Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Info Daerah » Diduga Asal Jadi, Proyek Pemeliharaan SDN Karang Mekar 04 Abaikan Keselamatan Bangunan

Diduga Asal Jadi, Proyek Pemeliharaan SDN Karang Mekar 04 Abaikan Keselamatan Bangunan

  • account_circle Husen
  • calendar_month 36 minute ago
  • visibility 5
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 26 Mei 2026 — Proyek pemeliharaan bangunan SDN Karang Mekar 04, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, menjadi sorotan tajam setelah ditemukan dugaan kesalahan administrasi proyek, lemahnya pengawasan, hingga penggunaan material lama yang dinilai sudah tidak layak pakai namun tetap dipertahankan dalam pekerjaan. Selasa. (26/05/2026).

Ironisnya, proyek yang bersumber dari APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2026 itu juga diduga mengabaikan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), lantaran para pekerja di lapangan terlihat tidak menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar proyek seperti helm safety, sepatu pelindung maupun rompi kerja.

Berdasarkan papan nama kegiatan, proyek tersebut tercantum berada di bawah UPTD Wilayah IV Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi. Namun berdasarkan lokasi pekerjaan, proyek itu diduga sebenarnya masuk wilayah kerja UPTD Wilayah III.

Kamal Konsultan pun mengakui papan proyek tersebut salah penulisan dan hingga kini belum dilakukan penggantian.

“Iya bang, itu papan namanya salah. Saya sudah bilang harus diganti, tapi sampai sekarang belum diganti,” ujar kamal kepada Media Tegarnews.co.id Melalui Telpon WhatsApp. Jum’at 22/05/2026

Kesalahan administrasi tersebut memunculkan dugaan lemahnya kontrol dan pengawasan terhadap proyek yang menelan anggaran ratusan juta rupiah itu.

Tak hanya soal papan proyek, kondisi pekerjaan fisik di lapangan juga memantik kritik. Sejumlah kayu kaso yang terlihat lapuk, rapuh dan diduga rusak akibat kehujanan disebut masih tetap digunakan sebagai pelapis rangka plafon bangunan sekolah.

Salah satu pekerja bernama Warsan mengungkapkan bahwa bagian kayu yang rusak memang masih berada di lokasi pekerjaan.

“Ini bekas kehujanan belok, bongkar semua pak harus steril. Besi canal, itu mah kaso pak, jadi si kanal itu dilapis kaso, jadi kayunya yang hancur mah bukan kanalnya,” kata Warsan. Jum’at, 22/05/2026.

Ia juga menyebut keputusan tidak menurunkan seluruh material lama disebut merupakan arahan dari pihak konsultan.

“Kalau itu saya tidak tahu. Jadi kalau kata konsultan, besi mah memang nggak turun, pasang aja baja supaya anggaran sekian ini biar dapat keramik,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut memunculkan pertanyaan serius terkait skala prioritas pekerjaan. Pasalnya, material yang dinilai sudah rusak justru diduga tetap dipertahankan, sementara pekerjaan lain tetap dijalankan.

Warsan juga mengaku pengawasan proyek dinilai minim.

“Kalau konsultan terakhir kemarin Rabu, 13/05. kalau pengawas mah nggak pernah datang pak,” ungkapnya.

Selain dugaan penggunaan material lama, minimnya penerapan K3 juga menjadi sorotan utama.

Dari pantauan di lapangan, para pekerja terlihat bekerja tanpa perlengkapan keselamatan standar, padahal pekerjaan dilakukan pada bagian plafon dan struktur bangunan yang memiliki risiko kecelakaan kerja cukup tinggi.

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya dan berpotensi mengancam keselamatan pekerja maupun pengguna bangunan sekolah di kemudian hari.

Sorotan keras juga datang dari LSM Prabhu Indonesia Jaya melalui Ketua DPD Kabupaten Bekasi, N. Rudiansah.

“Kalau material yang sudah rapuh dan tidak layak masih dipakai dalam proyek pemeliharaan sekolah, ini sangat fatal. Jangan sampai anggaran negara dipakai tetapi kualitas pekerjaan justru dipertanyakan,” tegasnya.

Menurutnya, proyek pemeliharaan sekolah tidak boleh dikerjakan asal jadi karena menyangkut keselamatan siswa dan tenaga pengajar.

“Ini bangunan sekolah, bukan bangunan kosong. Kalau kayu yang sudah hancur masih dipertahankan untuk penyangga plafon, siapa yang bertanggung jawab kalau sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan?” ujarnya.

