Breaking News
light_mode
Home » Opini » Golok, Batu, Dan Kebohongan Di Petarukan Pemalang

Golok, Batu, Dan Kebohongan Di Petarukan Pemalang

  • account_circle Rls/Red
  • calendar_month Sel, 29 Jul 2025
  • visibility 366
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jawa Tengah, 29 Juli 2025| Insiden bentrokan berdarah di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah, antara Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dan massa Front Pembela Islam (FPI) bukan sekadar gesekan massa biasa. Ini adalah ledakan dari bara konflik ideologis yang telah lama menyala: antara gerakan Islam moderat berbasis keilmuan dan warisan ulama Nusantara, melawan ormas berhaluan radikal yang gemar memanaskan publik dengan retorika permusuhan.

Semua bermula dari keresahan masyarakat atas agenda ceramah Rizieq Shihab yang dijadwalkan digelar di Petarukan. Dalam beberapa bulan terakhir, retorika Rizieq banyak disorot karena menyerukan umat Islam untuk “mengasah golok” dan “bersiap perang.” Narasi keras ini membakar keresahan warga. Maka, PWI-LS bersama elemen masyarakat datang ke lokasi untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan meminta aparat membubarkan acara.

Menurut Sekretaris Jenderal PWI-LS, Ken I Pramendra, saat negosiasi antara PWI-LS dan aparat kepolisian berlangsung, tiba-tiba massa FPI melempar batu ke arah rombongan PWI-LS dan aparat. Aksi brutal itu yang memicu bentrok. “FPI memulai serangan, dan kami punya bukti,” tegas Ken.

Namun pasca kejadian, publik disuguhi narasi sebaliknya. FPI menuduh PWI-LS datang membawa senjata tajam dan menjadi pemicu utama. Tuduhan ini dibantah keras oleh PWI-LS. Bahkan, mereka menunjukkan bukti visum anggota laskar yang terluka akibat senjata tajam, sebagai indikasi bahwa justru pihak merekalah yang menjadi korban kekerasan fisik dari FPI.

Konflik ini semakin rumit karena adanya pengkhianatan terhadap kesepakatan bersama. Sebelumnya, dalam forum mediasi antara kedua belah pihak, telah disepakati bahwa Rizieq Shihab tidak akan hadir dan tidak akan naik panggung, serta baik FPI maupun PWI-LS tidak akan berada di lokasi acara. Tetapi realitas di lapangan berbeda: Rizieq hadir, FPI hadir, panggung tetap berjalan, dan massa mereka memicu kericuhan.

“Kesepakatan dilanggar. Komitmen dicampakkan. FPI kembali menunjukkan wajah aslinya: tidak taat hukum, tidak jujur, dan tidak bertanggung jawab,” ujar Ken dengan geram.

PWI-LS menempuh jalur hukum. Mereka melaporkan FPI atas provokasi, kekerasan fisik, dan penyebaran informasi palsu. Mereka menegaskan bahwa gerakan mereka lahir bukan untuk menciptakan kekacauan, tetapi untuk menjaga warisan Islam nusantara yang damai, toleran, dan ilmiah.

“Kami tidak akan diam ketika ulama kami dihina. Kami tidak akan tunduk ketika kiai kami dicaci. Kami tidak tinggal diam ketika sejarah perjuangan Islam Indonesia disebut fiksi oleh kelompok yang mengangkat nasab tapi menolak ilmu,” tegasnya lagi.

PWI-LS berdiri membela ajaran Walisongo, bukan fanatisme buta atas nama darah. Mereka tidak anti keturunan, tetapi anti manipulasi sejarah. Mereka tidak menolak nasab, tetapi menolak klaim sepihak yang telah terbukti lemah secara ilmiah baik dalam sejarah, filologi, maupun genetika.

Insiden Petarukan adalah peringatan keras bahwa radikalisme berbaju agama masih menjadi ancaman nyata. Bukan hanya bagi keamanan, tetapi bagi akal sehat dan kehormatan umat Islam itu sendiri.

