Breaking News
light_mode
Home » Info Narkoba » Berkedok Toko Kosmetik Peredaran Obat Terbatas Nekat Jual Bebas di Wilayah Pemukiman Padat Penduduk di Kebon Baru, Tebet

Berkedok Toko Kosmetik Peredaran Obat Terbatas Nekat Jual Bebas di Wilayah Pemukiman Padat Penduduk di Kebon Baru, Tebet

  • account_circle M.Ifsudar
  • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
  • visibility 36
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Febuari 2026| Praktik jual beli obat-obatan terlarang Golongan G, khususnya Tramadol dan Excimer, kian meresahkan warga di kawasan Jalan Kebon Baru Jalan T Kecamatan Tebet. Meski masuk dalam kategori obat keras yang memerlukan resep dokter ketat, pil-pil “perusak saraf” ini diduga dijual bebas kepada kalangan remaja dan pelajar di wilayah tersebut.

Lebih mirisnya kawasan tersebut merupakan pemukiman padat penduduk yang terdapat sekolah rumah ibadah hingga majelis.

Modus Operandi:

Kamuflase di Balik Etalase
​Hasil pantauan lapangan menunjukkan bahwa peredaran obat-obatan ini seringkali menggunakan modus toko kosmetik atau toko kelontong kecil sebagai kedok. Aktivitas transaksi biasanya meningkat pada sore hingga malam hari, dengan pembeli yang didominasi oleh anak muda usia sekolah.

​”Kami tidak bisa tinggal diam melihat masa depan anak-anak di sini hancur. Mereka beli (obat) seperti beli permen, sangat mudah dan terang-terangan,” ujar salah satu tokoh masyarakat setempat yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan.

​Dampak Fatal Golongan G
​Secara medis, penyalahgunaan Tramadol dan Excimer tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan: Kerusakan saraf pusat secara permanen. ​Gejala psikosis (halusinasi dan kecemasan hebat). ​Risiko gagal napas hingga kematian.

​Pemicu utama aksi tawuran dan kriminalitas jalanan di Jakarta. Tuntutan aksi nyata peredaran di Jalan Kebon Baru ini menjadi tamparabagi komitmen pemberantasan narkoba di Ibu Kota.

Masyarakat mendesak aparat penegak hukum (Polsek Tebet beserta Lurah Kebon Baru Ibu Mariana)

​Melakukan razia mendadak secara rutin di titik-titik yang telah dipetakan warga. Menindak tegas pemilik bangunan yang menyewakan tempatnya untuk praktik ilegal. Mengusut tuntas rantai pasok (distributor) bes yang menyuplai toko-toko kecil tersebut.

​Hukum tidak boleh kalah oleh oknum penjual “pil setan” yang meraup keuntungan di atas kehancuran generasi muda. Warga sekitar berharap pejabatan.”Langkah konkret, bukan sekadar patroli formalitas.”

  • Author: M.Ifsudar
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Selama Nataru, Polisi Siapkan Pengamanan di Sejumlah Titik yang Dianggap Rawan Kemacetan dan Insiden Lalu Lintas

    • calendar_month Jum, 26 Des 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 26 Desember 2025| Selama perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polrestabes Medan telah memetakan sejumlah titik yang dianggap rawan kemacetan dan insiden lalu lintas. Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel untuk membantu masyarakat menghadapi berbagai kendala selama libur Nataru. “Kita sudah […]

  • PTPN IV Regional I Raih Penghargaan CSR Award dari Wali Kota Medan

    • calendar_month Kam, 12 Jun 2025
    • account_circle PTPN 1V Reginal 1
    • visibility 126
    • 0Comment

      Tegarnews.co.id  | Medan ,11 Juni 2025 — Komitmen PTPN IV Regional I dalam mendukung pembangunan Kota Medan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) kembali mendapat apresiasi. Pada acara Coffee Morning dan Diskusi Sinergi Program Kerja dan Dukungan CSR yang digelar Pemerintah Kota Medan, Rabu (11/6), PTPN IV Regional I menerima piagam penghargaan […]

  • GMOCT: Jabarindo com Rayakan Ultah ke-3 dengan Silaturahmi dan Santunan Anak Yatim-Lansia

    • calendar_month Sen, 26 Jan 2026
    • account_circle Heriyanto
    • visibility 34
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Bandung, 27 Januari 2026| Jabarindo com menggelar perayaan ulang tahun ke-3 pada Minggu (25/01/2026) di kantor perwakilan Jabarindo, Jalan A Yani Nomor 252, Lapangan Sidolig, samping Stadion Persib, Kelurahan Kacapiring, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Acara diisi dengan kegiatan silaturahmi antar wartawan serta santunan bagi anak yatim dan lansia, yang juga dihadiri oleh Komunitas Himpunan […]

  • Pemkot Respons Aksi Demo Pengungsi Rohingya di Pekanbaru, Tegaskan Ranah IOM Bukan APBD

    • calendar_month Rab, 21 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 126
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pekanbaru, 22 Januari 2026| Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru merespons aksi unjuk rasa yang digelar oleh ratusan pengungsi Rohingya di kawasan Jalan M. Jamil, (19/1). lalu. Aksi tersebut menuntut kenaikan bantuan biaya hidup bulanan yang dinilai tidak lagi mencukupi kebutuhan dasar. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru, dalam keterangannya, menegaskan bahwa tuntutan kenaikan […]

  • “Lebih Baik Jadi Petani”: Paradoks ‘Superbody’ Polri dan Cermin Retak Reformasi

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Rps/Red
    • visibility 35
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 27 Januari 2026| Suasana Rapat Kerja Komisi III DPR RI mendadak senyap. Di hadapan para wakil rakyat, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo tidak sedang berdiplomasi. Ia sedang menarik garis batas. “Saya menolak polisi di bawah kementerian. Kalau itu terjadi, saya lebih baik jadi petani,” tegas Sigit. Pernyataan ini bukan sekadar retorika emosional. Ini […]

  • Saat Rakyat Tertimpa Bencana, Ternak ‘Mulyono’ Menghilang Siapa yang Mereka Bela?

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 344
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 13 Desember 2025| Ditengah duka dan kepanikan warga akibat bencana yang melanda sejumlah wilayah Nusantara, publik justru dihadapkan pada satu ironi mencolok: ‘peternakan’ milik mulyono tak pernah menampakkan batang hidungnya di lokasi bencana. Tidak ada kehadiran, tidak ada bantuan terbuka, dan tidak terlihat empati yang sepadan dengan sumber daya besar yang selama ini di […]

expand_less