Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Tokoh » Kritik Klaim Bahagia Prabowo, Denny Charter: Rakyat Hanya Adaptasi Penderitaan ​

Kritik Klaim Bahagia Prabowo, Denny Charter: Rakyat Hanya Adaptasi Penderitaan ​

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 24 Jan 2026
  • visibility 61
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id–Jakarta, 25 Januari 2026| Pernyataan Presiden Prabowo Subianto dalam forum World Economic Forum (WEF) yang menyebut Indonesia sebagai salah satu bangsa paling bahagia di dunia memicu diskusi kritis di dalam negeri. Di balik angka kebahagiaan yang tinggi, muncul analisis tajam yang menyebut fenomena ini bukanlah keberhasilan ekonomi, melainkan “mekanisme pertahanan diri” masyarakat terhadap kemiskinan struktural.

​Pidato Prabowo di Forum Global: Indonesia Bangsa Bahagia
​Dalam pidatonya di forum internasional tersebut, Prabowo Subianto dengan percaya diri memaparkan optimisme mengenai kondisi psikososial masyarakat Indonesia. Ia menekankan bahwa meskipun menghadapi berbagai tantangan ekonomi global, rakyat Indonesia memiliki indeks kebahagiaan yang luar biasa.

​”Indonesia adalah salah satu negara paling bahagia di dunia. Jika Anda melihat survei-survei terbaru, masyarakat kami memiliki optimisme yang tinggi,” ujar Prabowo, merujuk pada beberapa data indeks kebahagiaan global yang menempatkan Indonesia di peringkat atas. Pernyataan ini bertujuan untuk membangun citra positif Indonesia sebagai negara dengan stabilitas sosial yang kuat di mata investor dan pemimpin dunia.

Bantahan Denny Charter: Bahagia Akibat “Resiliensi Toksik”

​Namun, narasi tersebut mendapat tanggapan kritis dari Wakil Ketua Umum Pimpinan Nasional Partai Kebangkitan Nusantara (PKN), Denny Charter. Melalui analisis mendalam yang viral di media sosial, Denny membedah bahwa ada jurang logika antara data subjektif kebahagiaan (seperti Global Flourishing Study dari Harvard) dengan data objektif kemiskinan (World Bank).

​Denny Charter memperkenalkan hipotesa mengejutkan yang ia sebut sebagai “State-Sponsored Toxic Positivity” atau Positivitas Beracun yang Disponsori Negara. Menurutnya, tingginya angka kebahagiaan di Indonesia bukanlah indikator keberhasilan pembangunan, melainkan sebuah mekanisme pertahanan psikologis (defense mechanism) rakyat akibat absennya peran negara.

​”Masyarakat Indonesia memiliki kemampuan adaptasi terhadap penderitaan (suffering adaptation) tertinggi di dunia. Ini adalah sindiran keras bagi pemerintah. Indonesia adalah negara di mana warganya terpaksa bahagia karena tidak punya pilihan lain,” tulis Denny dalam analisisnya.

Tiga Poin Utama Kritik Denny Charter:

1. ​Solidaritas sebagai Pengganti Jaminan Sosial: Denny menyebut kentalnya hubungan sosial di Indonesia (budaya mangan ora mangan asal kumpul) muncul karena kegagalan sistem jaminan sosial seperti BPJS atau bansos yang sering salah sasaran. Rakyat menjadi jaring pengaman bagi satu sama lain karena negara tidak hadir secara maksimal.

2. ​Budaya “Nrimo” yang Disalahgunakan: Narasi spiritual seperti “syukuri apa yang ada” dan “harta tidak dibawa mati” dinilai Denny sering dipelihara secara sistematis agar pemerintah tidak perlu menaikkan standar upah minimum secara signifikan. Kemiskinan struktural dibranding ulang sebagai “ujian kesabaran” atau pencapaian spiritual, bukan kegagalan manajerial negara.

3. ​Bias Adaptif (Adaptive Preference): Denny mengibaratkan kondisi ini dengan teori ekonomi perilaku: ketika rakyat tidak mampu meraih kesejahteraan (anggur yang tinggi), otak mereka melakukan kalibrasi ulang dan memutuskan bahwa standar bahagia cukup hanya dengan “bisa makan hari ini dan ngopi di angkringan”.

Kesimpulan: Kebahagiaan Semu?

​Analisis Denny Charter menantang klaim pemerintah dengan data World Bank yang menunjukkan mayoritas penduduk Indonesia masih berada dalam kategori rentan miskin atau miskin absolut secara standar global. ​”Data Harvard menangkap ‘kepuasan’ ini, padahal sejatinya itu adalah kepuasan semu akibat ketiadaan pilihan,” tegas Denny.