Kini masyarakat menunggu: apakah hukum akan bertindak tegas, atau membiarkan kekerasan berjubah agama terus menebar ancaman di tanah air ini?[]

  • Author: Rls/Red
  • Editor: Redaksi
  • Source: Redaksi

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Praktisi Hukum Sekaligus PENGAWAS Forum Koordinasi Penegak Hukum, Dr. Dedi DJ Angkat Bicara Soal Perbedaan Tuntutan Jaksa dan Putusan Hakim

    • calendar_month Rab, 29 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 196
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 30 Agustus 2025| Praktisi hukum yang juga Pengawas FORKOGAKUM (Forum Koordinasi Penegak Hukum), DR. Dedi DJ, menyoroti perbedaan mencolok antara tuntutan jaksa dan putusan hakim dalam sejumlah kasus hukum, termasuk kasus Nikita Mirzani. Menurut Dedi DJ, perbedaan yang signifikan antara tuntutan jaksa dan vonis hakim menimbulkan pertanyaan terkait kejelasan dan konsistensi putusan. “Kejelasan dan […]

  • Diduga Ada Pelecehan, Direktur RSUD Cabangbungin Segera Dipanggil Polisi

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Husen
    • visibility 1.097
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi-Mapolsek Cabangbungin merencanakan akan melakukan pemanggilan dan Pemeriksaan terhadap Direktur Utama RSUD Cabangbungin. hal itu menindaklanjuti perkara pelecehan seksual yang dilakukan oknum dokter inisal B terhadap masyarakat SM yang saat ini perkaranya sudah di laporkan ke mapolsek Cabangbungin.berdasarkan nomor laporan LP/B/17/VI/2025/SPKT/POLSEK CABANGBUNGIN/POLRESMETROBEKASI/POLDAMETROJAYA. Pada tanggal 20 Juni 2025 pukul 18:25.   Hal itu […]

  • DPR-RI Desak Penguatan Perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi Pekerja Informal dan Perempuan

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 16
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id ​-Jakarta, 8 April 2026 | Komisi IX DPR RI menegaskan perlunya langkah strategis dari pemerintah dan BPJS Ketenagakerjaan (BP Jamsostek), untuk memperluas cakupan kepesertaan, khususnya bagi pekerja sektor informal dan perempuan. Hal ini terungkap dalam rapat kerja yang berlangsung di Gedung Nusantara, Senayan,(7/4). ​Anggota Komisi IX menekankan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bukan lagi […]

  • 1,37 Play Button

    Resmi Dipecat PTDH, Terkait Insiden Tragis Mobil Taktis Lindas Pengemudi Ojek Online

    • calendar_month Rab, 3 Sep 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 1.171
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta 4 September 2025| Kompol Cosmas Kaju Gae, Komandan Batalyon Resimen 4 Korbrimob, telah dipecat dari kepolisian dengan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) setelah sidang kode etik yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, (3/9/ 2025). Keputusan ini diambil karena keterlibatan Kompol Cosmas dalam insiden tragis di mana kendaraan taktis Brimob yang dinaikinya melindas […]

  • Luar Biasa! PT PHSS Berhasil Melampaui Target Produksi Migas, 14 Ribu Barel / Hari

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 90
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, Senin 7 Juli 2025| 14 Ribu Barel Sehari! PHSS Cetak Rekor Baru di Semester Pertama 2025. Muara Badak hingga menjelang akhir Semester I tahun 2025, PT. Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) berhasil melampaui target produksi migas di angka produksi minyak sekitar 14 ribu barel per hari (BOPD), dan gas 105 juta standar kaki kubik […]

  • Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. Laksanakan Pemantauan Arus Lalu Lintas di Pos Gadog Puncak Pada Libur Panjang

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 268
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor| Polres Bogor Dalam rangka mengantisipasi peningkatan volume kendaraan pada masa libur panjang, Kapolres Bogor AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K., M.H. turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan arus lalu lintas di Pos Pengamanan Gadog, kawasan Puncak, pada Sabtu (10/05/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polres Bogor dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat […]

expand_less