Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » AYO ! Dukung Listyo Sigit Prabowo Jadi Petani

AYO ! Dukung Listyo Sigit Prabowo Jadi Petani

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
  • visibility 15
  • comment 0 komentar

Tegarnrnews.co.id-Bekasi, 31 Januari 2026| MENJADI PETANI mungkin tidak prestisius dan memiliki kebanggaan layaknya menjadi anggota Polri. Tapi setidaknya, sulit menemukan perilaku seorang petani terlibat korupsi, menjadi irisan dari politik dinasti dan oligarki serta terlibat dalam pelbagai penyalahgunaan kekuasaan.

Sungguh sebuah keinginan terpuji dan terhormat, tercetus dari Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang mengatakan lebih baik menjadi petani daripada bekerja sebagai Menteri Kepolisian.

Belum pernah ada sejarah di republik ini, seorang Kapolri mau menjadi petani yang merupakan profesi mulia, nyata bermanfaat bagi rakyat, negara dan bangsa Indonesia.

Pernyataan terbuka dan berani serta terkesan menantang dari pemuncak jabatan Polri itu, ditenggarai sebagai reaksi terhadap tuntutan banyak pihak yang menginginkan kelembagaan polri dibawah kementerian atau setidaknya tidak lagi bernaung dan hierarkis pada presiden.

Jelas terlihat, narasi Kapolri yang begitu emosional mengumbar sikap defensif dan resisten serta cenderung melakukan perlawanan. Jenderal bintang empat aktif itu, merespon keras adanya polemik menyoal fungsi dan kelembagaan polri belakangan ini.

Listyo Sigit Prabowo, yang memasuki tahun ke-5 menjabat Kapolri. Dihadapan Komisi III dalam sidang DPR dan disaksikan publik, menyampaikan respon tegas yang berisi penolakannya terhadap rencana reposisi dan restrukturisasi polri. Termasuk menempatkan polri dibawah kementerian, atau bertransformasi menjadi kementerian, atau bahkan lebih ekstrim lagi dengan adanya keinginan stereotif membubarkan kepolisian.

Refleksi, evaluasi dan solusi terhadap kinerja polri, telah lama menjadi sorotan publik. Sebagai salah satu, produk dari agenda reformasi sejak era 1998. Institusi polri yang secara organisatoris langsung dibawah presiden, kerap menuai gugatan baik pada performans pimpinan dan anggotanya, maupun pada aspek institusi yang dinilai cenderung menjadi ‘super body’ dan ‘the unthouchables’.

Lepas dari itu semua, tanpa menghilangkan prestasi dan pengorbanan peran Polri sejauh ini, seiring persoalan kelembagaan dan aparatnya yang kerap diselimuti sikap skeptis dan apriori sebagian besar rakyat. Ada yang menarik dan sangat langka, terkait aspirasi politik kalau tidak mau disebut keluh kesah yang diungkapkan Kapolri.
Sungguh luar biasa dan menakjubkan, entah spontanitas atau hasil perenungan batin yang dalam, orang nomor satu di jajaran polri tersebut, dengan tegas menyampaikan niatannya menjadi petani.

Boleh jadi ungkapan Listyo Sigit Prabowo terkait antusiasme pada profesi petani itu, sebagai bentuk kemarahan dari pelbagai upaya yang ingin mereduksi sekaligus mendegradasi institusi polri. Atau bisa juga sejatinya, kesadaran jiwa yang lahir dari kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual seorang Listyo Sigit Prabowo terhadap pengabdian dan dinamika dalam institusi polri yang puluhan tahun digelutinya.

Apapun hasilnya, biarlah para pemangku kepentingan publik yang kompeten dan elit politik serta yang lebih relevan lagi Presiden yang akan membahas dan memutuskan nasib Polri.

Tentunya suara rakyat yang kini menjelma, dalam bentuk kekuatan netizen dengan “no viral, no justice”, juga signifikan ikut menentukan imej dan persfektif polri di masa lalu, saat ini dan waktu berikutnya.

Namun yang pasti, di tengah konstelasi pertarungan politik citra Polri. Entitas petani tiba-tiba muncul dari lisan Sigit Sulistiyo Prabowo yang notabene seorang Kapolri dan salah satu figur berpengaruh di republik ini. Rasanya, profesi petani bisa menjadi komparasi sekaligus resolusi dari kegamangan polri selama ini.

Tentang petani yang dianggap profesi rendahan dan kasar, namun memiliki kemuliaan dan kemanfaatan untuk semua penduduk negeri. Jauh dari kata bergengsi namun dari kerja kerasnya, petani banyak melahirkan generasi pemimpin dan orang-orang terhormat lainnya. Tentang Petani, hanya butuh tanah sepetak untuk menafkahi keluarga dan negara. Bukan jutaan hektar, untuk dieksploitasi demi kekayaan dan kemewahan hidup sambil merusak hutan alias deforestasi !.

Tentang petani yang hidup jauh dari kesejahteraan, namun ditopang oleh kesederhanaan, moral juga keadaban yang tinggi. Terbiasa menghadapi, hujan badai dan terik menyengat. Tentang petani dengan napas dan jiwa kejujuran dan empati, bukan dengan korupsi, membunuh dan membajak pajak. Tentang petani yang hanya berharap, beras dan gabahnya mendapatkan harga yang layak untuk dibeli. Tentang petani, yang ingin ketahanan pangan nasional terlindungi dan setiap tetes keringatnya menghidupi. Tentang petani yang tak peduli gengsi dan dominasi, tapi memiliki harga diri, tak seperti politik dinasti dan oligarki.

