Breaking News
light_mode
Home » Opini » Egi Hendrawan : TNI Boleh Menjaga Kejaksaan Asal tidak Masuk Subtansi Perkara

Egi Hendrawan : TNI Boleh Menjaga Kejaksaan Asal tidak Masuk Subtansi Perkara

  • account_circle Egi Hendrawan
  • calendar_month Sab, 17 Mei 2025
  • visibility 142
  • comment 0 comment

Tegarnews.co.id-Jakarta,16 Mei 2025| Menanggapi berbagai polemik seputar pelibatan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam pengamanan Kejaksaan Republik Indonesia, kami dari Sahabat Presisi menyatakan dukungan penuh terhadap sinergi antar-lembaga negara, khususnya dalam konteks menjaga stabilitas dan kelancaran proses penegakan hukum.

“Kami mendukung kehadiran TNI dalam membantu pengamanan Kejaksaan RI, selama hal tersebut dilakukan sesuai konstitusi dan tidak mencampuri substansi perkara. Dalam situasi tertentu, kehadiran TNI justru dibutuhkan untuk menjamin keselamatan aparat penegak hukum dari tekanan eksternal, “ujar Egi Hendrawan.

*Koordinator Nasional Sahabat Presisi * dalam pernyataannya kepada awak media, Jum’at (16/5).

Egi menegaskan bahwa dalam penanganan perkara-perkara besar yang menyangkut aktor ekonomi atau kekuasaan, aparat penegak hukum sering kali menghadapi tekanan dan risiko. Oleh karena itu, dukungan keamanan dari unsur TNI—sepanjang berdasarkan permintaan resmi dan dalam kerangka hukum—dapat menjadi bentuk perlindungan kelembagaan.

Hal ini merujuk pada Pasal 7 ayat (2) huruf (b), Undang- Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI, yang mengatur tugas Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk membantu tugas-tugas pemerintah dalam menjaga keamanan nasional.

“Jangan salah paham. Ini bukan soal militerisasi hukum, tapi soal solidaritas kelembagaan negara dalam menjaga kedaulatan hukum dari intervensi kekuatan gelap,” lanjut Egi.

Solidaritas Negara Hadapi Tekanan Non-Hukum. Sahabat Presisi memandang bahwa ancaman terhadap independensi Kejaksaan tidak hanya datang dari dalam, tetapi juga dari kekuatan eksternal yang ingin menggagalkan penegakan hukum. Maka dari itu, sinergi TNI, Polr, Kejaksaan diperlukan dalam batas konstitusional, khususnya dalam aspek pengamanan objek vital penegakan hukum.

“Hari ini Kejaksaan bisa saja jadi target tekanan. Tapi jika negara bersatu, hukum tidak akan bisa dibeli atau ditaklukkan oleh kekuatan uang, “pungkas Egi.

Sahabat Presisi mengajak seluruh masyarakat untuk tetap mengawal proses hukum secara objektif, sembari memberikan ruang bagi institusi negara untuk saling mendukung dalam menjaga keadilan dan ketertiban nasional.

 

Komentar (0)

At the moment there is no comment

Please write your comment

Your email will not be published. Fields marked with an asterisk (*) are required

Rekomendasi Untuk Anda

  • Apel Gabungan KRYD “Libas Pekat” Dilokasi Penginapan Jaga Kondusifitas Harkamtibmas Kecamatan Dramaga

    • calendar_month Ming, 27 Jul 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 97
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Bogor, 27 Juli 2025| Kapolsek Dramaga IPTU Desi Triana S.H M.H Bersama Forkompimcam Melaksanakan Kegiatan Apel Gabungan KRYD Di Halaman Mako Polsek Dramaga Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, Sabtu malam 26 Juli 2025 mulai pukul 21.00 WIB sampai Minggu dini hari. (27/7/2025) Dengan dilaksanakan nya operasi Gabyngan KRYD kali ini di ikuti Forkompicam Kecamatan Dramaga dan […]

  • Update Terkini: Respon Petinggi Polri Soal Dugaan Kriminalisasi Ibu Rina

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • account_circle Tim/Red
    • visibility 75
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Jakarta 17 Agustus 2025 (GMOCT)| Dukungan dari jajaran petinggi Polri mulai bermunculan terkait kasus dugaan kriminalisasi terhadap Ibu Rina Rismala Soetarya, seorang ibu muda yang sempat ditahan bersama bayinya oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Dalam tangkapan layar pesan WhatsApp yang beredar pada Kamis (14/8/2025), Komjenpol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H. dengan tegas menyebut kasus ini sebagai […]

  • Ironis! Faisal Dikeroyok di Depan Penyidik Polda Metro Jaya, Negara Dinilai Tak Berdaya Lindungi Rakyatnya

    • calendar_month Sab, 28 Mar 2026
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 28
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 28 Maret 2026 | Dunia hukum Indonesia kembali tercoreng oleh sebuah peristiwa yang mengejutkan publik. Seorang warga Jakarta Selatan bernama Faisal, yang tengah menghadiri acara konfrontir bersama pengacaranya di lantai 2 RPK PPA Polda Metro Jaya, menjadi korban pengeroyokan oleh lebih dari 20 orang preman pada Rabu siang, 26 Maret 2026. Ironisnya, […]

  • Khidmat, Upacara Bendera Senin Pagi di Kodim 0509 Kabupaten Bekasi

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • account_circle HUSEN
    • visibility 257
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Kabupaten Bekasi, 08 Sept 2025– Kodim 0509/Kabupaten Bekasi melaksanakan upacara pengibaran bendera Merah Putih pada Senin pagi (8/9) di lapangan Makodim 0509, Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Bekasi, Desa Sukamahi, Cikarang Pusat.   Upacara dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 07.36 WIB. Mayor Inf Terusno, Danramil Serang Baru, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara […]

  • Dukung Patroli Mojang Lodaya Kapolda Jabar, Polwan Polres Bogor Sapa Warga Saat Uji Coba Car Free Day di Jalan Tegar Beriman

    • calendar_month Ming, 26 Okt 2025
    • account_circle Rls/Red
    • visibility 148
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id-Kabupaten Bogor, 26 Oktober 2025| Personel Mojang Lodaya Polwan Polres Bogor melakukan patroli sekaligus menyapa warga dalam uji coba Car Free Day (CFD) yang berlangsung di Jalan Tegar Beriman, Kabupaten Bogor, pada Minggu (26/10/2025). Diketahui, Patroli Mojang Lodaya Polwan Polres Bogor memiliki moto “Nyaah, Nyakola, Nyunda” Kapolsek Dramaga, Iptu Desi Triana,S.H.,M.H yang memimpin langsung giat […]

  • Ricuh! Demo di Jakarta Banyak Memakan Korban Jiwa, Massa Aksi Dikepung Gas Air Mata oleh Aparat

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Syarif H / M Dekra
    • visibility 310
    • 0Comment

    Tegarnews.co.id – Jakarta, 29 Agustus 2025| Aksi serentak yang digelar oleh buruh dan mahasiwa pada, (28/08/2025) berujung ricuh. Banyak jatuh korban jiwa dan massa aksi terkepung kabut gas air mata yang ditembakkan oleh aparat. Setelah dipukul mundur oleh aparat dari gedung DPR, massa aksi bertahan di Jl. Pejompongan Raya, Jakarta Pusat hingga sore hari. Pada […]

expand_less