Breaking News
light_mode
Beranda » Info Korupsi » Riza Chalid Mangkir Dua Kali, Diduga Bersembunyi di Malaysia Usai Terjerat Korupsi Rp285 Triliun

Riza Chalid Mangkir Dua Kali, Diduga Bersembunyi di Malaysia Usai Terjerat Korupsi Rp285 Triliun

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
  • visibility 374
  • comment 0 komentar

Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Juli 2025| Mohammad Riza Chalid, tersangka utama kasus korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, kembali mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung). Ia tak menghadiri pemeriksaan pertamanya pada Kamis (24/7), dan kembali absen dalam pemanggilan kedua pada Senin (28/7).

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan bahwa hingga Senin malam, Riza maupun kuasa hukumnya tak memberikan keterangan apapun terkait ketidakhadiran tersebut. “Sampai tadi malam tidak ada kabar. Penyidik akan mengambil langkah-langkah hukum yang diperlukan,” kata Anang kepada wartawan di Jakarta, Selasa (29/7).

Riza sebelumnya juga tiga kali mangkir saat berstatus saksi. Berdasarkan data Imigrasi, pria yang dijuluki “Raja Minyak” ini terakhir terdeteksi meninggalkan Indonesia menuju Malaysia. Keberadaannya kini tengah ditelusuri penyidik.

Informasi terbaru dari Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyebut Riza diduga menetap di Johor, Malaysia, dan menikah dengan kerabat kesultanan setempat. “Ada dugaan Riza Chalid telah menikah dengan keluarga bangsawan di negara bagian berinisial J atau K,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman dalam pernyataan tertulis, Senin (28/7).

Boyamin bahkan mengungkapkan adanya foto yang menunjukkan Riza Chalid bersama Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim dalam sebuah pertemuan dengan Sultan Kedah. Kejagung memastikan akan mendalami informasi tersebut. “Setiap info akan didalami dan dijadikan masukan bagi tim penyidik,” ujar Anang.

Riza Chalid diduga kuat berperan dalam skema intervensi kebijakan penyewaan terminal tangki BBM Merak bersama sejumlah tersangka lain, termasuk anaknya, Muhammad Kerry Andrianto Riza. Padahal, saat itu PT Pertamina disebut belum membutuhkan tambahan fasilitas penyimpanan.

Kerugian negara dalam kasus ini tercatat mencapai Rp285 triliun, jauh melonjak dari estimasi awal sebesar Rp193,7 triliun. Total sembilan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam mega skandal ini.

Kejagung menyatakan tengah menyiapkan pemanggilan ketiga terhadap Riza. Jika kembali mangkir, opsi langkah hukum lain termasuk penerbitan red notice atau ekstradisi bisa menjadi pertimbangan.[]

  • Penulis: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Sumber: Detik

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 5 Pelaku Pembobol Sekolah dan Satu Penadah Dibekuk Polisi di Sumedang Jabar

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Rps/Red
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Sumedang Jawa Barat, 11 September 2025| Kepolisian Resor (Polres) Sumedang berhasil membongkar komplotan spesialis pembobol sekolah yang beraksi di sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Sumedang. Sebanyak lima pelaku utama pencurian dan satu penadah berhasil diringkus. Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. mengatakan pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras jajaran kepolisian. “Polres […]

  • Rumah Penerima Bansos di Kota Bogor Bakal Dipasang Stiker, Komisi IV: Biar Tepat Sasaran!

    • calendar_month Sab, 17 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 56
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor, 17 Januari 2026| Komisi IV DPRD Kota Bogor mengusulkan agar setiap keluarga penerima manfaat bantuan sosial diberikan stiker penanda yang ditempel di rumah masing-masing. Usulan tersebut disampaikan anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Zakiyatul Fikriyah Al Aslamiyah, saat rapat kerja bersama Dinas Sosial Kota Bogor beberapa waktu lalu. Dalam rapat tersebut, Komisi IV […]

  • KH.Aang Abdullah Zein Direkomendasikan oleh PWNU Untuk Mencalonkan sebagai Ketua MUI JABAR

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 77
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Sukabumi, 30 November 2025| Pimpinan Umum Pondok Pesantren Azzainiyyah Sukabumi, Dr. KH. Aang Abdullah Zein, M.Pd.I, resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat. Langkah besar ini menjadi perhatian publik, khususnya di kalangan pesantren dan tokoh keagamaan Jawa Barat, mengingat rekam jejak beliau yang panjang dalam dunia dakwah dan pendidikan […]

  • Hentikan Penahanan Ibu Menyusui! Polisi Jakarta Pusat Diduga Kuat Langgar Konstitusi

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta (GMOCT) 6 Agustus 2025| Ketua Komite Tetap Advokasi dan Perlindungan Hukum Perempuan dan Anak pada unit Pemberdayaan Perempuan dan Anak-KADIN Indonesia, Jurika Fratiwi, SH., SE., MM., menyatakan keprihatinannya yang amat mendalam atas tindakan Polres Jakarta Pusat yang menahan seorang ibu menyusui bersama bayinya yang baru berusia 9 bulan. Hal tersebut disampaikannya kepada media ini […]

  • Sekjen KNPI Kota Bogor Soroti Potensi Masalah Dalam PPDB Kota Bogor

    • calendar_month Jum, 20 Jun 2025
    • account_circle Egi Hendrawan
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Kota Bogor| Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD KNPI Kota Bogor, M. Mahdum, menyoroti potensi masalah dalam pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Kota Bogor tahun 2025. Menurut Mahdum, terdapat beberapa aspek krusial yang perlu mendapat perhatian serius dari Dinas Pendidikan Kota Bogor. Mahdum menekankan pentingnya kejelasan dalam penerapan sistem domisili. Meskipun kebijakan baru memungkinkan jalur domisili […]

  • Target PJU Pencapaian Kabupaten Bogor Di Tahun 2025, Aktivis Pers: Surprise Banget

    • calendar_month Jum, 4 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 110
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Bogor| Program penerangan jalan umum mulai digulirkan sejak tahun 2024 dan terus berlanjut hingga 2025, dengan ribuan unit lampu tenaga surya yang sudah dipasang di berbagai titik strategis desa. Proses pengadaan pun dilakukan secara transparan melalui sistem e-katalog, memastikan efisiensi dan akuntabilitas penggunaan anggaran. Dari wilayah Cileungsi di timur hingga Nanggung di barat, dari Sukaraja […]

expand_less