Breaking News
light_mode
Home » Pemerintahan » World Cleanup Day Jadi Panggung Retorika, Egi Hendrawan Kritik Menteri LH Hanif

World Cleanup Day Jadi Panggung Retorika, Egi Hendrawan Kritik Menteri LH Hanif

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
  • visibility 184
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Serang, 20 September 2025| Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, menyoroti buruknya tata kelola sampah di daerah saat menghadiri World Cleanup Day di Kabupaten Serang, Sabtu (20/9/2025). Ia meminta kepala daerah di Banten lebih serius menertibkan lokasi pembuangan sampah liar.

“Sampah ini sepanjang tidak mampu diselesaikan oleh bupati, maka kita pastikan Kabupaten Serang tidak mungkin masuk penilaian Adipura. Artinya masuk sebagai kota kotor,” kata Hanif dalam pidatonya.

Pernyataan itu menuai kritik dari pengamat hukum dan politik Banten, Egi Hendrawan. Menurutnya, Hanif seolah melempar tanggung jawab kepada pemerintah daerah, padahal kementeriannya memiliki kewenangan strategis dalam mengawasi sekaligus memberi sanksi terhadap pengelolaan sampah bermasalah.

“Pak Hanif jangan hanya menyindir daerah. KLHK punya instrumen regulasi, pengawasan, hingga sanksi. Kalau TPA seperti Cipeucang di Tangsel atau Bangkonol di Pandeglang tetap dibiarkan over kapasitas, bau, bahkan rawan longsor, itu bukan semata dosa bupati dan wali kota, tapi juga kelalaian pusat,” ujar Egi, Minggu (21/9/2025).

Egi menilai retorika soal Adipura maupun kerja bakti massal tidak cukup menjawab persoalan mendasar. Ia menegaskan publik menunggu langkah konkret kementerian, seperti audit teknis independen terhadap TPA bermasalah, transparansi data jumlah TPA yang masih memakai metode open dumping, serta penindakan tegas terhadap pelanggaran izin lingkungan.

“World Cleanup Day jangan hanya jadi panggung pidato. Tanpa aksi nyata dari KLHK, kritik publik bahwa pemerintah pusat gagal mengawal target bebas sampah 2029 semakin sulit dibantah,” tegasnya.

Kasus TPA Cipeucang dan Bangkonol selama ini memang menjadi sorotan. Cipeucang disebut over kapasitas dan sempat mencemari Sungai Cisadane saat turap penahan longsor roboh. Sementara rencana menjadikan Bangkonol sebagai lokasi penampungan lintas daerah memicu penolakan warga karena dianggap berisiko menambah pencemaran.

Egi menutup kritiknya dengan mendesak Menteri Hanif segera turun tangan, bukan sekadar hadir di acara simbolis. “Kalau pusat hanya pandai menuding daerah, sementara problem struktural dibiarkan, jangan salahkan masyarakat bila kehilangan kepercayaan terhadap kementerian yang dipimpinnya,” ujarnya.[]

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Duga Lapak Judi Tembak Ikan Kebal Hukum, Polres Pelabuhan Belawan Di Minta Tindak Tegas

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Yy
    • visibility 217
    • 0Comment

      Tegarnews.co.id | Medan, Judi tembak ikan yang sangat meresahkan masyarakat sekitar dan merusak generasi muda terus aktif selama 24 jam dari pagi sampai ke pagi lagi di Jalan M Basir, No. 88, (23/6/2025). Perintah kapolri agar memberantas perjudian , judi Online dan tempat – tempat ilegal lain nya, Laen dengan lapak judi tembak ikan […]

  • Tercium Bau Rokok Ilegal di Duren Sawit, Gudang Produksi Berkedok Tembakau ‘Tertutup’ dari Konfirmasi

    • calendar_month Sel, 26 Mei 2026
    • account_circle M.Ifsudar
    • visibility 49
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 26 Mei 2026 | Dugaan adanya aktivitas produksi rokok ilegal di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, mencuat ke permukaan setelah beredarnya laporan masyarakat terkait keberadaan sebuah gudang yang disinyalir menjadi pusat operasional barang kena cukai tanpa izin. “Saat tim awak media melakukan investigasi lapangan ke lokasi yang dimaksud pada 29 April 2026 […]

  • Penerima Gratifikasi Bukan Cuma Jaksa, Tapi Kenapa Hukum Berbeda?”

    • calendar_month Ming, 12 Okt 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 154
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 12 Oktober 2025- Dalam sistem hukum Indonesia, gratifikasi kerap dipahami sebagai salah satu bentuk tindak pidana korupsi yang paling sulit dibedakan dari hadiah atau pemberian biasa. Namun yang menarik dicermati, terdapat perbedaan mencolok dalam perlakuan hukum terhadap pelaku gratifikasi — terutama jika dibandingkan antara jaksa dan pejabat publik lainnya. Baru-baru ini, publik […]

  • Sambut Resolusi 2797, Gabon Tegaskan Dukungan atas Marokkanitas Sahara

    • calendar_month Jum, 17 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 35
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Rabat, 17 April 2026 | Republik Gabon kembali menegaskan dukungannya terhadap Marokkanitas Sahara, sekaligus menyambut baik adopsi bersejarah Resolusi 2797 oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dukungan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama Gabon, Marie-Edith Tassyla-Ye-Doumbeneny, dalam kunjungan persahabatan dan kerja ke Rabat, di mana ia bertemu dengan Menteri […]

  • Mendesak Kejagung Segera Ambil Alih Kasus Dugaan Kejahatan Pertambangan PT Tristaco Mineral Makmur

    • calendar_month Sab, 25 Okt 2025
    • account_circle Rls/M.imron/M.Ifsudar
    • visibility 326
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 25 Oktober 2025| Puluhan aktivis yang tergabung dalam Konsorsium Pemerhati Pertambangan dan Investasi Sulawesi Tenggara (Konspirasi Sultra) menggelar aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (24/10). Dalam aksinya, para aktivis menyampaikan laporan resmi dan mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung RI) untuk mengambil alih penanganan kasus dugaan kejahatan pertambangan yang melibatkan PT. Tristaco Mineral Makmur […]

  • Musnid ad-Dunya! Mengenal Syekh Yasin Al-Fadani, Ulama Keturunan Padang yang Menjadi Guru Para Ulama Hadis Dunia di Mekkah

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 54
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 5 Maret 2026| Dunia Islam mengenal gelar-gelar akademik yang tinggi, namun gelar Musnid ad-Dunya (Pemegang Sanad Hadis Dunia) adalah sesuatu yang amat langka. Gelar prestisius ini disematkan kepada Syekh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa Al-Fadani, seorang ulama besar keturunan Minangkabau yang lahir dan besar di jantung kota suci Mekkah. Lahir pada 17 Juni 1915, […]

expand_less