Breaking News
light_mode
Home » Nasional » Tokoh » Matahukum Minta Presiden Pecat Kepala BGN yang Asyik Golf Saat Bencana

Matahukum Minta Presiden Pecat Kepala BGN yang Asyik Golf Saat Bencana

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Kam, 25 Des 2025
  • visibility 226
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta 25 Desember 2025| Ketika dampak bencana banjir dan longsor masih menyulitkan warga, viral di media sosial sosok yang diduga Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana justru lebih memilih asyik bermain golf ditemani sejumlah caddy. Perilaku pejabat tersebut memicu kemarahan warganet dan kritik dari berbagai pihak lantaran dikaitkan dengan bencana banjir bandang, longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera dan Aceh.

Dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @lambegosiip pada Jumat, 19 Desember 2025 dengan narasi disebutkan bahwa Dadan terlihat bermain golf di tengah suasana duka akibat bencana terjadi pada akhir November lalu. Hal tersebut membuat Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir angkat bicara.

“Saya lihat diberbagai plafon media bahwa Kepala BGN Dadan Hindayana malah beramin golf di tengah kesulitan warga menghadapi bencana banjir, longsor di Sumatera dan Aceh. Dia malah mempertontonkan sikap nirempati dan ketidakpekaan dia terhadap korban bendana. Usul saya DPR RI dan Presiden memanggil kepala BGN Dadan Hindayana dan pecat dia, sehingga publik menilai bahwa ini negara tidak main-main, yang kerja harus benar, kalau benar dapat reward, kalau tidak, wajar ada reward and punishment sebanding. Apalagi dia sempat membuat.gaduh lewat prilakunya itu,” kata Sekjen Matahukum Mukhsin Nasir lewat pernyataanya, Rabu (24/12/2025)

Lebih lanjut, Matahukum menilai dengan ketidakpekaan Kepala BGN saat benca itu, sekaligus menunjukkan ketidakpahaman mereka terhadap kondisi riil yang dialami oleh para penyintas bencana. Selain itu, kata Mukhsin, ketidakpekaan bisa jadi muncul karena Kepala BGN selama ini terlalu berorientasi pada pencitraan.

”Jadi, mindset-nya bukan peduli terhadap apa yang terjadi di masyarakat ataupun lingkungan, tetapi malah mengutamakan mana yang paling disorot atau berkompetisi demi exposure di media. Jadi, salah kaprah komunikasi publiknya dan menjadi nirempati,” jelas Mukhsin.

Menurut Mukhsin, seharusnya Kepala BGN Dadan Hindayana bisa belajar dari kemarahan publik pada akhir Agustus lalu, yang dipicu oleh buruknya komunikasi publik sejumlah pejabat dan ketidakpekaan mereka di tengah kesulitan ekonomi yang dihadapi masyarakat. Kata Mukhsin, kalau ada anak-anak buah dari Presiden yang kerjanya tidak benar tentu harus ditinggalkan atau ditertibkan. Bila perlu, ganti orang karena masih banyak orang lain yang bisa mengisi dan menjalani tugas-tugas itu secara lebih baik.

”Mereka tidak berkaca pada peristiwa itu, yang mestinya jadi pembelajaran justru diulangi lagi. Wajar jika kemudian publik banyak yang marah,” jelas Mukhsin.

Mukhsin mengingatkan agar semua pihak bisa bahu-membahu membantu dalam menangani permasalahan yang ada. Menurut Mukhsin, penanggulangan bencana baru terlihat lebih cepat setelah kunjungan dua kali Presiden Prabowo di daerah bencana pada Senin (1/12/2025) dan Minggu (7/12/2025).

“Selain itu, dalam keadaan ini pemerintah dan warga harus bersinergi dalam membantu saudara kita yang terdampak,” ujarnya.

Pernyataan Presiden Prabowo

Sebelumnya muncul pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan dia tidak akan ragu untuk memecat pejabat yang dinilai tidak bisa menjalankan tugas rakyat dan setia mengabdi kepada negara. Pernyataan itu, dia katakan saat memberikan pengarahan terkait percepatan pembangunan Papua, Presiden Prabowo menyatakan peringatan itu bukan untuk menurunkan semangat para pejabat, namun justru membangkitkan semangat untuk menegakkan hukum.

