Breaking News
light_mode
Home » Kesehatan » Keluarga Temukan Kain Kasa di Perut Jenazah, Dugaan Malapraktik di RS Hastin Menguat

Keluarga Temukan Kain Kasa di Perut Jenazah, Dugaan Malapraktik di RS Hastin Menguat

  • account_circle HUSEN
  • calendar_month Sab, 11 Okt 2025
  • visibility 422
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id -Kabupaten Bekasi, 11 Oktober 2025– Dugaan malapraktik kembali mencoreng dunia medis. Seorang ibu rumah tangga asal Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Mursiiti (62), meninggal dunia tiga hari setelah pulang dari RS Hastin Karawang. Keluarga menemukan banyak kejanggalan pada tubuh korban, mulai dari luka di perut hingga bekas operasi di dekat kemaluan.

 

Awalnya, Mursiiti hanya mengeluhkan bisul di bagian pantat. Keluarga kemudian membawanya ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hastin Karawang. Sesampainya di IGD, dokter langsung memeriksa dan menyebut ada cairan di perut, lalu meminta pasien menjalani rontgen.

 

“Pertama kali masuk, dokter bilang ada cairan di perut. Tak lama, kami diminta menandatangani surat operasi,” ujar salah satu anggota keluarga, Sabtu (11/10/2025).

 

Pihak rumah sakit langsung melakukan operasi pada Selasa pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Namun setelah tindakan selesai, keluarga tidak mendapatkan penjelasan detail mengenai lokasi sayatan dan kondisi pasien.

 

Beberapa hari dirawat, pihak rumah sakit memulangkan Mursiiti. Tapi kondisi sang ibu justru semakin memburuk. Saat anaknya mengganti popok, keluarga kaget menemukan dua luka besar di perut. Luka di sisi kiri mengeluarkan darah, sementara sisi kanan mengeluarkan cairan hitam pekat.

 

Kejutan lain muncul ketika keluarga melihat bekas sayatan di dekat kemaluan. Luka itu sama sekali tidak pernah dijelaskan dokter sebelumnya.

 

“Kami tahu ibu dioperasi, tapi tidak pernah diberi tahu kalau ada luka di perut dan sayatan di dekat kemaluan. Setelah sampai rumah baru terlihat semuanya,” kata anggota keluarga.

 

Tiga hari kemudian, kondisi korban terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia. Saat proses memandikan jenazah, keluarga menemukan kain kasa di dalam perut korban, yang diduga tertinggal setelah operasi.

 

Kepala Desa Sumberurip, H. Jajang Suja’i, langsung bergerak setelah mendengar laporan keluarga. Ia mendampingi keluarga korban mendatangi RS Hastin Karawang untuk meminta penjelasan resmi.

 

“Setelah pemakaman, saya bersama keluarga langsung datang ke rumah sakit untuk menanyakan kejelasan tindakan medis,” ujar Jajang.

 

Manajemen RS Hastin Karawang berdalih bahwa kain kasa di tubuh pasien masih sesuai SOP dan bukan akibat kelalaian dokter. Namun, keluarga tidak menerima alasan tersebut dan tetap menuntut penjelasan lebih rinci.

 

Kasus ini mencuat setelah video luka korban beredar di media sosial. Dalam video berdurasi satu menit itu, terlihat luka besar di perut korban dan bekas operasi di dekat kemaluan. Publik bereaksi keras, menuding rumah sakit tidak transparan dan lalai menjalankan etika medis.

 

“Kami hanya ingin keadilan. Kami tidak ingin kejadian ini menimpa orang lain,” tegas pihak keluarga.

 

RS Hastin Belum Memberikan Keterangan Resmi

 

Hingga berita ini ditulis, RS Hastin Karawang belum mengeluarkan penjelasan tertulis terkait operasi maupun kondisi pasien.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan segera diusut secara terbuka oleh pihak berwenang, agar hak pasien atas pelayanan medis yang aman dan manusiawi benar-benar ditegakkan.