​Diskusi ini memicu refleksi mendalam bagi publik: apakah Indonesia benar-benar bangsa yang bahagia karena sejahtera, ataukah kita hanya bangsa yang sangat ahli dalam memaklumi penderitaan?.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sinergitas Polri & Warga Wilayah Hukum Polsek Dramaga Giat Sambang dan Shalat Berjamaah bersama Toga,Tomas dan Warga

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 90
    • 0Comment

    Tegarmews.co.id-Bogor| Dalam rangka menjaga sinergitas dengan Warga, Bhabinkamtibmas Desa Cikarawang Aiptu Dani Dayusman, melaksanakan kegiatan sambang kamtibmas dan silaturahmi ke Toga Tomas,Tokoh Pemuda dan Warga Kp.Carangpulang Desa.Cikarawang Kec.Dramaga Kabupaten Bogor, (30/6). Kegiatan Cooling sistem silaturahmi oleh Bhabinkamtibmas dilaksanakan setelah Shalat Ashar berjamaah dengan warga,selain untuk menjaga silaturahmi juga untuk memastikan kewilayahan aman dan Toga/Tomas ikut […]

  • Kinerja Polda Sumut “Gak Jelas” di Hari Bhayangkara Ke 79, Mahasiswi Anak Kandung Korban Pembunuhan Menangis Minta Semua Pelaku Ditangkap

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Yy
    • visibility 101
    • 0Comment

        Tegar news.co.id | MEDAN – Seorang mahasiswi menangis pilu saat meminta keadilan atas kematian ayah kandungnya dalam aksi damai di nuansa peringatan HUT Bhayangkara ke 79 tahun di Polda Sumut (Poldasu). Aksi damai digelar di depan Markas Polda Sumatera Utara (Mapoldasu) pada Rabu siang, 2 Juli 2025. Massa terdiri dari kelompok Mahasiswa Pemerhati […]

  • Kantor Pertanahan Kota Medan Serahkan Sertipikat PTSL Gereja HKBP

    • calendar_month Kam, 9 Okt 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 92
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-9 Oktober 2025| Kantor Pertanahan Kota Medan kembali melakukan penyerahan sertipikat Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Kali ini, sertipikat diserahkan kepada Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) pada 5 Oktober 2025. Penyerahan sertipikat dilakukan oleh Bapak Faisal, S.T., selaku Ketua Ajudikasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. Sertipikat diterima langsung oleh Pimpinan Tertinggi Gereja HKBP, yaitu Ephorus […]

  • Upaya Pengungkapan Kasus Korupsi GKE Petra, Tim Penyidik Kejati Kalbar Kembali Lakukan Penggeledahan

    • calendar_month Sab, 22 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 69
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pontianak, 22 November 2025| Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Barat, Kamis (20/11), melaksanakan rangkaian tindakan penggeledahan di Kota Sintang, sebagai bagian dari proses penyidikan dugaan tindak pidana korupsi terkait Penggunaan Dana Hibah Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang Ke Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) “Petra” TA. 2017 Dan TA. 2019. Penggeledahan dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan […]

  • Langgar Putusan KIP, Kepala Desa Bojongsari dan Karang Bahagia Jadi Termohon Eksekusi di PTUN Bandung

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 148
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Bandung, 03 September 2025- Dua putusan Komisi Informasi Jawa Barat dimohonkan Eksekusi oleh Sarbat Samsudin dan Asun Nirwanto ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Dua Putusan tersebut adalah Desa Bojongsari dan Desa Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi, Rabu (3/9/2025).   Adapun dua putusan tersebut, yang pertama yaitu putusan nomor: 1342/PTSN-MK.MA/KI-JBR/VII/2023 dari registrasi: 2134/K-B1/PSI/KI-JBR/XII/2022 […]

  • Bhabinkamtibnas Wilayah Hukum Polsek Dramaga, Sambang Sekolah Dasar Beri Himbauan Sedari Usia Dini

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 117
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Giat sambang Kamtibmas Ke sekolah ini adalah tugas guna memberikan himbauan dan masukan kepada anak-anak SD di desa binaan, menjelang kelulusan dari tingkat SD. Di samping Bhabinkamtibmas melaksanakan tugas kesehariannya, yakni dengan melaksanakan kunjungan kepada masyarakat binaannya untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat. Senin (19/05/2025) Pada kesempatan tersebut Bhabinkamtibmas Desa Sukadamai Aipda Jenda MK, […]

expand_less