Jumat, November 6, 2026
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
No Result
View All Result
tegarnews.co.id
No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan
Home Ekonomi

Fakta Mengejutkan: Energi Jadi ‘Bottleneck’ Hubungan Strategis RI–Rusia

Chairul Husen by Chairul Husen
15 April 2026
in Ekonomi
0
Fakta Mengejutkan: Energi Jadi ‘Bottleneck’ Hubungan Strategis RI–Rusia
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsApp

Tegarnews.co.id -Jakarta, 15 April 2026 | Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen, menilai pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sinyal kuat terbukanya babak baru hubungan strategis Indonesia–Rusia. Namun, di balik suasana diplomatik yang terlihat hangat, masih terdapat sejumlah persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan, terutama di sektor energi.

Dalam keterangan analisisnya, Samuel menyebut bahwa kemajuan hubungan kedua negara sejauh ini baru terlihat jelas pada sektor ekonomi, sementara kerja sama energi masih berada dalam tahap penjajakan.

You might also like

IHSG Jebol ke 4.800: Ini Tiga Penyebab Utamanya!

IHSG Anjlok ke Bawah 5.000! Investor Panik, Asing Kabur Rp97 Triliun

Perbedaan Angka Kemiskinan! BANK DUNIA 64% Purchasing Power Parity – BPJS 8,07% Berdasarkan Data Susenas

“Kerja sama ekonomi memang menunjukkan progres yang cukup nyata. Tetapi sektor energi, yang justru menjadi kepentingan utama Indonesia, masih berada pada tahap negosiasi dan belum mencapai titik final,” ujarnya, (14/4).

Menurut Silaen, dari perspektif Moskow, pendekatan terhadap Indonesia bukan sekadar hubungan bilateral biasa. Rusia saat ini sedang berupaya memperluas pengaruhnya di kawasan Global South sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan geopolitik Barat dan sanksi internasional.

“Indonesia dipandang strategis, baik dari sisi posisi geopolitik maupun kebutuhan energinya yang besar. Karena itu Rusia sangat berkepentingan untuk mempererat hubungan dengan Indonesia, salah satu market, ” katanya.

Silaen menilai hasil pertemuan tersebut memperlihatkan dua capaian yang berbeda. Pada sektor ekonomi, kemajuan terlihat cukup konkret melalui peningkatan perdagangan dan komitmen kerja sama di bidang pertanian, industri, teknologi, hingga infrastruktur.

“Bidang ekonomi relatif minim hambatan politik, sehingga lebih mudah dan cepat direalisasikan. Ini bisa disebut sebagai ‘low hanging fruit’ yang paling mudah dipetik oleh kedua negara,” jelasnya.

Namun situasi berubah ketika pembahasan memasuki sektor energi. Meski menjadi agenda utama dalam pertemuan, hingga kini belum ada kesepakatan besar yang diumumkan.

Menurut Silaen, hal itu menunjukkan bahwa kerja sama energi Indonesia–Rusia memiliki kompleksitas jauh lebih tinggi dibanding kerja sama ekonomi biasa, hal itu rada alot karena sumber energi itu non- terbarukan maka harus dilakukan secara efesiensi.

“Kerja sama energi dengan Rusia tidak bisa dilepaskan dari faktor geopolitik. Rusia masih berada dalam tekanan sanksi Barat, sehingga setiap potensi kerja sama harus mempertimbangkan berbagai risiko, mulai dari mekanisme pembayaran, asuransi, hingga rantai pasok,” ungkapnya.

Di sisi lain, Indonesia juga berada dalam posisi dilematis. Kebutuhan energi nasional yang terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, terutama minyak dan gas, terus meningkat, sementara kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan.

“Rusia menawarkan opsi yang menarik, termasuk kemungkinan harga energi yang lebih kompetitif. Namun Indonesia harus sangat berhati-hati agar tidak terseret dalam pusaran risiko geopolitik global,” tegas Silaen. Ia menilai belum tercapainya kesepakatan di sektor energi tidak dapat dipandang sebagai kegagalan tapi masih dalam tahap kajian mendalam ditengah semakin menipisnya jumlah cadangan energi dunia.
Sebaliknya, kondisi tersebut mencerminkan kehati-hatian kedua negara dalam menjaga kepentingan masing-masing.

