Breaking News
light_mode
Home » Ekonomi » Fakta Mengejutkan: Energi Jadi ‘Bottleneck’ Hubungan Strategis RI–Rusia

Fakta Mengejutkan: Energi Jadi ‘Bottleneck’ Hubungan Strategis RI–Rusia

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month 5 hour ago
  • visibility 4
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id -Jakarta, 15 April 2026 | Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F. Silaen, menilai pertemuan antara Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sinyal kuat terbukanya babak baru hubungan strategis Indonesia–Rusia. Namun, di balik suasana diplomatik yang terlihat hangat, masih terdapat sejumlah persoalan yang belum sepenuhnya terselesaikan, terutama di sektor energi.

Dalam keterangan analisisnya, Samuel menyebut bahwa kemajuan hubungan kedua negara sejauh ini baru terlihat jelas pada sektor ekonomi, sementara kerja sama energi masih berada dalam tahap penjajakan.

“Kerja sama ekonomi memang menunjukkan progres yang cukup nyata. Tetapi sektor energi, yang justru menjadi kepentingan utama Indonesia, masih berada pada tahap negosiasi dan belum mencapai titik final,” ujarnya, (14/4).

Menurut Silaen, dari perspektif Moskow, pendekatan terhadap Indonesia bukan sekadar hubungan bilateral biasa. Rusia saat ini sedang berupaya memperluas pengaruhnya di kawasan Global South sebagai bagian dari strategi menghadapi tekanan geopolitik Barat dan sanksi internasional.

“Indonesia dipandang strategis, baik dari sisi posisi geopolitik maupun kebutuhan energinya yang besar. Karena itu Rusia sangat berkepentingan untuk mempererat hubungan dengan Indonesia, salah satu market, ” katanya.

Silaen menilai hasil pertemuan tersebut memperlihatkan dua capaian yang berbeda. Pada sektor ekonomi, kemajuan terlihat cukup konkret melalui peningkatan perdagangan dan komitmen kerja sama di bidang pertanian, industri, teknologi, hingga infrastruktur.

“Bidang ekonomi relatif minim hambatan politik, sehingga lebih mudah dan cepat direalisasikan. Ini bisa disebut sebagai ‘low hanging fruit’ yang paling mudah dipetik oleh kedua negara,” jelasnya.

Namun situasi berubah ketika pembahasan memasuki sektor energi. Meski menjadi agenda utama dalam pertemuan, hingga kini belum ada kesepakatan besar yang diumumkan.

Menurut Silaen, hal itu menunjukkan bahwa kerja sama energi Indonesia–Rusia memiliki kompleksitas jauh lebih tinggi dibanding kerja sama ekonomi biasa, hal itu rada alot karena sumber energi itu non- terbarukan maka harus dilakukan secara efesiensi.

“Kerja sama energi dengan Rusia tidak bisa dilepaskan dari faktor geopolitik. Rusia masih berada dalam tekanan sanksi Barat, sehingga setiap potensi kerja sama harus mempertimbangkan berbagai risiko, mulai dari mekanisme pembayaran, asuransi, hingga rantai pasok,” ungkapnya.

Di sisi lain, Indonesia juga berada dalam posisi dilematis. Kebutuhan energi nasional yang terus meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk, terutama minyak dan gas, terus meningkat, sementara kapasitas produksi dalam negeri belum mampu memenuhi permintaan.

“Rusia menawarkan opsi yang menarik, termasuk kemungkinan harga energi yang lebih kompetitif. Namun Indonesia harus sangat berhati-hati agar tidak terseret dalam pusaran risiko geopolitik global,” tegas Silaen. Ia menilai belum tercapainya kesepakatan di sektor energi tidak dapat dipandang sebagai kegagalan tapi masih dalam tahap kajian mendalam ditengah semakin menipisnya jumlah cadangan energi dunia.
Sebaliknya, kondisi tersebut mencerminkan kehati-hatian kedua negara dalam menjaga kepentingan masing-masing.

“Rusia ingin memastikan pasar yang stabil dan berkelanjutan, sementara Indonesia berusaha menjaga keseimbangan politik luar negeri dan kepentingan ekonominya,” ujarnya.

Lebih jauh, Silaen melihat pola hubungan Indonesia–Rusia mulai terbentuk semakin jelas. Menurut dia, sektor ekonomi menjadi pintu masuk, sementara sektor energi merupakan arena negosiasi strategis yang akan menentukan seberapa jauh hubungan kedua negara akan berkembang.

“Hubungan Indonesia–Rusia saat ini berada dalam fase transisi. Ekonomi sudah bergerak maju, tetapi energi masih menjadi ‘kartu truf’ yang belum dimainkan sepenuhnya,” katanya.

Silaen menegaskan bahwa keberhasilan finalisasi kerja sama energi nantinya akan menjadi indikator utama untuk menilai apakah hubungan Indonesia–Rusia akan berkembang menjadi kemitraan strategis yang kuat, atau hanya berhenti pada hubungan ekonomi pragmatis.

