Rabu, September 23, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Info Korupsi

Update Kasus Korupsi Bea Cukai: KPK Periksa Sejumlah Bos Rokok dan Sita Miliaran Rupiah

Chairul Husen by Chairul Husen
4 April 2026
in Info Korupsi
0
Update Kasus Korupsi Bea Cukai: KPK Periksa Sejumlah Bos Rokok dan Sita Miliaran Rupiah
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id -Jakarta, 4 April 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan korupsi terkait importasi barang dan pengurusan cukai di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC). Memasuki awal April 2026, penyidik fokus pada dugaan suap yang melibatkan pengusaha besar di sektor rokok.

Pemeriksaan Saksi dan Penundaan Jadwal

You might also like

Masuki Babak Baru, KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri

Pengamat Adib Miftahul: Status Tersangka Menteri Nusron Tinggal Tunggu Waktu

KPK Tegaskan Belum Cukup Bukti Jerat Nusron Wahid, Meski 4 Orang Kepercayaannya Resmi Jadi Tersangka

KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi Martinus Suparman, seorang pengusaha rokok asal Jawa Timur.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih untuk mendalami prosedur pengurusan cukai yang diduga menyimpang. Sebelumnya, pada Selasa (31/3), KPK juga memanggil tiga pengusaha lain berinisial BT, ROK, dan Liem Eng Hwie. Namun, hanya Liem Eng Hwie yang memenuhi panggilan.

Penyidik memberikan peringatan dan menjadwalkan ulang pemanggilan bagi saksi yang mangkir guna mempercepat pelimpahan perkara ke tahap penuntutan.

Temuan Uang Rp5,19 Miliar di Safe House

Perkembangan signifikan terjadi dengan ditemukannya uang tunai sebesar Rp: 5,19 miliar yang disimpan dalam lima koper. Uang tersebut disita dari sebuah safe house di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan.

Penyidik menduga kuat dana ini merupakan bagian dari praktik pengumpulan uang haram untuk memuluskan jalur masuk barang impor secara ilegal.

Tersangka Baru dan Modus Operandi

KPK telah menetapkan tersangka berinisial Bayu, yang ditangkap di kantor pusat Bea Cukai pada akhir Februari 2026. Modus yang digunakan diduga melibatkan:

Manipulasi Sistem: Pengubahan profil risiko barang dalam sistem CEISA secara manual untuk menghindari audit.

Penyuapan Jalur Merah: Pemberian suap agar barang impor jalur merah (pemeriksaan fisik) dapat lolos tanpa hambatan.

Aturan Baru: Barang “Tak Bertuan” Jadi Milik Negara

Di sisi regulasi, per 1 April 2026, Kementerian Keuangan resmi memberlakukan PMK Nomor 92 Tahun 2025. Aturan ini memperketat pengelolaan barang di kawasan pabean.

Barang Tidak Dikuasai: Barang yang tidak diurus dokumennya atau tidak dikeluarkan dari pelabuhan dalam jangka waktu tertentu akan langsung ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Langkah ini diambil untuk mencegah penumpukan logistik serta menutup celah “permainan” oknum pabean terhadap barang-barang yang mengendap lama di gudang.

Bea Masuk Antidumping (BMAD) 2026

Pemerintah juga merilis PMK yang berlaku efektif mulai 4 April 2026. Aturan ini mengenakan Bea Masuk Antidumping atas impor produk Biaxially Oriented Polyethylene Terephthalate (BOPET) asal India, Tiongkok, dan Thailand selama lima tahun ke depan untuk melindungi industri dalam negeri.