“Rusia ingin memastikan pasar yang stabil dan berkelanjutan, sementara Indonesia berusaha menjaga keseimbangan politik luar negeri dan kepentingan ekonominya,” ujarnya.

Lebih jauh, Silaen melihat pola hubungan Indonesia–Rusia mulai terbentuk semakin jelas. Menurut dia, sektor ekonomi menjadi pintu masuk, sementara sektor energi merupakan arena negosiasi strategis yang akan menentukan seberapa jauh hubungan kedua negara akan berkembang.

“Hubungan Indonesia–Rusia saat ini berada dalam fase transisi. Ekonomi sudah bergerak maju, tetapi energi masih menjadi ‘kartu truf’ yang belum dimainkan sepenuhnya,” katanya.

Silaen menegaskan bahwa keberhasilan finalisasi kerja sama energi nantinya akan menjadi indikator utama untuk menilai apakah hubungan Indonesia–Rusia akan berkembang menjadi kemitraan strategis yang kuat, atau hanya berhenti pada hubungan ekonomi pragmatis.

“Apakah hubungan ini akan berkembang menjadi aliansi strategis yang solid atau hanya berhenti pada kerja sama ekonomi semata, sangat ditentukan oleh bagaimana kedua negara menyelesaikan isu energi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah dapat memengaruhi kalkulasi Indonesia dan Rusia dalam memperkuat kerja sama energi. Menurut Silaen, eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz tersebut berpotensi memicu gangguan rantai pasok global dan lonjakan harga pangan imbas dari macetnya rantai pasokan energi.

“Dalam jangka panjang, kerugian pasar global bisa mencapai 0,5 hingga 2 persen dari PDB dunia, atau setara 700 miliar hingga 2,2 triliun dolar AS. Jumlah penduduk dunia yang terancam kemiskinan dan kelaparan juga dapat bertambah hingga 45 juta orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal International Maritime Organization, Arsenio Dominguez, pada Senin menegaskan bahwa tidak ada negara yang berhak menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim. Dikutip dari Qatar News Agency, Senin (13/4/2026), Dominguez menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, tidak ada negara yang berhak membatasi hak lintas damai maupun kebebasan navigasi di selat internasional yang digunakan untuk kepentingan transit global.[]

Tags: GeopolitikIndonesiaKerjasamaRusia
Previous Post

Kritik Keras GTI: Pansel Open Bidding Harus Independen dan Bisa Diaudit

Next Post

RI Mau Beli Minyak Rusia, Apakah Aman dari Sanksi Amerika Serikat?

Chairul Husen

Chairul Husen

Related Posts

IHSG Jebol ke 4.800: Ini Tiga Penyebab Utamanya!
Ekonomi

IHSG Jebol ke 4.800: Ini Tiga Penyebab Utamanya!

by Tegar News
4 November 2026
IHSG Anjlok ke Bawah 5.000! Investor Panik, Asing Kabur Rp97 Triliun
Ekonomi

IHSG Anjlok ke Bawah 5.000! Investor Panik, Asing Kabur Rp97 Triliun

by Tegar News
30 Oktober 2026
Perbedaan Angka Kemiskinan! BANK DUNIA 64% Purchasing Power Parity – BPJS 8,07% Berdasarkan Data Susenas
Ekonomi

Perbedaan Angka Kemiskinan! BANK DUNIA 64% Purchasing Power Parity – BPJS 8,07% Berdasarkan Data Susenas

by Tegar News
4 September 2026
PKS Sudah Berakhir Pengiriman Masih Berjalan, Siapa Dibalik Dugaan Getah Pinus Ilegal ke PT EMB?
Bisnis

PKS Sudah Berakhir Pengiriman Masih Berjalan, Siapa Dibalik Dugaan Getah Pinus Ilegal ke PT EMB?

by Tegar News
30 Agustus 2026
Freeport Resmi Lepas 12% Saham  Gratis! Kepemilikan dan Kendali Tambang Makin Kuat, Naik 63%
Ekonomi

Freeport Resmi Lepas 12% Saham Gratis! Kepemilikan dan Kendali Tambang Makin Kuat, Naik 63%

by Tegar News
14 Juli 2026
Next Post
RI Mau Beli Minyak Rusia, Apakah Aman dari Sanksi Amerika Serikat?