“Apakah hubungan ini akan berkembang menjadi aliansi strategis yang solid atau hanya berhenti pada kerja sama ekonomi semata, sangat ditentukan oleh bagaimana kedua negara menyelesaikan isu energi,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa dinamika geopolitik di Timur Tengah dapat memengaruhi kalkulasi Indonesia dan Rusia dalam memperkuat kerja sama energi. Menurut Silaen, eskalasi konflik di kawasan Selat Hormuz tersebut berpotensi memicu gangguan rantai pasok global dan lonjakan harga pangan imbas dari macetnya rantai pasokan energi.

“Dalam jangka panjang, kerugian pasar global bisa mencapai 0,5 hingga 2 persen dari PDB dunia, atau setara 700 miliar hingga 2,2 triliun dolar AS. Jumlah penduduk dunia yang terancam kemiskinan dan kelaparan juga dapat bertambah hingga 45 juta orang,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal International Maritime Organization, Arsenio Dominguez, pada Senin menegaskan bahwa tidak ada negara yang berhak menutup Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim. Dikutip dari Qatar News Agency, Senin (13/4/2026), Dominguez menegaskan bahwa berdasarkan hukum internasional, tidak ada negara yang berhak membatasi hak lintas damai maupun kebebasan navigasi di selat internasional yang digunakan untuk kepentingan transit global.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • GMOCT Desak Dinas Pendidikan Pangandaran Berikan Sanksi Tegas Terkait Dugaan Perselingkuhan Oknum Guru PNS dan P3K

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 71
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pangandaran, 19 November 2025 (GMOCT)| Ketua Umum Gabungan Media Online Cetak Ternama (GMOCT), Agung Sulistio, mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Pangandaran untuk memberikan sanksi tegas terkait dugaan perselingkuhan yang melibatkan oknum Guru PNS dan tenaga pendidik P3K. Desakan ini muncul setelah Agung menerima laporan langsung dari seorang pria yang mengaku sebagai suami dari guru berinisial DS. […]

  • PWI Pusat Gaungkan Kembali Spirit Adinegoro, Tradisi Apresiasi Pers Nasional Kian Berkelas

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 114
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Nopember 2025| PWI Pusat secara resmi meluncurkan empat ajang penghargaan bergengsi dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) 2026, yakni Anugerah Jurnalistik Adinegoro, SIWO Award, Press Card Number One (PCNO), dan Tribrata Award hari ini, Selasa (4/11/25) di Sekretariat PWI, Jakarta. Peluncuran tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir didampingi […]

  • Berita Istana Sebar Surat Edaran Melarang Acara “Open House” Berlebihan

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • account_circle M.Ifsudar
    • visibility 14
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 17 Maret 2026| Pemerintah dengan resmi mengimbau seluruh instansi negara untuk tidak menggelar acara open house maupun halal bihalal secara berlebihan pada perayaan Idul Fitri (1447) Hijriah/2025 Masehi. Mensesneg Prasetyo Hadi di Gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta, Selasa, menyebut langkah-langkah ini diambil sebagai bentuk empati terhadap masyarakat yang masih dalam kondisi ekonomi sulit […]

  • Pemkab Bekasi Gelar Istigosah HUT ke-80 RI & Hari Jadi ke-75, Hadirkan Habib Luthfi bin Yahya

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 211
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bekasi] 19 Agustus 2025– Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-75 Kabupaten Bekasi sekaligus HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Bekasi menggelar istigosah dan doa bersama di Lapangan Plaza Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Kecamatan Cikarang Pusat, Senin (18/8/2025) malam.   Kegiatan yang mengusung tema “Bangkit Maju dan Sejahtera” serta “Bersatu […]

  • Silvia Rinita, Istri Noel Ebenezer: Bocorkan Gus Yaqut Tak Ada di Rutan KPK

    • calendar_month Rab, 25 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 14
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 25 Maret 2026 | Istri mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer (noel), Silvia Rinita Harefa, menjadi sorotan publik setelah mengungkap bahwa eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak berada di rumah tahanan (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Silvia berujar bahwa suaminya dan tahanan KPK lainnya tidak melihat Gus Yaqut, sapaan akrab Yaqut […]

  • Pengakuan Nasional: PHI Jadi Sorotan di Indonesian In-House Counsel Summit and Awards 2025

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 102
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 25 Oktiber 2025 (Nusa Dua, Bali)| PT. Pertamina Hulu Indonesia (PHI) kembali mencatatkan namanya di kancah Nasional. Muhammad Reza Rifandi, Manager Legal Counsel Litigation PHI, berhasil meraih penghargaan Indonesian In-House Counsel Elite (IHCE) 2025, untuk kategori Inspiring Leadership dalam ajang Indonesian In-House Counsel Summit and Awards (IHCSA) 2025. Acara bergengsi ini diselenggarakan oleh Hukumonline […]

expand_less