Imam Besar Masjidil Haram Pertama Asal Jakarta! Inilah Syekh Junaid Al-Batawi, Gurunya Segala Ulama Besar di Indonesia
- account_circle Rls/Red
- calendar_month 1 hour ago
- visibility 2
- comment 0 comment

Tegarnews.co id-Jakarta, 5 Maret 2026| Jauh sebelum gedung-gedung pencakar langit menghiasi Jakarta, seorang putra terbaik dari tanah Betawi telah menancapkan pengaruh intelektualnya di jantung kota suci Mekkah. Syekh Junaid Al-Batawi, ulama kelahiran Pekojan, Jakarta Barat, adalah sosok legendaris yang mengukir sejarah sebagai Imam Besar Masjidil Haram pada abad ke-19.
Ia bukan sekadar Imam biasa;
Ia adalah sosok yang dijuluki Syaikhul Masyaikh—gurunya para guru. Namanya menjadi bukti otentik bahwa kecerdasan ulama Nusantara telah diakui dunia internasional sejak ratusan tahun lalu.
Dari Pekojan Menuju Puncak Keilmuan Dunia
Lahir di kawasan Pekojan, yang kala itu merupakan pusat pemukiman Muslim dan perdagangan di Batavia, Junaid muda memutuskan merantau ke Mekkah saat usianya baru 25 tahun. Siapa sangka, keputusan itu membawanya pada pengabdian panjang selama lebih dari 60 tahun di Masjidil Haram.
Ketekunannya mendalami Mazhab Syafi’i membuatnya sangat disegani
Tak hanya di kalangan penuntut ilmu, pemerintah Arab Saudi pun memberikan penghormatan khusus kepada keluarga Syekh Junaid. Nama “Al-Batawi” yang disandangnya menjadi identitas kebanggaan yang menegaskan asal-usulnya dari tanah Jakarta.
“Akar” dari Silsilah Ulama Raksasa Nusantara
Peran paling fenomenal dari Syekh Junaid Al-Batawi adalah kemampuannya mencetak kader-kader ulama besar. Jika kita mengenal tokoh-tokoh hebat yang menjadi pilar Islam di Indonesia, hampir semuanya bermuara pada didikan beliau. Beberapa murid utamanya antara lain:
Syekh Nawawi Al-Bantani: Ulama Banten yang kitab-kitabnya dipelajari hingga ke Mesir dan Afrika
Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi: Guru dari para pendiri Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.
Tanpa tangan dingin Syekh Junaid, rantai emas keilmuan (sanad) yang menghubungkan Indonesia dengan pusat Islam di Mekkah mungkin tidak akan sekuat sekarang. Beliau adalah “Arsitek Intelektual” yang mempersiapkan generasi emas ulama Nusantara.
Warisan Abadi di Tanah Suci
Kehebatan Syekh Junaid juga menurun kepada putra- putranya, Syekh As’ad dan Syekh Arsyad, yang turut meneruskan jejak sang ayah mengajar di Masjidil Haram. Reputasi keluarganya begitu harum sehingga keturunan mereka mendapatkan tempat istimewa di kalangan penduduk lokal Mekkah.
Syekh Junaid wafat dalam usia yang sangat lanjut, diperkirakan di atas 100 tahun. Jasadnya disemayamkan di kompleks pemakaman Al-Ma’la, Mekkah. Ia dimakamkan di tempat yang sama dengan tokoh-tokoh agung seperti Sayyidah Khadijah RA (istri Rasulullah ﷺ) dan para ulama besar dunia lainnya.
Kisah Syekh Junaid Al-Batawi adalah pengingat bagi warga Jakarta dan Indonesia, bahwa kita memiliki sejarah intelektual yang sangat megah. Beliau adalah simbol bahwa anak bangsa mampu memimpin dan memberi warna bagi peradaban dunia.[☆]
- Author: Rls/Red
- Editor: Redaksi
- Source: Wikipedia



At the moment there is no comment