RI Mau Beli Minyak Rusia, Apakah Aman dari Sanksi Amerika Serikat?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Recommended

Cucu Sang “Singa Podium” Betawi! Mengenal Habib Jindan bin Novel, Ulama Sejuk yang Dakwahnya Menyentuh Hati

Cucu Sang “Singa Podium” Betawi! Mengenal Habib Jindan bin Novel, Ulama Sejuk yang Dakwahnya Menyentuh Hati

27 Februari 2026
KRT. Ardhi Solehudin Terima Mandat PPWI, Para Pentolan GMOCT Beri Apresiasi

KRT. Ardhi Solehudin Terima Mandat PPWI, Para Pentolan GMOCT Beri Apresiasi

14 Agustus 2025

Kategori

  • Bisnis
  • Destinasi Wisata
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Daerah
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Internasional
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kriminal
  • Kuliner
  • Mancanegara
  • Nasional
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Politik
  • POLRI
  • Sejarah
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • Teknologi
  • TNI
  • TNI & Polri
  • Tokoh
  • Ucapan
  • Umum

Don't miss it

Kapolri Suyudi Bertindak Cepat! Skenario Show Of Force yang Disusun Rapi,”Ambyar”
Nasional

Kapolri Suyudi Bertindak Cepat! Skenario Show Of Force yang Disusun Rapi,”Ambyar”

6 November 2026
UU Perampasan Aset: Senjata Ampuh Memberantas Kejahatan, Atau Potensi Ancaman  Terhadap Hak Warga
Hukum

UU Perampasan Aset: Senjata Ampuh Memberantas Kejahatan, Atau Potensi Ancaman Terhadap Hak Warga

6 November 2026
Dua Agenda Sidang Joko Widodo Hadir, Tunjukkan Ijazah SD Hingga S1 UGM
Nasional

Dua Agenda Sidang Joko Widodo Hadir, Tunjukkan Ijazah SD Hingga S1 UGM

6 November 2026
BPN Serang Minta Warga Desa Kopo Lengkapi Berkas PTSL untuk Target 2027
Info Daerah

BPN Serang Minta Warga Desa Kopo Lengkapi Berkas PTSL untuk Target 2027

5 November 2026
Dana Rp 234 Juta Diduga Digelapkan Pengasuh Anak; Mantan PMI Asal Tukdana Indramayu Akan Laporkan ke Aparat, Serta Soroti Dugaan Kekerasan Psikis Terhadap Anak
Info Daerah

Dana Rp 234 Juta Diduga Digelapkan Pengasuh Anak; Mantan PMI Asal Tukdana Indramayu Akan Laporkan ke Aparat, Serta Soroti Dugaan Kekerasan Psikis Terhadap Anak

5 November 2026
2,5 Bulan Berlalu, Kasus Upah Pungut Bappeda Kabupaten Bogor Belum Ada Tersangka?
Info Korupsi

2,5 Bulan Berlalu, Kasus Upah Pungut Bappeda Kabupaten Bogor Belum Ada Tersangka?

5 November 2026
tegarnews.co.id

© 2026 Tegar News

Navigate Site

  • Redaksi
  • Compro TegarNews
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Hukum
  • Info Demo
  • Info Desa
  • Info Korupsi
  • Info Narkoba
  • Info Publik
  • Kesehatan
  • Kisah
  • Kuliner
  • Olah Raga
  • Destinasi Wisata
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Perayaan
  • Peristiwa
  • Seni & Budaya
  • Seni dan Kreasi
  • TNI & Polri
  • Ucapan

© 2026 Tegar News