Rentetan kasus OTT dan penemuan uang tunai miliaran rupiah menunjukkan bahwa reformasi di tubuh Bea Cukai masih menghadapi tantangan besar dari sisi integritas pejabat, terutama di titik-titik krusial seperti pintu masuk pelabuhan dan bandara internasional.[]

Tags: Bea cukaiDirektoratJenderalKorupsiKPK
Previous Post

BGN Tegaskan Insentif Rp 6 Juta Bisa Disetop Jika Dapur MBG Tak Sesuai SOP

Next Post

Polres Metro Bekasi Respon Cepat Penyiraman Air Keras di Tambun

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

Masuki Babak Baru, KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri
Info Korupsi

Masuki Babak Baru, KPK Geledah Rumah Dirjen ATR/BPN Lampri

by Tegar News
19 September 2026
Pengamat Adib Miftahul: Status Tersangka Menteri Nusron Tinggal Tunggu Waktu
Info Korupsi

Pengamat Adib Miftahul: Status Tersangka Menteri Nusron Tinggal Tunggu Waktu

by Tegar News
18 September 2026
KPK Tegaskan Belum Cukup Bukti Jerat Nusron Wahid, Meski 4 Orang Kepercayaannya Resmi Jadi Tersangka
Info Korupsi

KPK Tegaskan Belum Cukup Bukti Jerat Nusron Wahid, Meski 4 Orang Kepercayaannya Resmi Jadi Tersangka

by Tegar News
18 September 2026
KPK Tetapkan 8 Tersangka, Uang Diduga Milik Nusron Wahid Ditemukan di Tangan 4 Orang Kepercayaannya!
Info Korupsi

KPK Tetapkan 8 Tersangka, Uang Diduga Milik Nusron Wahid Ditemukan di Tangan 4 Orang Kepercayaannya!

by Tegar News
16 September 2026
Bukti Koper Cibubur, Jejak Suap HGB Bogor dan Uang Ratusan Miliar Rupiah  Mengarah ke Nusron Wahid
Info Korupsi

Bukti Koper Cibubur, Jejak Suap HGB Bogor dan Uang Ratusan Miliar Rupiah Mengarah ke Nusron Wahid

by Tegar News
16 September 2026
Next Post
Polres Metro Bekasi Respon Cepat Penyiraman Air Keras di Tambun

Polres Metro Bekasi Respon Cepat Penyiraman Air Keras di Tambun

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

TERUNGKAP! Bripka Nurdiansyah yang Diduga Intimidasi Wartawan, Disinyalir Pemakai Sabu – Foto Bukti Ada Alat Hisap (Klaim “Mengamankan” tapi Duduk Santai Dekat Alat Narkoba)

Wilson Lalengke Diundang Duta Besar Rusia untuk Buka Puasa Bersama di Kediaman Dubes

25 Februari 2026
Kasus Rental Jember Memanas: Dugaan Penyekapan & Cacat Hukum Dipertanyakan, Fakta Mulai Terkuak

Kasus Rental Jember Memanas: Dugaan Penyekapan & Cacat Hukum Dipertanyakan, Fakta Mulai Terkuak

8 September 2026

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif
Info Daerah

RSUD Malingping Dijabat Plt Sejak 2019, DPRD Banten Minta Gubernur Angkat Direktur Definitif

22 September 2026
DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci
Nasional

DPR Sahkan UU Pengaturan Reforma Agraria, Akademisi Implementasi Jadi Kunci

22 September 2026
Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main
Info Daerah

Penanganan Getah Pinus TNGC–PT EMB Terus Berjalan, Aswin Bangun Tegaskan Gakkum Kehutanan Tidak Bermain-main

22 September 2026
Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo
Hukum

Sidang MK: Pemohon Minta Diskualifikasi Wapres Gibran, tanpa Sebut Presiden Prabowo

22 September 2026
Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?
Info Daerah

Guru yang Viralkan Sekolah Berdinding Triplek Klarifikasi dan Minta Maaf, Diduga ada Intervensi?

22 September 2026
Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat
Info Daerah

Sehari Usai Aksi Hari Tani, Tanaman Karet PTPN I Region 5 Diduga Dirusak Kelompok Sekti — Aparat Diminta Bertindak Cepat

22 September 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News