Semua kebaikan yang ada pada petani, mungkin itu yang membuat Listyo Sigit Prabowo tertarik dan mulai jenuh pada dedikasi dan gemerlapnya Polri. Memang jelas berbeda, Polri yang tidak bisa disamakan dengan petani dan begitupun petani yang tidak bisa disamakan dengan polri.

Keduanya jelas berbeda, meskipun ada kesamaan untuk kerja-kerja mengabdi dan perbedaan untuk kerja-kerja distorsi.

Oleh karena itu, selamat buat Listyo Sigit Prabowo yang mau membuka mata hati dan sanubari untuk menanam dan memanen padi. Ini bukan masalah pribadi, juga bukan tentang institusi. Ini bukan tentang petani semata, tapi ini juga bukan hanya soal Polri.
Ini tentang nasib dan masa depan, bagi seluruh penghuni negeri.

Buat seluruh rakyat Indonesia, ayo dukung Bapak Kapolri jadi petani ! Pastikan Listyo Sigit Prabowo jenderal yang peduli dan gagah berani, bisa benar-benar menjadi petani yang jujur, bersih dan terhormat. Semoga!.[]

Oleh: Yusuf Blegur
Bekasi Kota Patriot,
11 Sya’ban 1447 H/30 Januari 2026.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Propam Polda Aceh Turun Tangan Usut Kejanggalan Penangguhan Pelaku Pembacokan Jurnalis di Nagan Raya!

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 136
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Nagan Raya, 27 September 2025 (GMOCT)| Kasus pembacokan terhadap Ridwanto, Ketua DPD GMOCT Aceh dan jurnalis Bongkar Perkara, memasuki babak krusial! Propam Polda Aceh, atas perintah Propam Mabes Polri, turun tangan mendalami dugaan kejanggalan dalam penanganan kasus serta penangguhan penahanan pelaku yang dinilai janggal dan terkesan dipaksakan. Tim Propam Paminal Polda Aceh menyambangi kediaman Ridwanto […]

  • GMOCT Soroti Berita Acara Pencarian Orang Polres Semarang, Terindikasi Polisi Minta Media “Memancing” DPO

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Ungaran, Jawa Tengah (GMOCT) 22 Agustus 2025| Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) menyoroti Berita Acara Pencarian Orang yang dikeluarkan oleh Polres Semarang. Informasi ini didapatkan dari media online Jelajahperkara yang tergabung dalam GMOCT. M. Bakara, Ketua DPD GMOCT Provinsi Jawa Tengah, mengungkapkan kekecewaannya setelah mendapatkan salinan surat tersebut dari Kasatres Narkoba Polres Semarang, […]

  • DPR dan Dewan Pers Sepakat Pasal 8 UU Pers Konstitusional, PWI Tekankan Penguatan Implementasi

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Oktober 2025| Pengurus PWI Pusat menegaskan kembali perlunya penguatan implementasi perlindungan wartawan di lapangan. Penekanan ini disampaikan dalam keterangan tambahan resmi (KTR) PWI Pusat di sidang lanjutan uji materiil Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) di Mahkamah Konstitusi, (29/25). Sidang yang dipimpin oleh Ketua MK Suhartoyo ini beragenda […]

  • Sekum GMOCT Akan Laporkan Inisial SS Atas Dugaan Fitnah dan Penyalahgunaan Nama Organisasi Advokat

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Semarang, 28 September 2026 (GMOCT)| Sekretaris Umum Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT), Asep NS, berencana melaporkan seorang warga Sumowono berinisial SS atas dugaan fitnah dan penyalahgunaan nama organisasi advokat. Kasus ini bermula saat GMOCT tengah mengawal pemberitaan terkait seorang Ketua RT09 a n Murdianto di Kota Semarang yang mana sang ketua RT […]

  • Gerebek Gudang Ganja di Kawasan Cakung Jakarta Timur, Sebanyak 53,75 Kg Barang Bukti Disita

    • calendar_month Sen, 15 Sep 2025
    • account_circle Rls/Muhamad Dekra
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id—Jakarta,15 September 2025| Satnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat menggerebek gudang yang dijadikan tempat penyimpanan narkotika jenis ganja seberat 53,75 kilogram di wilayah Cakung Jakarta Timur, pada Kamis, 10 September 2025. Penggerebekan ini merupakan pengembangan dari sebelumnya, penangkapan dua kurir AWS dan IR. “Terbongkarnya gudang ganja tersebut berawal dari penangkapan kedua pelaku,” ujar Kasat Narkoba Polres […]

  • Kapolsek Dramaga Giat Cooling Sistem, Sambang Warga Beri Himbauan Ajak Jaga Kondusifitas Cegah Gangguan Kamtibmas

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Tegarnews.co.id–Bogor| Giat sambang Kamtibmas Warga adalah tugas rutin Bhabinkamtibmas yg menjadi tugas kesehariannya, yakni dengan melaksanakan kunjungan kepada masyarakat binaannya untuk menjalin silaturahmi yang lebih erat. Senin, (19/05/2025) Pada kesempatan tersebut Kapolsek Dramaga IPTU Desi Triana, S.H M.H, menyambangi Warga Sdr. Hermanto, Sekaligus  menyampaikan pesan-pesan kamtibmas utk selalu meningkatkan kewaspadaan serta untuk bersama-sama ikut serta […]

expand_less