  • Author: HUSEN
  • Editor: HUSEN
  • Source: Rls/Red

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • GMOCT Soroti Dugaan Penyalahgunaan BBM Subsidi di Sumedang, Mafia Diduga Gunakan 6 SPBU Sebagai Lokasi Ilegal

    • calendar_month Jum, 12 Des 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 68
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Sumedang, 12 Desember 2025| Penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi kembali menjadi perhatian publik di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Sejumlah mafia BBM diduga memanfaatkan enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah tersebut untuk mengisi solar subsidi dalam jumlah besar secara ilegal, seperti yang diungkapkan tim investigasi media online katatribun.id pada Senin (9 Desember […]

  • Bhabinkamtibmas Parungpanjang Aktif Edukasi Bahaya Bullying Di SLB Ayah Bunda

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 97
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id–Bogor| Upaya preventif terus dilakukan jajaran Polsek Parungpanjang dalam menjaga keamanan dan kenyamanan di lingkungan masyarakat, termasuk dunia pendidikan. Pada Selasa (27/05/2025), Bhabinkamtibmas Polsek Parungpanjang Polres Bogor, Bripka M. Asep Sopiyan, mengunjungi Sekolah Luar Biasa (SLB) Ayah Bunda di Kampung Kabasiran RT 01 RW 04, Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor. Dalam kunjungan tersebut, Bripka […]

  • Ketua KNPI Kab Bogor Farizan, SK Pengurusan Sebelumnya Telah Berakhir

    • calendar_month Sel, 24 Feb 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 41
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Cibinong, 25 Februari 2026| Ketua DPD KNPI Kabupaten Bogor, Farizan, secara resmi menyampaikan nota keprihatinan mendalam terhadap dinamika kepemudaan dan pola komunikasi publik yang dijalankan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya DISPORA, DPRD, dan para pemangku kebijakan terkait. Farizan menegaskan bahwa masa berlaku SK kepengurusan KNPI sebelumnya telah berakhir (kadaluwarsa) pada tahun 2025. Sejalan dengan […]

  • “Skakmat Hukum di PTUN: Dugaan Manipulasi Tanggal dalam Kasus Kades Cicapar Mengguncang Pemkab Ciamis”

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 9
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Ciamis, 15 Maret 2026 | Dugaan manipulasi administratif dalam proses pemberhentian Kepala Desa (Kades) Cicapar kian menjadi sorotan serius menjelang putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung. Serangkaian dokumen yang terungkap menunjukkan adanya indikasi cacat prosedur dalam tahapan pemberian sanksi hingga penerbitan Surat Keputusan (SK) pemberhentian tetap oleh Bupati Ciamis tertanggal 15 September […]

  • Pelantikan Ketua DPW PPSI Jabar 2025–2030 Perkuat Eksistensi Pencak Silat Tradisional

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle HUSEN
    • visibility 106
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bandung, 18 Januari 2026| Pelantikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Provinsi Jawa Barat masa bakti 2025–2030 menjadi momentum penting dalam penguatan dan pelestarian pencak silat tradisional di Jawa Barat. Kegiatan pelantikan digelar di Gedung Kebudayaan, Jalan Naripan, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung, Sabtu (17/1/2026). Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional dan […]

  • Kisah Erawati: “Pergi Tanpa Suara Pulang Tanpa Pamit, Pengorbanan Seorang TKW Yang Tak Dikenal Dunia

    • calendar_month Ming, 30 Nov 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 555
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta, 1 Desember 2025| Malam di Tai Po itu seharusnya menjadi malam biasa. Bayi kecil majikannya baru saja tertidur pulas, sementara Erawati-perempuan 37 tahun asal Dampit, Jawa Timur, menutup jendela sambil menarik napas lega setelah seharian bekerja. Di negeri orang, ia hanya punya dua pegangan hidup: do’a ibunya, dan foto anaknya yang sudah mulai tumbuh […]

expand_less