“Kita tidak akan ragu-ragu copot, memecat pejabat yang tidak mampu, tanpa memandang bulu, tanpa melihat partai mana asa-usul, suku mana, agama mana, ras mana. Siapa yang tidak bisa setia menjalankan tugas rakyat kita persilakan untuk berhenti dari jabatan-jabatan pengabdian kepada negara dan rakyat,” tegas Prabowo

Untuk diketahui, sebelumnya dihebohkan dengan beredarnya video kontroversi pejabat. Kali ini, sosok itu diduga adalah Kepala BGN (Badan Gizi Nasional), Dadan Hindayana yang sedang asyik bermain golf ditemani sejumlah caddy. Video tersebut viral setelah tersebar luas di media sosial.[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Tim/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ki Jaga Kali Apresiasi Wakil Ketua Komisi V DPR RI Atas Dukungan Program P3A di Bekasi

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 137
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 20 September 2025 – Tokoh masyarakat Bekasi, Samanhudi yang dikenal dengan sapaan Ki Jaga Kali, memberikan apresiasi kepada Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, karena telah mendorong aspirasi program Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di bawah binaan Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC). Program ini berhasil terlaksana di 53 […]

  • Sambut Hari Bhayangkara ke-79, Polsek Caringin Bersama Forkopimcam Dan Warga Desa Pasir Muncang Gotong Royong Bersihkan Sampah Di Sepanjang Jalan Cipopokol

    • calendar_month Sab, 21 Jun 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 119
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor|Polres Bogor Polda Jawa Barat, Dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli mendatang sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Polsek Caringin melaksanakan kegiatan bakti lingkungan bersama Forkopimcam, Kepala Desa Pasir Muncang, dan warga masyarakat setempat. Gotong royong tersebut berlangsung di sepanjang jalan Cipopokol, Desa Pasir Muncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, pada […]

  • Serangkaian Ledakan Picu Darurat Nasional: Venezuela Memanas

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 109
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 4 Januari 2026| Presiden Venezuela Nicolas Maduro menetapkan keadaan darurat atas apa yang disebut pemerintahannya sebagai “agresi militer yang sangat serius” oleh Amerika Serikat (AS) terhadap ibu kota Caracas, (3/1). Setidaknya tujuh ledakan dan suara pesawat terbang rendah terdengar di ibu kota Venezuela pada Sabtu (3/1) dini hari, dengan sejumlah video menunjukkan kepulan asap […]

  • Badan Pertanahan Kota Medan,Dalam Rangka Memberikan Pelayanan Terbaik Kepada Masyarakat

    • calendar_month Sab, 27 Des 2025
    • account_circle Rls/Darmayanti
    • visibility 57
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Medan, 27 Desember 2025| Dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, Kepala Kantor Pertanahan Kota Medan, Bapak Rivaldi, S.SiT., M.M., QRMP, secara langsung menyerahkan sertipikat tanah kepada masyarakat pada masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Penyerahan sertipikat ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen Kantor Pertanahan Kota Medan untuk tetap menghadirkan layanan pertanahan yang prima, […]

  • Jumlah Kemiskinan di Jakarta Meningkat, Begini Tanggapan Pramono Anung

    • calendar_month Jum, 25 Jul 2025
    • account_circle Syarif Hidayatullah
    • visibility 93
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Jakarta, 25 Juli 2025| Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat jumlah penduduk miskin di Jakarta pada Maret 2025 mencapai angka 464,87 ribu orang. Naik sebanyak 15,8 ribu orang dibandingkan dengan bulan September 2024 yang mencapai 449,07 ribu orang. Menanggapi hal itu, Pramono Anung, Gubernur DKI Jakarta akan mempelajari penyebab jumlah penduduk miskin di Jakarta […]

  • E-Presensi Diduga Dicurangi, ASN di Pemalang Gunakan Jari Orang Lain untuk Absen

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 196
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Pemalang Jawa Tengah, (GMOCT) 22 Agustus 2025| Dugaan kecurangan dalam absensi elektronik (E-Presensi) kembali mencoreng dunia birokrasi. Kali ini, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial KY, yang bekerja di lingkungan Kecamatan Watu Kumpul, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, diduga tidak melakukan E-Presensi dengan jari sendiri, melainkan menggunakan jari orang lain. Informasi ini diperoleh GMOCT (Gabungan Media […]

expand_less