin pertanian, termasuk rice milling (penggilingan padi), serta penyediaan aksesoris dan suku cadangnya. Program ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi biaya dan produktivitas pangan, baik di wilayah binaan maupun di daerah mitra usaha SUTA Nusantara.
Saat ini, SPMUT2 telah terbentuk di 25 kota dan kabupaten. Targetnya, seluruh daerah di Pulau Jawa akan memiliki satuan kerja ini pada tahun 2026, disusul wilayah lain seperti Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Langkah Selanjutnya: Penguatan Tata Niaga dan Perdagangan
Sebagai tindak lanjut, SUTA Nusantara juga tengah merumuskan pembentukan Satuan Kerja Pendampingan Manajemen Tata Niaga dan Perdagangan (SPMTNP).
“Langkah ini kami siapkan agar rantai produksi hingga distribusi hasil pertanian dapat berjalan lebih efisien dan memberi nilai tambah bagi petani serta pelaku usaha di sektor pangan,” tutup Dadung Hari Setyo.[]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Tim/Red



At the moment there is no comment