Breaking News
light_mode
Home » Uncategorized » Mancanegara » Internasional » Politik » Kritik Wacana Pilkada via DPRD, Ketum PKN Anas Urbaningrum: Kebijakan Jangan Dipesan demi Justifikasi Politik

Kritik Wacana Pilkada via DPRD, Ketum PKN Anas Urbaningrum: Kebijakan Jangan Dipesan demi Justifikasi Politik

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
  • visibility 50
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 3 Januari 2026| Ketua Umum Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Anas Urbaningrum, memberikan catatan kritis terhadap menguatnya wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (Pilkada) kepada DPRD. Sebagai figur yang membidani lahirnya era Pilkada langsung saat menjabat anggota KPU periode 2001-2005, Anas memperingatkan agar bangsa ini tidak terjebak pada pengambilan keputusan politik yang drastis tanpa basis evaluasi yang jernih.

​Anas menilai ada kecenderungan pola pikir yang terbalik dalam merespons kekurangan sistem demokrasi saat ini. Ia menekankan bahwa sebuah kebijakan besar tidak boleh lahir dari keinginan pragmatis yang dipaksakan di awal.

​”Sebaiknya dihindari model yang sebaliknya. Yakni, disimpulkan dulu, baru kemudian dicarikan justifikasinya. Jangan langsung pada kesimpulan dikembalikan ke DPRD,” ujar Anas dalam pernyataan tertulisnya.

*​Antara “Kuasa Amplop” dan Produktivitas Daerah*
​Mantan Ketua Umum PB HMI ini tidak memungkiri adanya sisi gelap dalam pelaksanaan Pilkada langsung selama dua dekade terakhir. Ia menyoroti fenomena “kuasa amplop” dan biaya politik padat modal yang menurutnya kian brutal, hampir serupa dengan dinamika Pemilu nasional Februari lalu.

​Meski demikian, Anas menegaskan bahwa kerusakan teknis dalam pemilihan tidak serta-merta menjadi alasan untuk menghapus hak suara rakyat. Bagi Anas, indikator keberhasilan sebuah sistem harus diukur dari dampak kesejahteraan di daerah.

​”Faktanya pilkada langsung ada plus dan minusnya. Dalam beberapa hal makin brutal dengan intervensi kuasa amplop. Hampir sama dengan pemilu nasional pada Februari silam. Namun, isu terpentingnya adalah produktivitas pemerintahan lokal. Apakah hasilnya membawa kemajuan daerah dan perbaikan hidup rakyat?” kata Anas.

*​Mendorong Uji Akademik Sebelum Ketok Palu*
​Anas mengusulkan agar pemerintah dan parlemen menempuh jalur metodologi yang sehat dalam merevisi undang-undang. Ia menolak jika opsi Pilkada via DPRD dijadikan kesimpulan prematur sebelum melewati tiga tahapan krusial: kajian akademik yang objektif, konsultasi publik yang luas, dan barulah masuk ke proses politik di parlemen.

​Ia mengingatkan secara historis bahwa Pilkada langsung lahir sebagai koreksi atas cacat bawaan sistem pemilihan di DPRD pada masa lalu. Jika ingin mengubahnya kembali, maka alasannya haruslah demi efektivitas demokrasi, bukan sekadar pelarian politik.

​”Usulan pilkada lewat DPRD adalah salah satu pilihan. Namun, pilihan demokratik bukan satu-satunya pilihan. Musti dikaji dan diuji lewat perdebatan akademik dan publik yang sehat,” tambahnya.

*​Ajakan Debat Publik yang Sehat*

​Menutup pernyataannya, Anas menegaskan bahwa PKN terbuka terhadap berbagai opsi perbaikan sistem demokrasi, termasuk pemilihan via DPRD, asalkan hal itu merupakan hasil dari rekomendasi data yang objektif, bukan keputusan yang “dipesan” sejak awal.

