Breaking News
light_mode
Home » Opini » Jacob Ereste : Upaya Mensinergikan Potensi Rakyat Melalui Kerjasama Media Sosial Dengan Instansi Dan Lembaga Yang Ada Dalam Pemerintahan

Jacob Ereste : Upaya Mensinergikan Potensi Rakyat Melalui Kerjasama Media Sosial Dengan Instansi Dan Lembaga Yang Ada Dalam Pemerintahan

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 31 Mei 2025
  • visibility 98
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Banten,1 Juni 2025| Ketangguhan spiritual seseorang itu dapat ditakar dari kesabaran dan keikhlasannya menjalani hidup. Mulai dari masalah yang paling sederhana pun dapat dimulai melatih ketangguhan spiritual seperti gangguan dari handphone tua yang masih terus diganggu oleh mereka yang usil dan mungkin memang mempunyai pekerjaan khusus untuk mengganggu kita yang serius memanfaatkan fasilitas untuk mengirim informasi, membagi publikasi dan melakukan komunikasi dengan berbagai pihak utamanya untuk jejaring sosial guna memperluas kiprah dan peran yang kita anggap positif untuk diketahui, dipahami dan dicerna oleh berbagai pihak yang mampu mendapatkan nilai-nilai yang baik bagi banyak orang.

Ketika dalam sehari minimal harus menerima gangguan keusilan dari mereka yang mungkin ditugaskan dan memperoleh upah untuk pekerjaan keusilan tersebut, memang diperlukan cara lain untuk tidak menghadapinya secara frontal atau memberikan reaksi yang kurang tepat, karena bisa menambah keusilan mereka yang merasa telah berhasil melakukan teror itu dengan sukses.

Karena itu, diperlukan sikap sabar dan ikhlas menerima konsekuensi seperti itu, karena memang harus disadari pula bahwa tidak semua paparan yang kita sampaikan melalui media sosial disukai oleh semua orang. Dan saya yakin mereka yang mengganggu atau mensabot konten yang kita gunakan untuk untuk membangun jejaring melalui informasi, publikasi dan komunikasi yang kita yakini sungguh positif dan bermanfaat bagi orang banyak ini, pasti mempunyai konsekuensi logis bagi mereka yang tidak suka, atau sekedar jeles, tidak senang atau sejenis ketidaksukaan lainnya, atas dasar alasan apapun yang tidak penting untuk dijadikan persoalan, karena yang lebih penting adalah bagaimana mengatasi hambatan akibat dari ulah keusilan yang mereka lakukan.

Gangguan dan semacam teror melalui media sosial itu sekarang semakin banyak ragam dan caranya. Jika dahulu masih menggunakan cara yang konvensional seperti membombandir media sosial yang kita gunakan dengan mengirim gambar-gambar porno dan sejenisnya, kini mereka yang usil itu terus merangsek melakukan sabotase dengan merusak jaringan atau membuat mesin komputer milik kita menjadi ngebleng atau rusak.

Agaknya, untuk melimpahkan kasus usil serupa ini kepada Kementerian Komunikasi dan Digital seperti Kadus yang tersebut diatas, terkesan lebih mustahil sebab tugas pokok Kementerian Komunikasi dan Digital dari Kabinet Merah Putih sekarang tidak lebih tertarik untuk mendalami seluk-beluk masalah media sosial yang tengah menjadi persoalan bagi warga masyarakat. Sebab Kemkomdig justru lebih bangga dapat memberi masukan atau penghasilan bagi negara dalam bentuk dana dari berbagai usaha yang dilakukannya.

Apalagi mengidealkan agar Kemkomdig mau melakukan pembinaan dan pengembangan terhadap media sosial yang berbasis internet yang dapat dijadikan mitra sebagai agen perubahan membangun kesadaran dan pemahaman terhadap beragam masalah yang terus berkembang dalam masyarakat.

Karena idealnya Kemkomdig dapat menjadi pelopor yang mengarahkan semua kementerian dan lembaga dari pemerintah untuk menjadi juru penerang, penyampai gagasan serta pemapar gagasan dan ide yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat agar peran serta seluruh rakyat dapat dimaksimalkan potensinya. Karena itu, program pembinaan dan peningkatan peran media sosial dapat dimulai dengan mengadakan pelatihan, pencerahan guna meningkatkan kualitas pengelolaan serta bobot dari isi sajian dengan cara memberi insentif, penghargaan atau semacam penilaian yang bergengsi atas hasil pemantauan secara berkala terhadap tampilan dan suguhan isi dari media sosial yang kini telah menjadi pengganti media maenstrem yang tidak lagi menjadi minat untuk dijadikan bahan bacaan atau rujukan. Sementara media sosial yang berbasis internet masih belum menemukan format serta model dari tata kelolanya yang baik untuk menjadi bagian dari lapangan pekerjaan yang tidak cuma mengasyikkan, tapi juga mampu memberi daya hidup bagi pengelolanya.