Ia juga menyoroti dugaan lemahnya pengawasan proyek dan penerapan K3 yang dinilai diabaikan.

“Pengawas disebut jarang datang, pekerja tidak menggunakan APD K3, papan proyek salah, material lama masih dipakai. Ini harus menjadi perhatian serius pihak dinas. Jangan sampai proyek pemeliharaan justru menimbulkan potensi bahaya baru,” tambahnya.

Proyek pemeliharaan SDN Karang Mekar 04 diketahui memiliki nilai kontrak sebesar Rp346.160.000 dan dikerjakan oleh CV. DA’NIA UTAMA dengan masa pelaksanaan selama 60 hari kalender.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana maupun pejabat teknis terkait belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan lemahnya pengawasan, penggunaan material lama, minimnya penerapan K3, serta kesalahan administrasi papan proyek tersebut.

  • Author: Husen
  • Editor: Husen
  • Source: Redaksi

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • LAPORAN KHUSUS: Mencari “Jenderal” Baru di Lantai Bursa

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 106
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 31 Januari 2026| Di tengah badai krisis kepercayaan dan volatilitas pasar, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa butuh mitra taktis. Bursa calon Dirut BEI memanas: dari teknokrat “berdarah dingin”, bankir global, hingga politisi yang menjanjikan proteksi. Senin pagi nanti bukan sekadar pembukaan perdagangan biasa. Di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), para pelaku pasar menanti satu […]

  • Bhabinkamtibmas Polsek Megamendung Berikan Penyuluhan Bahaya Narkoba Jepada Siswa SMK Amerta dalam Rangka MPLS

    • calendar_month Sel, 15 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 386
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Dalam rangka mendukung kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Bhabinkamtibmas Desa Megamendung Aiptu Sudrajat memberikan penyuluhan kepada para siswa baru di SMK Amerta Megamendung, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Senin (14/7/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelas SMK Amerta ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini mengenai bahaya narkotika, zat adiktif, dan psikotropika. Dalam […]

  • Jacob Ereste : Upaya Mensinergikan Potensi Rakyat Melalui Kerjasama Media Sosial Dengan Instansi Dan Lembaga Yang Ada Dalam Pemerintahan

    • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 103
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Banten,1 Juni 2025| Ketangguhan spiritual seseorang itu dapat ditakar dari kesabaran dan keikhlasannya menjalani hidup. Mulai dari masalah yang paling sederhana pun dapat dimulai melatih ketangguhan spiritual seperti gangguan dari handphone tua yang masih terus diganggu oleh mereka yang usil dan mungkin memang mempunyai pekerjaan khusus untuk mengganggu kita yang serius memanfaatkan fasilitas untuk mengirim […]

  • Komisi III DPR RI Apresiasi Polri Atas Kesuksesan Pengelolaan SPPG

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 259
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 6 Oktober 2025| Komisi III DPR RI memberikan apresiasi kepada Polri atas berbagai upaya yang dilakukan untuk menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menilai Polri mampu mengelola Sentra Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan standar tinggi. Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman menyebut, keterlibatan Polri menunjukkan bukti nyata komitmen selalu hadir di tengah masyarakat. […]

  • Usai OTT di Kejari Tangerang, Sorotan Beralih ke Dugaan Korupsi Lahan RSUD

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 207
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Tangerang, 28 Desember 2025| Gelombang pembersihan internal di tubuh Korps Adhyaksa Kabupaten Tangerang memasuki babak baru. Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menyeret Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) berinisial HMK oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan pencopotan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Afrillyanna Purba, publik kini menuntut penuntasan kasus korupsi kakap yang selama ini mengendap: […]

  • Korban Penganiayaan di Banjarnegara Mengaku Ditekan Pejabat Untuk Berdamai, GMOCT Turun Tangan

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 98
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Banjarnegara, 14 November 2025 (GMOCT)| Aji Setyawan, warga Banjarnegara yang menjadi korban penganiayaan, mengungkapkan adanya dugaan tekanan dari sejumlah pejabat daerah agar dirinya berdamai dengan pelaku. Informasi ini didapatkan oleh tim liputan khusus GMOCT (Gabungan Media Online dan Cetak Ternama). Menurut Aji, pejabat yang terlibat antara lain Ketua BPBD Banjarnegara, yang disebut mendatangi rumah Sekretaris […]

expand_less