​Ia mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari akademisi hingga aktivis, untuk membuka ruang diskusi yang seluas-luasnya guna membedah masa depan demokrasi lokal di Indonesia.

​”Ayo, mulai kaji dan evaluasi. Mari buka debat publik yang sehat. Libatkan sebanyak mungkin pikiran dan gagasan terbaik negeri ini,” pungkas Anas.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dua Pengacara dari Organisasi Advokat Ternama Diduga Lakukan Provokasi dan Fitnah Kepada Rekan Sejawatnya saat Dikonfirmasi oleh Jurnalis

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 159
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Semarang, Jawa Tengah| Asep NS, Sekretaris Umum Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), menemukan dugaan provokasi dan fitnah yang dilakukan oleh dua pengacara yaitu Nizar Malik S.H. dan Affan Ghozali S.H., diduga ditujukan kepada rekan sejawatnya. Kedua pengacara tersebut diduga mengirimkan surat kuasa dan pesan bernada provokatif kepada Asep NS setelah ia mewawancarai […]

  • Diduga Terlibat Kasus Narkoba, Mantan Anggota DPRD Kuningan Inisial HK dan Tiga Rekannya Dikabarkan Ditangkap di Bandung

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 157
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kuningan, 29 November 2025| Agung Sulistio, pimpinan redaksi Sahabat Bhayangkara Indonesia (Kabarsbi com) sekaligus Ketua Umum Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT), menerima laporan awal terkait dugaan penangkapan seorang mantan anggota DPRD Kabupaten Kuningan berinisial HK. HK adalah mantan legislator periode 2014–2019 yang hingga kini masih menjabat sebagai Ketua PAC PDI-P Ciawi Gebang, Kabupaten Kuningan. […]

  • BUMDes Sukamanah Disorot, Modal Ratusan Juta Tak Tercermin dalam Pengawasan DPMD

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle HUSEN
    • visibility 66
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bekasi, 18 Januari 2026| Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Amanah Sukamanah, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan serius publik. Aliansi Masyarakat Penegak Supremasi Hukum Indonesia (AMPUH Indonesia) mengungkap adanya kejanggalan fundamental dalam tata kelola BUMDes tersebut, menyusul tidak dicantumkannya laporan BUMDes Sukamanah dalam hasil Monitoring dan Evaluasi (MONEV) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan […]

  • Polda Metro Jaya Gelar Gerakan Pangan Murah, Sediakan Beras Harga Terjangkau Untuk Warga

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 99
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 11 Agustus 2025| Polda Metro Jaya menggelar Gerakan Pangan Murah di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (11/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI, sekaligus mendukung program pemerintah menjaga stabilitas harga pangan. Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Djati Wiyoto Abadhy, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membantu masyarakat mendapatkan […]

  • Polsek Ciomas Laksanakan Patroli KRYD Dini Hari, Antisipasi C3, Tawuran Dan Geng Motor

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 67
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 13 Juli 2025| Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polsek Ciomas Polres Bogor Polda Jabar melaksanakan kegiatan Patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) pada Minggu dini hari, mulai pukul 03.00 WIB hingga selesai. Kegiatan patroli ini dipimpin langsung oleh Pawas Polsek Ciomas, AKP Arif Sarkoni, bersama personel gabungan yang terdiri dari Aiptu […]

  • Kades Se-Cabangbungin Dan Camat Minta Bupati Bekasi Ganti Dirut RSUD Cabangbungin 

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 429
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi-Pengusiran Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cabangbungin dr. Erni Herdiani terus bergulir. pasalnya saat ini seluruh kepala desa (kades) sudah membuat surat kepada Bupati Bekasi Ade Koswara Kunang untuk Menganti atau memecat Direktur yang sudah sangat menyelengsarakan masyarakat dan kerap memicu konflik sosial tersebut. Senin. (07/07/2025) Ketidaksudian itu terjadi pada […]

expand_less