Tata kelola media sosial yang baik dan bagus menampilkan konten yang berbobot, pasti akan memberi nilai tambah — atau bahkan dapat menjadi bagian dari bidang pekerjaan yang profesional sifatnya. Sehingga isi sajiannya dapat ikut menekan budaya yang buruk untuk terus berkembang melalui media sosial yang dibiarkan begitu saja untuk tumbuh secara liar tanpa usaha melakukan pembinaan dan upaya meningkatkan kualitas tampilan serta suguhan isinya yang bernas dan bermutu untuk ikut menekan budaya hoak atau informasi dan publikasi yang menyesatkan.

Upaya pembinaan dan peningkatan kualitas sajian media sosial sesungguhnya dapat diarahkan menjadi mitra pemerintah melalui berbagai instansi dan kelembagaan yang ada pada tingkat pusat hingga pemerintah daerah, sebagai juru penerang, penyampai informasi dan pemberitaan yang kritis dan mencerahkan bagi masyarakat agar tak semakin senjang berharap dengan instansi maupun badan yang ada dalam pemerintahan.

Kecuali itu, sinergi antara media sosial dengan instansi dan lembaga pemerintah di semua jenjang dan tingkat — pusat maupun daerah — tidak cuma dapat meringankan beban pemerintah dalam hal tata kelola informasi, komunikasi maupun publikasi yang baik dan lancar tersampaikan kepada warga masyarakat, tatapi juga dapat berperan menjadi lembaga kontrol yang sehat, termasuk memberi masukan dan gagasan untuk berbagai hal supaya dapat lebih baik dan memberi banyak manfaat bagi orang banyak. Masalahnya adalah, tinggal pada keinginan yang baik dari pihak pemerintah sendiri — khusunya Kementerian Komunikasi dan Digital — mau atau tidak melakukannya untuk dan demi kemajuan dan kerja sama yang tak mungkin mengabaikan peran serta rakyat.

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkot Mojokerto Memfalitasi Pelatihan Aminasi Untuk Mendorong Anak Muda Kembangkan Ekraf

    • calendar_month Kam, 20 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 548
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kota Mojokerto, 20 November 2025| Pemerintah Kota Mojokerto kembali memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pelatihan animasi. Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, meninjau langsung kegiatan yang berlangsung di PLUT Maja Citra Kinarya tersebut pada Kamis(20/11). Pelatihan diikuti oleh 15 peserta dan akan berlangsung selama 20 hari dengan menghadirkan pelatih profesional dari Mocca Studio Malang. Dalam kesempatan […]

  • Oknum Aparat dan Kades Diduga Suplai Solar ke PLTMH di Cibeber

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 121
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Lebak, 11 November 2025| Proyek pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di aliran Sungai Ci Madur, Desa Warung Banten, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, kembali disorot. Proyek energi hijau yang digarap PT Dwipa Engineering Construction bersama investor asal Norwegia, Tinfos Hydropower Solution, kini diwarnai dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum berinisial C dalam pasokan bahan […]

  • Kejanggalan Kasus Jekson: Analisis Hukum, Moralitas Bangsa, dan Refleksi Kejujuran

    • calendar_month Sen, 23 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 26
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pekanbaru, 24 Februari 2026| Kasus pidana Nomor 1357/Pid.B/2025/PN Pbr dengan terdakwa Jekson Jumari Pandapotan Sihombing atau lebih dikenal dengan nama Jekson Sihombing membuka ruang diskusi yang luas mengenai keadilan, kejujuran, dan integritas sistem hukum di Indonesia. Persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri Pekanbaru memperlihatkan dinamika yang penuh kejanggalan, mulai dari ketidakhadiran ahli bahasa yang diagendakan, […]

  • Perkuat Sinergi dan Keamanan Lingkungan, Bhabinkamtibmas Polsek Cijeruk Sambang Warga Binaan

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 194
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 3 September 2025| Bhabinkamtibmas Polsek Cijeruk Polres Bogor Polda Jabar, Aiptu Irwan Setiawan, melaksanakan kegiatan sambang warga di Desa Warung Menteng, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Rabu (03/09/2025). Kegiatan ini dilakukan untuk mempererat hubungan dengan masyarakat serta sebagai upaya deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polsek Cijeruk. […]

  • Diduga Oknum Kapolsek Muara Wahau Larang Masyarakat Rekam Aktivitas di Lahan Sengketa PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera

    • calendar_month Sel, 10 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 21
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kutai Timur, 10 Maret 2026 | Diduga kuat oknum Kapolsek Muara Wahau tahun 2024, Iptu Satria Yuda, beserta anggotanya, melarang masyarakat merekam aktivitas mereka yang sedang memperjuangkan hak lahan yang menjadi sengketa dengan PT Equalindo Makmur Alam Sejahtera (PT Emas) pada bulan Agustus – September 2024 lalu. Informasi ini diperoleh GMOCT (Gabungan Media […]

  • Kasatlantas Polrestabes Medan Janji Tindak Tegas Anggota Pungli

    • calendar_month Jum, 8 Agu 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 77
    • 0Comment

      Tegarnews.co.id – Medan ,4 Agustus 2025 | Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasatlantas) Polrestabes Medan, AKBP I Made Parwita berjanji akan menindak tegas anggota yang melakukan pungatan liar (Pungli). Pengagasan itu disampaikan AKBP I Made Parwita menyusul video dugaan pungli yang dilakukan seorang anggota Satlantas Polrestabes Medan viral di media sosial. Polisi yang disebut-sebut dalam […]

expand_less